
Dirly yang melihat Saat Nathalie dan Naomi hendak keluar dari restoran tersebut, dengan cepat menarik tangan Nathaie, ia meremas pergelangan tangan Nathalie hingga yang empunya meringis kesakitan.
Naomi yang melihat hal itu, kesal dan memukul tangan Dirly dengan Paper bag yang ia bawa Namun lelaki itu enggan melepaskan tangannya, Dirly sama sekali tak merasakan sakit.
Ia bahkan semakin menekan eratan tangannya pada pergelangan tangan Nathalie dan menariknya hingga menjauh dari tempat itu karena takut banyak pasang mata yang melihat hal itu...
"Kamu tunggu di sini aku ingin menyelesesaikan masalahku hanya dengan dia" Kata Dirly kepada Naomi.
Naomi ingin protes namun, Melihat kode dari Nathalie bahwa ia akan baik-baik saja membuat Naomi urungkan niatnya.
"Ikut aku" Kata Dirly pada Nathalie
"Lepaskan aku! Kau tidak perlu kasar padaku, kita bicara di sini saja"
"Kau tidak akan mendengar jika aku berbicara pelan, karena itu aku ingin tempat yang sedikit sepi, aku mau kau mendengarkan penjelasanku semuanya, bukan setengah-setengah" kata Dirly
"Tapi lepasin dulu tanganmu, aku kesakitan" teriak Nathalie yang sama sekali tidak di dengar oleh Dirly..
Dirly menarik tangan Nathalie dengan amarah yang memuncak, jika saja ada yang mencoba menghalangi jalannya mungkin langsung di hajarnya, karena Teriakan Nathalie yang kesakitanpun seolah tak didengarnya...
Dirly menarik tangan Natahalie tak mau ia lepaskan, tanpa dia sadari tangan kekarnya itu suda melukai orang yang dicintainya, Dirly masuk ke dalam sebua kamar di Restoran dengan membawa gadis itu masuk ke sana, Nathalie yang takut dengan kegelapan pun mulai panik karena ruangan itu sangat gelap..
Sebenarnya maksut Dirly hanya ingin menakut-nakuti Nathalie agar nathalie memeluknya namun ia salah. Dirly yang dengan sengaja melepas tangan Nathalie itu, membuat gadis itu panik dan sedikit terlempar hingga kakinya tidak sengaja menyenggol meja...
Hal itu membuat lampu kaca yang berada di atas meja itu jatu mengenai kaki Nathalie... Namun karena gelap Nathalie bahkan tidak tau apa yang mengenai kakinya itu...
Prankk
"Ahhh" Nathalie berteriak histeris
"Dirly yang kaget dengan hal itu dengan cepat menyalakan lampu" karena ruangan itu adalah ruangannya, maka tidak butu waktu alam untuk ia mencari skrin lampu itu.
Pamannya adalah pemilik Restoran itu, namun Pamannya sedang di luar Kota maka Dirly lah yang menjadi pengganti Pamannya untuk mengurus Restoran itu sementara.
Namun tak ada satu orangpun yang mengetahui hal itu kecuali sang Manager Restoran, karena Dirly memang sengaja menutup diri.
__ADS_1
"Sayang" teriak Dirly mendekat Nathalie, namun dengan cepat Nathalie mengkat tangannya, dengan tanda jangan mendekat...
Namun Dirly adalah seorang pria yang keras kepala, dengan cepat ia ingin mendekat karena khawatir Nathalie terluka...
"Nat aku" kata-kata Dirly terhenti saat mendengar teriakan Nathalie.
Untung kamar itu kedap suara hingga orang tidak akan mendengar suara Nathalie dari luar...
"Stop aku bilang, jangan mencoba untuk mendekat, atau kau akan menyesalinya?" teriak Nathalie lagi..
"Sayang, Nat aku hannya"
"Hanya apa hah? hanya ingin mebuat ku mati di tempat gelap ini??
Aku suda memperingatimu, aku kesakitan karena kau menyakiti ku, tapi kau tak mendengar kata-kataku....
