Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
Sala Paham


__ADS_3

Se sampainya di rumah Nathalie langsung turun dan masuk ke dalam rumah begitu saja. Nathalie menuju ke dapur sedangkan Rangga menyuruh sopir untuk mengeluarkan belanjaannya masuk.


Nathalie pergi ke dapur untuk memasak apa yang di inginkan oleh perutnya Nathalie sudah terbiasa di dapur jadi tidak perlu menunggu lama-lama untuk memasak menu makan siang mereka setelah makanannya matang, kakinya sedikit pegal hingga ia harus duduk di bangku yang berada di dapur.


Rangga yang melihat hal itu mengerutkan dahinya dan pergi ke arah Nathalie duduk.


"Kenapa?" Tanya Rangga setelah sampai di dapur.


"Gak apa-apa cuma sedikit pegal kakiku"


"Ayo ke atas aku butu bantuanmu"


"Harus sekarang?"


"Ia aku mau sekarang"


Nathalie bangun dan sedikit kesal ia menghentakan kakinya di lantai lalu berjalan ke arah tangga dan langsung naik ke atas.


"Mau apa Tuan, apa ada yang bisa aku bantu?" Tanya Nathalie setelah sampai di kamar dan melihat Rangga membuntutinya.


"Ayo duduk" kata Rangga


Nathalie menurut dan duduk di atas ranjang, lalu Rangga berjongkok dan mulai mengangkat kaki Nathalie dan meletakannya di pahanya lalu mulai memijit kaki Nathalie. Nathalie yang kaget dengan perlakuan Rangga menarik kakinya dan hampir terjatu.


"Aduh kenapa sih kamu?"


"Astaga maaf-maaf Tuan aku tidak sengaja habisnya aku kaget Tuan ngapain sih megang-megang kaki aku?"


"Aku itu mau mijitin kaki kamu, bukan mau ngapain, pikiran kamu tu jangan ane-ane"


"Bukan! Bukan itu yang aku pikirkan, tapi aku kaget aja, Tuan ngapain harus mijitin kaki aku?"


"karena kamu sudah masakin aku makanan, jadi sekarang giliran aku membantu kenapa salah?, ya sudah sana suru orang lain yang mijitin kalau gak suru si Riyan yang mijitin" Rangga sudah mulai kesal berdebat dengan Nathalie.


"Bukan begitu maksut aku, aku hanya sedikit pegal saja, nanti juga hilang sendiri, tidak perlu di pijit"


"Ah sudah lah"


"Maaf aku cuma tidak enak saja Tuan"


Rangga tidak membalasnya ia mala lari ke kamar mandi untuk, membersihkan dirinya tapi sialnya ia menghirup berbagai macam bau harum yang ada di kamar mandi dan kepalanya mulai pusing.


"Huekkkk" Rangga mulai mengeluarkan isi perutnya tetapi hanya cairan yang keluar.


"Tuan apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja di dalam?" Nathalie panik dan menggedor-gedor pintu kamar mandi, ia sampai lupa untuk mencoba membukanya.


Hingga akhirnya pintu itu di buka oleh Nathalie, Nathalie mendekati Rangga dan mulai memijat belakangnya.


"Tuan ayo kita ke rumah sakit, Tuan pasti sakit"


"A-aku gak apa-apa" Rangga membalasnya dengan terbantah-bantah

__ADS_1


Nathalie terus memijit Rangga hingga Rangga enakan barulah mereka keluar dari kamar mandi.


Mereka keluar dan Nathalie memijit belakang, tengkuk hingga perut Rangga dengan minyak kayu putih.


"Gimana sudah enakan?" Tanya Nathalie setelah ia menyimpan minyak kayu putih itu di atas nakas.


"Ia sudah, aku gak apa-apa, ayo gantian aku pijitin kamu"


"Gak usa, aku gak apa-apa ayo kita makan dulu"


"Tapi kamu tadi pegal kan"


"Ia tapi sekarang sudah tidak sakit"


"Tapi aku mau pijitin kamu, bole ya?"


"Nanti aja habis kita makan ok?"


"Baiklah"


Mereka berdua turun ke bawa dan memakan makan siang mereka yang telah di siapkan tadi.


