
Nathalie yang mendengar kata-kata Rangga jadi sedikit tersentak namun ia tak mungkin membalasnya.
Setelah selesai makan malam Nathalie membantu kedua pembantu untuk membersihkan peralatan makanan mereka dan dapurnya.
"Oh jadi kamu betul ingin jadi pembantu? Baiklah akan aku kabulkan" Kata Rangga
Nathalie kaget bendengar kata-kata itu
"Bukannya dia menggangguku pembantu? lalu kenapa jadi dia yang kesal? Atau itu hanya akal-akalannya saja" pikir Nathalie.
"Sini ikut aku" Rangga menarik tangan Nathalie ke kamar.
Nathalie pun sedikit berlari dan terus mengikuti langka Rangga, Pria yang suda berumur 27 tahun itu beda 7 tahun dengan Nathalie gadis itu masi berumur 20 tahun, apalagi di bandingkan dengan badan kekar Rangga dan langkahnya begitu lebar, hingga Nathalie harus berlari mengikutinya.
"Maaf Tuan, ini sakit sekali" kata Nathalie karena pergelangan tangannya di cekal kuat oleh Rangga dan terasa sakit.
"Diam apa kau tau, sesakit apa aku selama ini?" Rangga berteriak pada Nathalie. Nathalie yang melihat kemarahan Rangga pun mulai menangis, Nathalie memang suda terbiasa dengan hal-hal seperti itu, kekerasan dan penghinaan itu semua ia dapatkan dari Ningsi ibu tirinya, namun pria di depannya ini berbeda.
Yah Rangga, karena rangga adalah pria itu, pria yang menyekap Nathalie di kamar gelap dan memberinya trauma.
Pria itu sudah kembali, tapi kenapa harus menikahi Nathalie? Hanya Rangga sendiri yang tau alasannya.
"Lepaskan aku, apa maksudmu? Kau sakit hati, lalu apa hubungannya denganku?" Nathalie melawan
"Bruggg"
Rangga melepaskan tangan Nathalie dengan sedikit dorongan hingga gadis itu jatu menabrak ranjang.
Nathalie meringis kesakitan tanpa suara kakinya luka karena terkena ujung meja nakas yang di samping tempat tidur Milik Rangga itu.
Rangga menutup pintu menguncinya dari dalam dan berjalan ke arah Nathalie.
"Apa kau benar-benar ingin tau, apa tujuanku menikahimu hah?" Jawab Rangga berteriak tangannya meramas pipi Nathalie.
"Karena kau adalah anak seorang pembunuh, aku menikahimu karena ingin membunumu agar ayah mu yang sok kaya itu tau bagaimana kehilangan orang tersayangnya" Jawab Rangga masi tetap berteriak, untung kamar itu kedap suara hingga suara Rangga tidak terdengar dari luar.
"Kalau begitu bunu saja aku, kenapa tidak membunuhku" Jawab Nathalie tidak mau kala.
"Kau pikir aku takut membunumu hah?" Rangga mengeraskan tangannya yang masi meramas pipi Nathalie.
"Aku bahkan bisa membunumu malam ini juga jika aku mau, tapi itu tidak akan adil bagiku, ayahmu adalah seorang pembunu maka kau harus mengalami semua kesakitan dan penderitaan yang aku alami selama ini.
"Ayahku bukan pembunu, ayahku tidak perna membunuh siapapun" teria Nathalie tak mau kala.
"Ah benarkah? lalu apakah orangtuaku bunu diri?" Jawab Dirli tersenyum mengejek.
"Kau terlalu keras kepala" lanjut Rangga lalu menghempaskan pipi Nathalie.
"Permainan kita belum selesai, dan tugas barumu adalah kau harus mengurus semua kebutuhanku, setelah aku pulang dari urusanku setiap malam mengerti?" Kata Rangga dan di angguki oleh Nathalie "Baik Tuan" lanjutnya.
Nathalie keluar dari kamar Rangga setelah di ijinkan keluar oleh Rangga.
Rangga pun langsung masuk ke ruang kerjanya dan menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda sebelum ia tidur.
Keesokan paginya.
Di Kampus Dirly berlari kecil menemui Naomi.