Apakah begini caramu memperlakukan seorang wanita hah? Tapi kenapa tidak dengannya? Dengannya kau begitu tersenyum bahagia kau bahkan membuat dia tersenyum, kau memperlakukan dia sebagai seorang ratu, seolah di dunia ini hanya ada kalian berdua, apakah ini yang kau bilang ingin mebuatku bahagia? kau bahakan belum membuatku tersenyum, tapi kau suda berani Melukaiku
Kata-kata Nathalie tepat pada sasaran Dirly terdiam, sekarang ia meruntuki kebodohannya sendiri.
Nathalie menangis kala melihat dara segar mengalir dari telapak kaki sebelah kanan dan telapak tangan kananya
Karena melihat Cintanya menderita kesakitan di hadapannya dan ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Sayang aku mohon biarkan aku memeriksa lukamu, kita ke rumah sakit saja" Dirly bicara sangat lembut dan sambil berjalan pelan mendekat"
Namun tiba-tiba, terdengar suara.
"Jika kau berani selangkah lagi untuk mendekat, maka kau akan mengakat mayatku keluar dari kamar ini dengan bangga" Nathalie menatap tajam Dirly dengan memegang Sepotong kaca sebesar pisau buah yang ingin segerah ia tancapkan di urat nadinya.
Deg
Dirly mematung tak percaya, ini adalah sisi lain dari Nathalie yang baru ia ketahui.
Nathalie bangun dan mencoba untuk berjalan sambil menarik kaki kanannya dan terus memegang beling itu.
__ADS_1
"Buka pintunga" perinta Nathalie namun dengan mata yang hampir terpejam
ia berdiri di dekat pintu, dan....
Brug...
"Sayang,,,, Nat,, bangun,,, Nathalie... Teriak Dirly menggemah di ruangan itu.
Nathalie terjatu sambil memegang beling itu namun Dirly yang sedang membelakangi Nathalie karena ingin membuka pintu sesuai perintah Nathalie itu dengan cepat menendang beling itu hingga beling itu terlepas dan jatu ke arah yang berbeda, sementara Dirly menarik tanga kecil itu dan membawanya masuk ke dalam pelukanya...
Pelukan yang sangat ia rindukan hampir dua minggu itu.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, ku mohon jangan tinggalkan aku, kau suda berjanji padaku jika bukan untuk pacarku maka untuk sahabatmu ini, aku bisa gila jika sampai terjadi sesuatu pada kamu" ucap Dirly dengan Nada lirih tepat di telinga Nathalie..
Ia membaringkan tubu Nathalie di tempat tidur, dan memeriksa lukanya, ia ingin membawa Nathalie langsung ke rumah sakit namun dara Nathalie yang terus mengalir itu membuat Dirly harus menahannya dengan kain agar daranya berhenti mengalir...
"Maafkan aku' suara Dirly begitu pelan membisikna kata-kata maaf di telinga Nathalie.
Dirly menuju ke lemari dan mengambil kaosnya ia mengganti baju putih Nathalie yang di penuhi dara itu sambil meminta maaf, karena suda berani membuka baju sang kekasi itu, walaupun ia membukanya sambil menutup matanya dengan penutup mata hitam, namun tetaplah salah karena tanpa seizin sang pemilik tubu tersebut. Lalu Dirlypun memakaikan jaketnya, lukanya suda di tahan dengan kain agar daranya berhenri mengalir...
Dirly bangun mengangkat tubu kecil itu dengan hati-hati, ia keluar dari ruangan itu lewat pintu rahasia yang akan langsung ke parkiran tanpa melewati Restoran itu.
Sebelumnya ia suda meminta Naomi untuk siapkan mobil, walaupun Naomi mara karena tau Sahabatnya itu pingsan namun ia juga tau sekarang bukan waktunya untuk berdebat...
"Ayo cepat jalan, daranya keluar terus" kata Dirly kepada Naomi..
Naomi yang mara dan ingin penjelasanpun mengurungkan niatnya..
"Dia hanya menendang lampu tidur, dan kakinya terluka tapi daranya banyak sekali yang keluar makanya membuatnya pingsan.
Naomi yang mendengar penjelasan Dirly pun sedikit bingung namun dia tidak mau bertanya banyak, lebih bagus menyetir dengan benar agar cepat sampai ke rumah sakit...
Namun sebenarnya Dirly tidak tau, ada hal lain yang membuat Nathalie pingsan...
~~~~Bersambung~~~
__ADS_1
See you next😍🤗