Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
Pesan


__ADS_3

Setelah Nathalie pamit pergi dan meninggalkan banyak pertanyaan di pikiran para orangtua itu, ia segerah di bawa ke mobil karena Pria itu ingin Nathalie pergi sendiri maka ia akan pergi sendiri tanpa bawaan apapun hanya pakaian yang ia kenakan dan sebua tas ransel kecil ada laptop, dompet dan ponselnya di dalam tas tersebut.


Nathalie merasa jika ketiga barang itu penting untuknya hingga ia membawanya walaupun sudah di larang keras oleh para Bodyguard itu.


Orang-orang itu membawa Nathalie pergi dari sana tanpa merasa curiga sama sekali, mereka tidak mengenal siapa gadis yang akan tuannya nikahi, jadi saat Nathalie turun dari kamar dan menawarkan diri untuk pergi, mereka segerah pergi dari sana tanpa bertanya atau menaru rasa curiga sedikitpun pada gadis itu.


Setelah mobil yang di tumpangi Nathalie benar-benar menghilang dari gerbang utama kediaman Davidson barulah Sinta sadar akan sebuah kertas yang di sisipkan Nathalie di telapak tangannya.


Sinta segerah membuka kertas itu dan membacanya.


"Sebelum mama membaca pesanku, tolong pergi ke kamar Naomi karena aku mengurungnya di kamarnya"


Itu pesan awal Nathalie yang ia tulis dengan huruf Kapital.


Tanpa aba-aba Sinta segarah berlari menuju kamar Naomi dan membuka pintu. Sinta begitu kaget melihat Naomi dengan keadaan yang dibuat Nathalie, Sinta tau jika Naomi pasti menolak apa yang di lakukan Nathalie sehingga gadis itu terpaksa mengurung adiknya itu di kamarnya sendiri.


Sinta mendekati ranjang Naomi dan segerah ia naik ke atas ranjang dan membuka semua ikatan serta lakban di mulut Naomi, barulah tangisan Naomi pecah. Hati Naomi begitu hancur ia tau sahabatnya melakukan Pengorbanan besar untuk dirinya dan menikahi orang yang sama sekali tidak mereka kenal.


"Aku ini sahabat dan adik yang sangat buruk mah,, hikss----hikkssss aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi pada Nathalie, aku akan menjadi orang yang paling bersalah dalam hal ini mah, jika sampai Nathalie kenapa-napa" Naomi bicara di sela-sela tangisannya.


"Shuttt kamu diam dulu sayang, kakamu pasti punya maksud yang tidak kita ketahui, ia mungkin pikir jika kau masi terlalu anak-anak jika untuk menikah, makanya ia lebih memilih untuk dirinya yang menikahi Pria itu" Sinta sengaja mengarang cerita agar Naomi berhenti menyalahkan dirinya, padahal Sinta sendiri bingung harus berbuat apa saat kedua anak gadisnya dalam masalah seperti ini. Ia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, Sinta juga ikut sedih tapi harus pura-pura kuat di depan anaknya itu.


"Ada surat yang Kakamu titipkan ke mama tadi, kita baca sama-sama surat dari Kakamu ya sayang" kata Sinta.


"Biklah mah, coba kita baca, sebenarnya apa isi pesan itu" jawab Naomi.


..."Mah,... Maafkan aku sudah mengambil tindakan ini tanpa memberitahu mama maupun Naomi sebelumnya, tetapi aku tidak bisa berbuat apa-apa saat semuanya datang tiba-tiba....


...Aku sangat berterimakasih kepada kalian karena telah menganggapku sebagai keluaraga, anak dan saudara aku bersyukur memiliki kalian. Maka dengan itu aku ingin mengantikan posisi Naomi. sebenarnya Naomi tidak benar-benar setuju dengan pernikahan ini, ia hanya tidak mau mengecewakan mama dan papa jadi terpaska harus mengambil keputusan ini tanpa berpikir dulu....


...Aku tidak mau Naomi merelahkan impiannya yang ingin menjadi seorang Disainer, maka dengan itu aku rela dijadikan apapun untuk pria itu, tapi aku tidak rela jika Naomi yang di permainkan....