__ADS_1
"Eh, mana Nathalie? Tumben telat" Tanya Dirly.
"Nathalie gak masuk, ikut aku kita ke taman aku ke sini untuk memberimu ini" Jawab Nathalie menarik tangan Dirly ke Taman.
Dava yang melihat kedatangan Naomi segerah menghampiri Naomi namun ia mengurungkan niatnya setelah melihat Naomi bergandengan tangan dengan Dirly.
Dava berdiri dan melihat Naomi dan Dirly mulai menjauh dari area parkiran.
"Sayang aku ingin bicara denganmu apa kau punya waktu?" Akhirnya Dava menghampiri kedua manusia itu dan bertanya sinis, ia tak suka melihat Kedekatan Dirly dan Naomi.
"Maaf Va, aku lagi bad Mood tolong mengerti, aku akan menemuimu setelah ini" Jawab Naomi.
"Oh jadi kamu bad Mood sama aku, tapi kamu baik-baik aja kalau sama dia ya?" Jawab Dava mulai sedikit emosi.
"Eh sabar dulu bro, aku juga tidak ingin jalan sama Naomi, apalagi berdua" Jawab Dirly santai.
"Sudah diam! kenapa jadi ribut gak jelas sih? Dava aku serius lagi gak mood kamu tolong ngertiin aku, kalau kamu gak bisa sabar ya uda pergi sana kalau emang mau pergi" Jawab Naomi lalu menarik tangan Dirly dan pergi dari hadapan Dava.
"Naomi gak bisa gitu dong, kamu apa-apaan sih main pergi aja, aku belum selesai ngomong," Dava mengejar Naomi dan menarik tangan Naomi untuk mengikutinya.
Namun tangan Naomi yang belum sempat terlepas dari genggaman Dirly jadinya Dirly ikut tertarik ke belakang dan---
"Bruggg"
Naomi terjatu di saat Dava menarik tangan Naomi namun Dirly pun ikut terjatuh dengan tubunya yang tertimpah di atas tubu Naomi karena tangan Dirly masi dalam genggaman Naomi.
Beberapa detik kemudian Dirly dan Nathalie hanya bertatapan tanpa berkedip.
"Naomi" Teriak Dava, menyadarkan mereka lalu Dirly dan Naomi pun bangun.
"Aku akan menemuimu nanti tapi tidak sekarang" Jawab Naomi lalu pergi bersama Dirly ke Taman.
Dirly pergi dari sana tanpa meminta pamit kepada Naomi.
Di Mansion Rangga, Nathalie di suru Rangga untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah, tanpa ada siapapun yang membantunya.
Nathalie mengerjakan semuanya sendiri Nathalie memang sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah namun Mansion Rangga yang sangat besar itu membuat Nathalie kelelahan. Nathalie beristirahat di kamarnya setelah pekerjaannya selasai hampir jam makan siang namun Nathalie yang sudah sangat cape memilih untuk tidur daripada makan siang.
Sementara di Kantor Rangga.
"Riyan apakah ada jadwal lain setelah makan siang?" tanya Rangga
"Ada Tuan, kita akan meting dengan Tuan Rama satu jam lagi" jawab Riyan.
"Tapi aku ingin mengatakan sesuatu kepada Tuan" lanjut Riyan
"Ada apa sepertinya kau sangat serius"
"Maaf Tuan, tapi aku benar-benar minta maaf dengan pernikahan tuan yang sebenarnya tidak harus terjadi, maafkan atas kelalaianku ini"
"Maksutnya apa yang ingin kau katakan Riyan jangan berbelit-belit kalau bicara"
"Tuan, maksutku pernikahan tuan yang harusnya dengan Non Naomi malah menikanya dengan Non Nathalie,," Jelas Riyan.
"Jadi benar dia putrinya Dirga, yang aku nikahi? Pantasan dia gila sama seperti ibunya."
"Tapi tuan, itu ti-----"
__ADS_1
"Suda cukup aku tidak mau mendengarkan apapun lagi tentang gadis bodoh itu, kamu menemui Rama dan meting bersamanya aku mau pulang" Dirliy pergi dari kantor itu dengan sangat marah.
Ia merasa jika Nathalie sengaja menggantikan posisi Naomi karena ibunya yang menyuruhnya untuk memeras Rangga.
