
Dokter yang ingin pergipun seketika berbalik dan berkata..
"dia akan merasakan apapun yang kalian lakukukan, dan mendengar apapun yang kalian katakan. Katakan apa yang biasa membuat dia senang ataupun mungkin marah, itu akan memancing emosinya dan membuat kesadarannya lebi cepat, tapi jangan terlalu terburu-buru, harus perlahan" Kata dokter
"baiklah terimakasih dok"
"Yah saya permisi dulu" ucap dokter lalu pergi dari sana.
Setelah dokter pergi, Naomi pun bersuara.
"Eh Kutub", Sinta mengerutkan dahinya, namun Dirly yang suda tidak asing dengan nama itupun menoleh ke sumber suara tersebut...
"Kau mendapatkan ide untuk bertanya kepada dokter, tapi kau tidak di izinkan untuk mengatakan apapun untuk membangunkan Nathalie mengeti?" lanjud Naomi
Dirly hanya menghela napasnya kasar. "kumat lagi"
"Suda diam jangan ribut" Sinta bersuara mencoba menghentikan putrinya itu.
"Sayang kamu benaran gak mau bangun? padahal mama suda ingin memelukmu" kata Sinta tepat di telinga Nathalie.
"Kamu gak mau bangun?? Padahal aku ingin mengatakan hal penting padamu, ada sebua rahasia yang belum kamu tau" kata Naomi dengan sedikit menekat kata Rahasia karena ia tau jika sahabatnya itu suka penasaran.
"Sayang apakah kamu ingin mama menunggumu terus di sini? Sementara Kevin, kamu tau mama menitipkan Kevin kepada bi Sumi, jika mama berlama-lama di sini maka adikmu akan menangis apa kamu mau Kevin menangis karena terus menunggu mama?, bangunlah agar kita pulang sama-sama"
"Kamu gak bangun? Dasar pemalas, putri tidur, kanebo kering, kamu selalu menyebutku dengan kata-kata itu kan? tapi lihatlah dirimu itu kau bahkan lebih parah dariku, ayo bangun kalau tidak akan aku videoin kamu dan kirim ke semua group sekolah kita, agar semua orang tau jika seorang Nathalie yang semangat dan kuat, yang suka memarahi orang jika tertidur dikelas bisa tidur lebih dari lima jam, padahal belum malam". Kata-kata Naomi yang sengaja ingin mengejek sahabatnya itupun, mendapat tatapan tajam dari Sinta.
Namun sinta kaget melihat Nathalie yang merespon cepat kata-kata Naomi barusan.
"Ma-Mah" liri Nathalie yang hampir tak terdengar oleh Sinta padahal jarak mereka sangat dekat.
"Ia sayang mama di sini" ucap Sinta tersenyum pada putrinya itu.
"Mama, aku" Nathalie terdiam ia mulai sadar dengan ruangan asing itu dan menghentikan kata-katanya..
"Kamu kenapa sayang, apa kamu butu sesuatu?" tanya Sinta
"Aku ingin minum" kata Nathalie dan Dirly langsung ambil ahli dalam hal itu, karena kebetulan Dirly berada di dekat meja nakas.
"Ini airnya tante" ucap Dirly sambil menyodorkan minuman kepada Sinta. Namun perhatian Sinta tak beralih dari Nathalie yang seketika menutup matanya, Sinta bingung apakah Nathalie juga merasa takut mendengar suara Dirly atau ia hanya menahan sakitnya?
"Sayang ini airnya" Naomipun mencoba membantu membantu Natahlie agar bangun
"Hati-hati" ucap Naomi dan Nathalie hanya tersenyum.
Setelah minum airnya Nathalie mengalihkan pandangannya melihat Dirly yang berdiri di samping Sinta
"Ternyata aku tidak salah dengar" batin Nathalie
Nathalie kembali melihat ke arah Sinta seolah meminta penjelasan, karena ia tau tidak mungkin Sinta belum tau jika ini semua ulah Dirly, mengingat Sahabtnya yang cerewet itu pasti akan langsung menceritakan semuanya kepada Sinta tanpa terlewat satupun, dan Sinta yang mengeti dengan tatapan Nathaliepun bersuara.