...Aku mohon maafkan segalah kesalahan yang selama ini aku buat, yang mungkin menyakiti hati kalian tapi dengan adanya syarat pernikahan ini aku ingin menangung semuanya. Mungkin kita akan lama bertemunya atau mungkin kita tidak akan bertemu lagi maka Ku mohon jangan lagi merasa bersalah karena aku iklas dengan apa yang aku lakukan, ini tidak sebanding dengan apa yang kalian berikan kepadaku....


...Aku iklas jika itu harus merelahkan nyawaku, asalkan mama dan Naomi baik-baik saja....


...Dan Naomi bisa menyelesaikan pedidikannya dengan baik tanpa memikirkan pernikahan ini....


...Aku sangat menyayangi kalian"...

__ADS_1


..."Nathalie"...


Begitulah pesan Nathalie untuk Naomi dan Sinta.


..."Aku minta maaf, mungkin saat kau membaca surat ini aku suda tidak lagi ada, aku pergi, sangat jauh. Maafkan aku, mungkin maafku tidak akan berlaku lagi untukmu, tapi aku mohon jika kau tidak bisa memaafkanku maka terimalah pertemananku....


...Aku pergi dengan kemauanku sendiri tanpa paksaan siapapun....


...Aku harap kau tidak melupakan permintaanku, Jika kau tak lagi jadi kekasihku maka jadilah sahabatku, aku ingin kau jadi sahabatku selamanya....


...Maafkan aku telah merenggut Cintamu, maaf aku membawa Cintamu, tetapi ku mohon pertahankan Sahabatku, aku sangat mencintaimu, kau adalah cinta pertamaku aku tidak tau kepada siapa cinta ini akan berakhir akupun tidak tau, aku hanya ingin kau tetap jadi sahabat yang akan selalu aku kenang."...


...I Love Dir, aku mencintaimu sangat-sangat mencintaimu"...


..."Nathalie"...


Itu pesan Nathalie untuk Dirly.


Naomi membaca kata demi kata, yang di hiasi dengan airmata.


Ia sebenarnya senang karena tidak jadi menika dengan pria misterius itu, tetapi ia juga sangat sedih bahkan merasa dirinya yang mengakibatkan sahabatnya itu masuk ke Neraka yang sebenarnya belum ia ketahui seperti apa.


Naomi memang tidak mengenal pria itu, namun ia juga tidak bodoh. Naomi tau seperti apa orang kaya menikahkan anak-anaknya kepada rekan bisnisnya hanya demi saham dan jual beli, semua demi uang mereka akan jadikan anak mereka sebagai syarat tanpa mereka ketahui isi hati sang anak tersebut. Jika mendapatkan kebahagiaan, maka itu salah satu keajaiban, Karena


Ia berpikir memang orangtua zaman dulu menikah karena adanya perjodohan, tapi zaman sekarang hanya Cinta yang bisa menyatukan kedua insan bukan perjodohan, bukan pula harta atau benda.


Ia belum bisa membayangkan, jika Nathalie akan di siksa di aniayaya oleh pria itu, atau bahkan bisa di bunuh jika Nathalie meberi perlawanan..


"Aku jadi kepikiran kamu Nat, kamu kenapa mengambil keputusan ini sih?


Kenapa tidak aku aja yang pergi, kamu relah melakukan apa saja untukku tapi kamu sendiri tidak bisa melakukannya untuk dirimu sendiri" Kata-kata Naomi sambil memikirkan keadaan Nathalie, Naomi sangat gelisa.


Sinta yang setelah membaca surat dari Nathalie itu menangis namun ia tak tega melihat Naomi juga jadi ikut memikirkan Nathalie. Sinta memilih menenangkan Naomi dan memberinya air minum.


Stelah ia rasa Naomi suda tidak terlalu memikirkan Nathalie, barulah Sinta pergi untuk menemui Kevin sang bayi yang entah sudah berapa lama ia tinggalkan itu.


Semua yang ada di ruang tamu juga sudah ikut membaca pesan Nathalie, Papa Nathalie hanya bisa mengehembuskan nafas kasar setelah ia membaca habis pesan putrinya itu, sedangkan ibu tiri Nathalie menunjukan senyum yang tidak bisa di artikan, ia mungkin senang jika gadis itu suda menika maka dia tidak akan melanjudkan kuliahnya dan ia merasa jika uangnya tidak akan keluar untuk Nathalie lagi. Padahal suda jelas selama Nathalie Kuliah itu memakai jasa beasiswa namun Ibu tirinya yang tidak malu itu justru berpikir itu hanya alasan Nathalie.