Saat makan, Rangga tidak menyadari jika makanan yang sementara ia makan itu dimasak oleh Nathalie sehingga ia makan dengan tenang.


Sementara Nathalie punya banyak pertanyaan di benaknya.


"Tuan, gimana makanannya, apakah ada yang kurang?"


"Ha? gak, gak ada yang kurang ini enak. Semuanya enak"


"Terimakasih? Untuk apa?"


"Ha? Gak, gak apa-apa terimakasih aja"


"Apa dia lupa kalau itu masakanku?" Pikir Nathalie.


"Kamu pikir aku lupa kalau ini masakan kamu?"


"hehe aku pikir begitu"


"Bukannya aku yang menyurumu masak tadi?"


"Aku lupa saat aku makan tadi tapi aku ingat lagi saat kau berterimakasih, dan harusnya aku yang terimakasih"


"Terimakasih untuk apa?"


"Untuk makanan terenak yang di masak isteriku"


"Uhuk-uhuk- Nathalie tersendak makanan"


"Kamu kenapa sih! Gak suka di panggil isteri?"

__ADS_1


"Gak bukan itu maksutku, aku cuma kaget aja"


"Kenapa kaget? Kamu memang isteriku kan, atau kamu punya su--"


Nathalie dengan cepat meletakan jarinya di bibir Rangga dan berkata


"Ia aku isterimu" kata Nathalie


"Ayo cepat makan, bukannya kamu punya hutang sama aku? Kamu harus memijit kakiku"


"Oh ia"


Mereka melanjutkan makanannya hingga habis dan kembali ke kamar mereka.


Sesampainya di kamar Rangga meminta Nathalie untuk memijat kakinya.


"Ayo mana kakimu, sini aku pijat kakimu"


"Gak usa aku ngantuk mau tidur"


"Kan kamu tinggal tidur aja dan aku pijatin kakimu"


"Tapi aku tidak akan nyaman kalau aku tidur trus di gangguin gitu"


Baik Nathalie maupun Rangga terdiam. Nathalie sadar dengan kata-katanya ada yang salah dari kata-katanya barusan.


"Maksut aku itu-"


"Sudah stop! kamu merasa terganggu kan? Ok aku akan pergi agar tidak ada yang mengganggu kamu lagi"


"Tapi bukan itu maksut aku, gimana sih aku jelasinnya ke kamu biar kamu paham maksut aku, aku jadi bingung"


"Aku benar-benar minta maaf" Nathalie berbicara sambil menyatukan kedua tangannya tanda memohon kepada Rangga.


Namun Rangga tidak peduli, ia mala memilih untuk pergi dari kamarnya. Ia benar-benar tersinggung dan marah dengan ucapan Nathalie.


Nathalie mengejar Rangga namun Rangga dengan cepat menutup pintu kamarnya sehingga Nathalie tidak mengejarnya sampai keluar kamar.


Nathalie berdiri di depan pintu dan bersandar di pintu.


"Aku minta maaf, sunggu bukan itu maksutku. Aku tidak berniat menyinggung perasaanmu, Maaf" Nathalie berbicara sendiri.


Nathalie tetap duduk di depan pintu dan ia mala ketiduran sambil bersandar di pintu.


Pukul 5 sore Rangga pulang dan segerah ke kamarnya karena ia suda bertanya ke pembantu, apakah isterinya keluar kamar atau tidak dan semua pembantu manjawab jika Nathalie belum keluar kamar, dan hal itu membuat Rangga sedikit panik hingga ia memili untuk segerah ke kamarnya.


Rangga masuk dan membuka pintu begitu saja karena ia pikir pintu itu tidak di kunci, tapi ternayata pintu kamar itu sangat susah untuk di dorong.


Rangga mendorong lagi pintu itu karena, kelihatan pintu itu tidak di kunci tetapi ada benda yang sengaja di taro di balik pintu itu. Karena kamarnya sudah mulai gelap dan tidak ada lampu yang menyala, Rangga mendorong sedikit keras pintu itu hingga terbuka.


Namun betapa kagetnya ia melihat Nathalie tertidur di lantai dingin itu tanpa alas apapun Rangga mendekati Nathalie dan mengangkat tubu kecil itu ke atas ranjang

__ADS_1


...Bersambung...


See you Next🤗😍


__ADS_2