"Kamu gak usa terlalu takut sayang, ada mama di sini, Dia juga yang membawamu ke sini. Mama tidak akan bisa memaafkan diri mama, dan tidak bisa menepati janji mama pada Mama Melly, jika Dirly tidak segerah membawamu kesini dan menyuru dokter untuk menolongmu" Nathalie yang mendengar kata-kata Sintapun berpikir Sinta sedang membelah Dirly.
"Jadi mama lebih percaya dia? Mah! dia yang suda mencelakai aku Mah!" jawab Nathalie bernada protes.
"Bukan begitu maksud mama sayang, mama suda tau semuanya dari Dirly dan sekarang mama ingin tau darimu juga, apa kau ingin bercerita? Jika kata-katamu nanti berbeda dengannya maka mama sendiri yang akan menghukumnya karena suda berani mengganggu putri mama" Sinta meyakinkan Nathalie. Namun Nathalie memalingkan wajanya melihat ke arah lain.
Sinta yang menyadari putrinya itu mulai marah, segerah memberi isyarat kepada Dirly untuk keluar dari ruangan itu, sedangkan Naomi yang meilhatnya hanya terdiam tak mau berkata apapun..
"Jadi kapan bicara sama mama?, jika kamu mara maka maralah mama karena mama yang menahannya di sini" kata Sinta bernada membujuk Nathalie.
__ADS_1
"Mama" Nathalie langsung melemah dan berbalik, ia memeluk Sinta dan tak ingin mengatakan apapun.
"Apakah ini putri mama yang selalu bilang kuat itu hemm?" kata Sinta.
Namun Nathalie menggeleng di pelukan Sinta sambil berkata.
"Aku akan terlihat kuat di depan orang lain, tapi tidak di depan mama" kata Nathalie yang langsung dapat balasan dari Naomi.
"Cihh jadi aku ini bukan Manusia? aku masih di sini dan itu berarti kamu juga tidak kuat di depanku" kata Naomi bernada mengejek.
Dan Nathalie langsung melepaskan pelukannya lalu berbalik melihat sahabat sekaligus sodaranya itu.
"Kamu? bukannya suda keluar tadi sama pria jahat itu?" Kata Nathalie menyebut Dirly pria jahat.
"hiss bukannya senang aku di sini, mala mengabaikanku, apakah kau akan melupakanku begitu terus saat ada mama?" kata Naomi yang Nathalie tau ia bukan ngambek tapi lebih kepada mengejeknya.
"Enak saja kamu pikir aku masi anak kecil, hingga selalu membutuhkan mama di setiap masalahku? Aku juga bisa sendiri" kata Nathalie tak mau kala.
"lalu itu tadi apa?" Naomi terus mengejek Nathalie dan akhirnya Sinta pun bersuara.
"Sudah berhenti, Naomi-Nathalie" Ucap Sinta memperingati kedua putrinya.
"Dia yang duluan mah!" Nathalie mengadu
"Katanya kuat, dasar cengeng"
"Sudah cukup Naomi, berhenti menganggu kakamu"
Keduanya diam namun Naomi masi usil.
"Naomi-Nathalie, ayo berpelukan" kata Sinta dan kedua gadis itu segerah menuriti kata Sinta.
"Sayang giman keadaan kamu, sekarang? kamu bisa isterahat di sini nanti di jaga Naomi, karena mama harus pergi sekarang" ucap Sinta sedikit khawatir.
"Apa aku tidak bisa langsung pulang mah? tanya Nathalie balik.
"kata dokter, besok baru bisa pulang, lagian ini suda terlalu malam sayang gimana?"
Nathalie terlihat sedikit kecewa namun segerah ia urungkan niat protesnya karena mengingat adik kecilnya yang di rumah.
"Baiklah" lirih Nathalie sangat pelan
"Kamu isterahat aja, besok pagi jika mama suda selesai mengurus Kevin nanti mama yang jemput kamu di sini" kata Sinta sengaja ingin memberi semangat, dan benar saja Nathalie tersenyum mendengar kata-kata Sinta.
"Baikalah mama hati-hati" Sinta tersenyum dan mengangguk sambil memeluk Nathalie. Lalu iapun pamit pulang, dan di antar Naomi keluar dari ruangan itu.
