
Mendengar Clara membicarakannya, Gibran yang tidak jauh dari mereka berdua tidak merasa sedih dan kecewa melainkan sangat bahagia dan bangga pada Clara.
" Aku semakin suka dan sangat tertarik pada mu Clara, meskipun saat ini kau masih tidak bisa di dekati, tapi aku akan terus berusaha, sehingga bila suatu saat nanti kau sudah bisa menerima semuanya, kau akan langsung menerima perasanku. " kata Gibran dalam hati sambil terus melihat Clara dan Angel yang begitu sangat terburu-buru untuk menghindarinya.
" Wah berat nih kayaknya perjuangannya... " kata Rey yang juga mendengar apa yang Clara dan Angel bicarakan, karena ia juga berjalan tak jauh mereka berdua.
" Benar, butuh kesabaran ekstra nih, buat mendekati sang pujaan hati yang ingin sukses terlebih dahulu. " kata Leo juga yang berjalan mengikuti Gibran dan Rey dari belakang, karena juga mendengar apa yang Clara dan Angel bicarakan.
" Berisik... " kata Gibran pada kedua temannya yang sangat suka sekali berkomentar tentang dirinya.
Mendengar Gibran berkata seperti itu, Rey dan leo seketika langsung terdiam sambil menggaruk tengkuk leher mereka yang tidak gatal.
__ADS_1
Mereka terus melangkah kaki mereka menuju pulang ke rumah masing-masing, begitu juga dengan Clara dan Angel.
Angel sampai lebih dulu ke rumahnya, dan Clara langsung melangkahkan kakinya lebih cepat karena tak sengaja melihat Gibran dan temannya tak jauh darinya.
Sesampainya di depan rumahnya Clara langsung masuk dan langsung masuk kedalam rumahnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Lo ada apa Clara, kenapa terburu-buru sekali nak... ?" tanya Bu Rani yang sangat terkejut melihat anaknya yang masuk tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.
" Walaikum salam, ya sudah ganti baju, lalu bersih - bersih sana. " kata Bu Rani yang kembali ke dapur untuk memasak.
" Iya Bu, ibu tumben jam segini sudah ada di rumah, biasa masih belum pulang dari pasar. " kata Clara sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
__ADS_1
" Jualan ibu hari ini cepat habis nak, makanya ibu pulangnya cepat, ya sudah cepat sana ganti, ibu mau masak dulu. " sahut Bu Rani yang juga melangkah kakinya menuju dapur.
Clara pun mengangguk tanda mengerti, dan langsung masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian dan langsung membersihkan diri di belakang.
Setelah membersihkan diri, Clara langsung pergi ke pekarangan rumahnya, ia melihat dan mengontrol semua tanamannya, dengan kepintaran dan keahlian yang Flo miliki, tanamannya lebih cepat tumbuh dan kelihatan sangat subur.
" Wah cepat sekali tumbuhnya, tanamannya pun terlihat sangat subur, luar biasa, dunia halu ini memang sungguh luar biasa, ck CK CK. " kata Clara dalam hati sambil geleng-geleng kepala melihat perkembangan bibit sayuran yang baru kemarin ia tanam, dan sekarang sudah tumbuh saja sangat subur lagi.
Clara terus berjalan mengitari dan melihat semua tanaman sayuran yang tumbuh dengan begitu suburnya, ia bahkan hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat, seakan Waktu berjalan begitu cepat sehingga tanaman yang baru ia tanam sudah langsung tumbuh dan sangat subur begitu saja.
Tidak terasa beberapa bulan sudah Clara berada di dunia novel itu, tanaman yang ia tanam pun sudah berbuah, dan banyak menghasilkan. Berkat itulah sekarang kehidupan Clara dan ibunya sudah jauh lebih baik, mereka sudah tidak kekurangan uang lagi, karena tanaman sayuran milik Clara hasil panennya begitu melimpah dan dengan kepintaran dan kejeniusan otak Flo, ia mampu memasarkan tanaman serta sayuran miliknya sampai ke luar daerah, sehingga mendapatkan hasil yang berlipat-lipat.
__ADS_1
Bukan hanya itu, Clara juga menambah dan memperluas perkebunannya, bahkan saat ini ia sudah memperkerjakan beberapa warga di kebunnya, dengan jiwa CEO yang ada dalam tubuh Clara, setiap langkah, waktu dan usaha akan selalu membuahkan hasil yang sangat luar biasa.