Pengalaman Tak Terduga

Pengalaman Tak Terduga
Part 6


__ADS_3

" Ibu janji tidak akan marah dan memukul David lagi " kata anak laki - laki itu yang masih terlihat ketakutan di wajahnya.


" Iya nak, ibu janji... " sahut Bunga sambil tersenyum hangat pada putranya itu.


Setelah puas memeluk dan menenangkan putranya pertamanya, Bunga langsung mengangkat bayi kecilnya.


" Aatututu... Cantiknya anak ibu, kenapa sayang lapar ya... ?" kata Bunga langsung mengangkat dan menyusui bayinya itu.


Melihat itu David akhirnya yakin, kalau ibunya itu benar - benar sudah berubah.


" David sayang ibu... " kata anak laki - laki itu sambil memeluk Bunga.


" Iya sayang, ibu juga sangat sayang sama David " sahut bunga dan membalas pelukan sang anak.


Mereka bertiga langsung berpelukan, mencurahkan rasa kasih sayang yang selama ini David rindukan.


Bibi dan supir yang melihat itu begitu sangat bahagia, setelah itu bibi meninggalkan mereka untuk ke dapur, sedangkan pak supir langsung pergi ke suatu tempat untuk menjalankan tugasnya.


Selagi Bunga bersama dengan anak - anaknya, di tempat lain saat ini seseorang begitu terkejut, dan hampir tidak percaya dengan apa yang di ceritakan oleh anak buahnya sekarang.

__ADS_1


" Apa yang kau katakan, Bunga amnesia, ia tidak ingat semuanya... " kata orang itu yang tidak lain adalah suami Bunga sendiri yang bernama Samuel.


" Benar tuan, bahkan bukan hanya ingatannya saja yang hilang, tapi sifat nyonya juga berubah seratus delapan puluh derajat tuan. " adu supir itu tadi kepada suami Bunga yang akrab di panggil Sam itu.


" Maksud mu berubah bagaimana... ?" tanya Sam.


" Nyonya sekarang menjadi baik, tuan. Bahkan sekarang Nyonya kelihatan sayang sekali kepada kedua anaknya dan saat ini beliau sedang menyusui Beby girl, tuan.


" Apa... Ah mungkin ia hanya pura - pura Toni " kata Sam yang masih tidak percaya dengan apa yang orangnya katakan.


" Entahlah tuan, tapi tadi bibi bilang, kata dokter nyonya memang hilang ingatan, bukan hanya ingatannya, sikap buruknya pun beliau sudah melupakannya. " kata orang itu meyakinkan lagi.


Di tempat lain, saat ini Bunga dan kedua anaknya bersantai di taman depan rumah sambil bercanda bersama.


" Hati - hati sayang, pelan - pelan saja. " kata Bunga pada anak lali - laki nya sambil menyusui putri kecilnya itu.


" Iya Bu, horeeee David senang sekali hari ini " teriak anak itu sambil berputar-putar merentangkan tangannya seperti pesawat terbang.


" Hahahaha... Ada - ada saja anak itu " kata Bunga sambil tertawa melihat putranya yang bertingkah sangat lucu.

__ADS_1


Tanpa Bunga sadari, seseorang melihatnya dari balik pintu.


" Ya ampun, sejak kapan bunga bisa secantik itu, " kata Sam tanpa sadar mengucapkan itu setelah melihat senyum serta tawa bunga yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


" Sini nak, minum dulu... " kata bunga memanggil putranya itu.


" Iya Bu... " kata David yang langsung menghampiri dan meminum minuman yang ibunya berikan.


" Ya sudah yu kita masuk nak, mandi dulu habis itu kita makan ya. " ajak bunga dan langsung di anggukan oleh anaknya.


Bunga dan anaknya langsung masuk, tapi tiba-tiba langkah bunga terhenti melihat seseorang yang berdiri di depan pintu.


" Siapa kamu, kenapa bisa berdiri di situ, minggir kami mau lewat. " kata Bunga yang memang tidak mengenal siapa orang itu.


" Bunga, kamu tidak mengenaliku... ?" tanya Sam yang sungguh sangat terkejut dengan perubahan bunga sekarang.


" Memangnya kamu siapa...?" tanya Bunga balik


" Saya... " perkataan Sam terhenti ketika tiba-tiba seseorang datang dan memotong perkataannya.

__ADS_1


__ADS_2