"Mama pulang sama siapa?" tanya Naomi
"gak tau mama suda menelpon sopir tapi sepertinya sopir itu tertidur"
"Bawa mobil aku aja, tapi suda larut malam aku takut mama kenapa-napa di jalan apalagi mama sendiri" Naomi berbicara sendiri.
Sinta yang melihat putri berbicara sendiri dan menjawabnya sendiripun, tersenyum dan berkata.
"Gak apa-apa nanti mama tunggu sopir aja" jawab Sinta, namun seketika ia menoleh mendengar suara seseorang.
"Biar aku yang antar tante pulang", ucap Dirly
"Eh Kutub, emangnya kamu bawa mobil? bukanya kita datang bertiga? atau jangan-jangan kamu ingin bergaya dengan mobil aku ya? Jangan harap aku akan berikan"
__ADS_1
Naomi yang berpikir jika Dirly suda pergi kaget tiba-tiba Dirly muncul dan membuat Naomi semakin membencinya...
"Bukan urusanmu! Atau jangan-jangan sekarang kau meruba profesimu menjadi seorang detektif?" Balas Dirly tak mau kala Naomi yang emosinya suda mulai membaraapun segerah membalas namun Dirly dengan cepat..
"Tante gimana? apa tante mau aku antar? tanya Dirly pada Sinta
"Apa tidak merepotkanmu nak?"
"tidak apa-apa tante jika tante bersedia, kita bisa berangkat sekarang" lanjud Dirly.
"Baiklah ayo" ucap Sinta
"Naomi jaga Nathalie, jangan mengajaknya bertengkar terus" Kata Sinta pada putrinya untuk mengingatkannya
"Ia baiklah"
"mama hati-hati, jika ada apa-apa cepat hubungi aku" Ucap Naomi yang sengaja menyindir Dirly.
Dirly yang menyadari hal itu hanya memutar bola matanya malas.
"ya suda kamu masuk sana, mama pergi dulu" Naomi mengangguk lalu masuk ke dalam ke dalam ruang rawat Nathalie.
Naomi yang masi kesal dan mengatur napasnya sesak karena marahpun tidak sadar jika pasien itu sedang menatapnya aneh, karena Naomi seperti habis lari maraton
"Kamu kenapa" tanya Nathalie
"Duhh bikin kaget aja, kamu kenapa belum tidur sih!? Kata Naomi yang terlihat kaget dan kesal.
"chikk di tanya mala balik nanya"
"itu, pria kutubmu itu membuatku kesal saja" gerutu Naomi
"Maksudmu Dirly, kenapa dia?
"Dia mengantar mama pulang, sengaja kan dia emang sengaja ngambil hati mama agak tidak di amukin mama nanti" Naomi berbicara dengan nada kesalnya.
Sementara di dalam perjalanan.
"Dirly apa tante bisa minta tolong?" tanya Sinta hati-hati
"Minta tolong apa tante, tante bisa mengatakannya langsung, tidak usa sungkan, jika aku bisa, aku akan menolong tante" kata Dirly
"jika tidak bisa?" Tanya Sinta lagi
"Maaf tante, aku akan mempertimbangkannya nanti" ucap Dirly hati-hati takut membuat Sinta kecewa.
"tante hanya ingin, kamu jaga sikap kamu saat di dekat Nathalie, jangan mencoba untuk melakukan hal-hal yang akan membuat Nathalie seperti tadi lagi, tante mohon sama kamu tolong kamu tanyakan apa yang dia mau atau tidaknya sebelum melakukan sesuatu yang akan membahayakan nyawanya"
Dirly mengangguk tanda mengerti
"Aku juga minta maaf tante, nanti kedepannya aku akan lebih hati-hati mengambil sikap, tapi itu jika aku diberi kesempatan lagi" lanjut Dirly dengan nada Kecewa.
"Kamu yang sabar, Nathalie gadis yang baik, dia akan cepat memaafkan orang jika orang itu benar-benar ingin minta maaf dan mengakui kesalahannya" Sinta menyemangati Dirly.
"baik tante aku akan mencobanya" ucap Dirly
Setelah mobil Dirly sampai di Kediaman Davidson Sinta pun turun dari mobil Dirly dan segerah masuk.
...**Bersambung...
__ADS_1
See you next😍🤗**