Setelah menempu empat jam perjalanan dengan kecepatan tinggi, Nathalie yang di antar oleh para bodyguard itu sudah sampai di Hotel di tempat ia menginap.

__ADS_1


"Nona ini kamar anda, semua kebutuhanmu sudah ada di dalam, silakan masuk dan beristerahatlah".


Seru seorang pembantu setelah Nathalie sampai di Hotel itu dan di antar oleh orang suruhan Riyan menuju kamarnya.


"Baiklah terimahkasih" jawab Nathalie singkat dan segerah masuk ke dalam kamar itu.


Nathalie segerah menutup pintu dan membersihkan dirinya lalu mengenakan pakaian yang sudah di siapakan itu dan berbaring di ranjang.


Nathalie yang kelelahan itu tidak sadarkan diri stelah tidur beberapa jam, kini jam makan malamnya sudah lewat.


Nathalie terbangun sudah pukul sembilan malam. Kemudian ia segerah turun dari ranjang dan menuju kamar mandi, setelah mencuci wajahnya sedikit ia keluar kamar ingin mencari makan namun sebelum keluar kamar, ada sebuah meja di dekat pintu kamarnya dengan makanan yang memenuhi meja itu dan ada juga sebuah surat di dekatnya.


"Nona ini makan malam anda, maaf saya tidak membangunkanmu karena takut mengganggu isterahat anda" itu isi pesan di kertas tersebut.


"jadi ini makanan ku syukurlah aku tidak cape-cepe keluar untuk mencari makan" Gumam Nathalie.


Nathalie makan dengan tenang sampai ia merasa sudah kenyang Nathalie pun membereskan sisa makanan dan mejanya lalu mendorong kembali ke tempatnya.


Nathalie belum menghubungi Naomi dan Sinta, ia pikir jika menghubungi mereka mala akan mengganggu mereka, Namun Nathalie yang khawatir akan Naomi yang ia sekap di kamar pun teringat akan sahabtnya itu, lalu ia mengambil ponselnya dan segerah menghubungi Sinta.


Setelah teleponnya tersambung ke ponsel Sinta, sinta segerah menerima telepon itu dan berbicara kepada Nathalie"


"Halo nak, apakah kamu sudah sampai, kamu baik-baik aja kan, kamu suda makan belum, apakah orang itu tidak menyakitimu dan apakah---" Sinta terus memberondong Nathalie dengan banyak pertanyaan.


"Mah, mama tenang dulu, aku baik-baik saja dan mereka juga sangat ramah kepadaku, mereka adalah orang-orang yang sangat baik semua mah...


Jawab Nathalie jujur karena memang sejak tadi ia dari rumah Naomi sampai tiba di sini tidak ada tanda-tanda kejahatan yang ia lihat.


"Baiklah kalau begitu nak kamu hati-hati jika ada apa-apa jangan lupa hubungi mama" Jawab Sinta.


"Baiklah mah kalau begitu aku mau bicara dengan Naomi, nomornya tidak bisa di hubungi tadi makanya aku menelepon mama" Jawab Nathalie dan Sinta segerah ke kamar Naomi lalu memberikan ponselnya kepada Naomi.


"Mi, ini ada Kakamu menelpon katanya ingin bicara sama kamu" Kata Sinta setelah sampai di kamar Naomi.


Naomi segerah mengambil ponsel milik Sinta lalu bicara dengan Naomi sedangkan Sinta segerah keluar dari sana karena tidak ingin mengganggu kedua gadis itu.


"Halo baby, kamu apa kabar? Kamu baik-baik aja kan, mereka gak jahatin kamu kan?" Semua pertanyaan Naomi tidak bedah jauh dengan pertanyaan Sinta. Namun Nathalie yang mendengar hal itu mala tertawa keras.


"Ya ampun, kamu itu jangan terlalu parnoan kenapa sih? Aku gak di apa-apain siapa-siapa dan aku masi sehat-sehat aja" Jawab Nathalie yang merasa Sodaranya dan mamanya itu suda terlalu berlebihan.

__ADS_1


......Bersambung......


See you Next😍🤗


__ADS_2