Pengalaman Tak Terduga

Pengalaman Tak Terduga
Part 22


__ADS_3

Setelah berpamitan pada ibunya, Clara langsung melangkahkan kakinya menuju sekolah, saat di perjalanan menuju sekolah tiba-tiba...


" Ehmm... Hai Clara... " sapa orang itu.


" Eh ka Gibran, ada apa ka..." Kata Clara yang sangat terkejut ternyata ketua OSIS itu menyapanya.


" Ga ada apa - apa, yu berangkat... " ajak Gibran, yang sebenarnya hanya ingin dekat dengan Clara.


" Oh kirain ada apa, ya sudah mari... " sahut Clara yang langsung melangkahkan kakinya terlebih dahulu, dan di susul Gibran di belakang.


Sebenarnya Gibran si ketua OSIS yang sangat populer di sekolah mereka itu, tertarik pada Clara semenjak Clara berubah menjadi wanita kuat, makanya saat ini ia sedang berusaha mendekati Clara secara perlahan.


Berbeda dengan Clara, mungkin jika masih Clara yang asli akan langsung klepek - klepek terpesona dengan ketampanan ketua OSIS mereka itu, tapi sekarang Florensia lah yang menempati tubuh Clara, Flo sangat anti sekali dengan laki - laki, ia trauma berdekatan dengan pria, karena ia pernah gagal menjalin pernikahan hanya karena ia belum di karuniai seorang anak.

__ADS_1


Padahal ia dan mantan suaminya saling mencintai, tapi karena sang mantan ingin memiliki keturunan, dan tidak sabar menantikan buah hati dari Flo yang tak kunjung hadir, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Flo.


Karena itulah Flo sangat trauma kalau berhubungan dengan pria, apalagi urusan cinta kayanya Flo tidak mau memikirkannya lagi.


Tapi Flo juga sadar, sekarang ia berada di dunia novel, dan menempati tubuh seseorang gadis yang masih sekolah SMA, dimana cinta bisa tumbuh kapan saja, dan berteman dengan laki - laki masih hal yang biasa. Jadi sebisa mungkin Flo bersikap seperti pada umumnya sebagian seorang gadis yang masih sekolah.


Apalagi tokoh novel yang ia perankan ini adalah tokoh dalam novel online, jadi apapun yang akan ia lakukan akan tercatat dan di baca oleh semua penggemar novel online itu.


Jadi sebisa mungkin Flo akan bersikap seperti biasa, layaknya seorang gadis, bukan sebagai seorang wanita dewasa, apalagi status aslinya adalah singgel Peren, sebisa mungkin Flo merubah cara berprilakunya seperti saat dirinya masih muda dulu dan masih gadis dulu.


Bukan hanya Clara yang berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, tapi juga hampir semua anak yang bersekolah di sekolah itu semuanya berangkat menuju sekolah dengan berjalan kaki.


Jadi saat ini Clara berjalan menuju sekolah beriringan dengan Gibran si ketua OSIS itu, dan semua teman - temannya sangat terkejut melihat hal yang sangat tidak biasa itu hari ini.

__ADS_1


" Eh itu kan ka Gibran, ngapain ia berjalan dekat dengan Clara, tidak seperti biasanya... " kata salah satu siswa yang juga berjalan kaki itu.


" Iya ya... Wah Clara hebat sekali ya sekarang, bukan hanya penampilan dan sifatnya yang berubah, tapi juga sangat beruntung bisa berdekatan dengan ketua OSIS yang tampangnya selangit itu... " kata salah satu siswa lainnya lagi


Mendengar para siswa lainnya membicarakannya, Clara tidak perduli ia tetap melangkah kakinya Mamuju sekolah.


" Gara - gara pria ini nih, pagi - pagi aku sudah jadi bahan pembicaraan para siswa, huh... menyebalkan... " gerutu Clara yang melangkah kakinya lebih cepat, agar cepat sampai ke sekolah.


Sedangkan ketua OSIS itu sangat tidak perduli kalau saat ini ia jadi bahan pembicaraan para siswa, Gibran tetap melangkah kakinya menuju sekolah sambil mendekati Clara.


Tanpa ada percakapan di antara mereka, tidak terasa akhirnya mereka semua sampai di sekolah, dan semua orang yang ada di sekolah itu juga sangat terkejut melihat Clara dan Gibran datang bersama ke sekolah, bertambah heboh lah seisi sekolah melihatnya.


" Eh itu kan Gibran, wah... gercep juga tu anak " kata Rey yang melihat pemandangan tidak biasa itu.

__ADS_1


" Benar, wah pantas saja dia tidak mau bareng kita tadi berangkat, ternyata eh ternyata ada maksud lain rupanya... " kata Leo yang juga melihatnya.


Tidak jauh dari mereka ada beberapa siswa yang menatap sangat tidak suka melihat pemandangan tidak biasa itu, mereka begitu sangat kesal melihat Clara dan Gibran datang ke sekolah bersama.


__ADS_2