"Jadi kamu adalah gadis bodoh itu, baiklah kita akan lihat sampai kapan kau akan berani melawanku, aku akan bermain-main denganmu hingga ibumu berhenti menggangguku. Dasar jala** batin Rangga berteriak ia sangat membenci Nathalie dan juga Ningsi.
Rangga pergi dari Kantor menuju ke Mansionnya dengan emosi, lalu memanggil-manggil Nathalie, namun Nathalie yang melewatkan makan siangnya dan memili untuk tidur karena kecapean itu tidak mendengar teriakan Rangga sama sekali.
"Nathalie" Teriak Rangga namun Nathalie sama sekali tak mendengarnya.
"Dimana Nathalie bi?" tanya Rangga pada Ratna pembantunya.
"Nona ada di kamarnya Tuan, setelah mengerjakan tugas yang Tuan berikan Nona pergi ke kamarnya ia bahkan melewatkan makan siangnya" jawab Ratna.
"Kurang ajar, apakah dia pikir ini di tempat ibunya" Sahut Rangga lalu segerah ke kamar Nathalie
"Nathalie buka pintunya" teriak Rangga namun Nathalie tak menjawabnya
Rangga mendobrak pintu kamar Nathalie dan pintu itupun terbuka.
Tetapi Rangga melihat ke semua sudut ruangan itu Nathalie tak ada di kamarnya.
Rangga menuju ke arah kamar mandi dan memasangkan telinganya di pintu kamar mandi. "Ternyata ada di dalam" gumam Rangga. Namun setelah itu Rangga duduk di atas ranjang Nathalie dan menunggunya.
Beberapa menit kemudian Nathalie keluar dengan hanya memakai handuk, Nathalie kaget saat mengetahui ada Rangga di kamarnya Namun ia tak mungkin masuk kembali ke kamar mandi jadi Nathalie menuju ke lemari pakaiannya dan mengambil baju namun tiba-tiba Rangga bersuara.
"Apa kau juga sama seperti ibumu, yang ****** itu? Apakah kau sengaja ingin mengodaku?" Tanya Rangga.
Tangan Nathalie berhenti di atas karena mendengarkan Rangga menhina dirinya bahkan menghina Ibunya yang suda meninggal dua sembilan belas tahun yang lalu itu.
"Maaf tuan aku akan memakai pakaianku di kamar mandi" Jawab Nathalie pelan, karena ia menahan tangisannya.
"Apakah kau di suru untuk menjawabku?"
Jawab Rangga yang langsung bangun dari tempatnya dan menarik tangan Nathalie.
Rangga menayeret Nathalie begitu saja tanpa memakai pakaian.
Nathalie yang masi memakai Handuk itu berteriak minta tolong..
"Aku mau di bawa ke mana tuan, tolong lepaskan aku, aku belum memakai pakaian" teriak Nathalie meminta tolong Namun Rangga seolah tak mendengarnya..
"Kau pikir aku buta? Aku tau kau belum memakai pakaian, bukannya kau suka seperti ini? Bukannya kau sama seperti ibumu yang menjual diri pada orang kaya?" Teriak Rangga lagi.
Rangga terus menarik tangan Nathalie sampai ke kamar dan mengempaskan Nathalie di atas ranjangnya.
Nathalie yang menyadari handuknya hamrpir terlepas dari tubunya itu segerah meramas handuknya. Hal itu di lihat Rangga dan ia kembali mencaci maki Nathalie dan menarik handuk Nathalie. Handuk itu terlepas begitu saja dari tubu Nathalie.
Nathalie yang kaget dengan hal itu menjerit, namun Rangga segerah naik ke atas ranjang dan menindinya.
Nathalie menahan napasnya, Rangga mengunci badan kecil Nathalie di bawanya dan membungkam mulut Nathalie dengan mulutnya.
Rangga yang suda seperti kesetanan itu terus menjamah tubu Nathalie.
Nathalie berusaha untuk melawan tapi ia tetap kala dengan badan kekar Rangga.
"Tolong jangan sakiti aku, aku mohon" Akhirnya suara Nathalie pun melemah
__ADS_1
...Bersambung...
See you next😍🤗