Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
16 Permintaan Maaf


__ADS_3

Pertanyaan Nathalie tak di jawab begitu saja,


Dirly yang tidak ingin membuang kesempatan itu memeluk Nathalie erat, lalu melongarkan pelukannya sedikit dan mencium dahi Nathalie sedikit lama.


"Terimakasih, terimakasih karena suda memberiku kesempatan untuk memperbaiki ini semua, maafkan aku yang tidak tau apapun tentangmu, maafkan aku yang suda membuatmu terluka, aku benar-benar menyesali perbuatanku, dan aku---"


"Duhhh cerewet bangat apa sih, bisa diam gak!?" kata Nathalie sambil membukam mulut Dirly dengan tangannya.


Dirly yang diperlakukan seperi itupun diam tak melanjutkan kata-katanya.


"kenapa jadi cerewet gini sih?" lanjut Nathalie sambil melepaskan tangannya dan mencubit gemas pipi Dirly. "Kamu diam dan mulai sekarang merutlah kalau tidak.." Nathalie sengaja mengantungkan kata-katanya.


"Kalau tidak apa sayang," jawab Dirly cepat


"Chikk gak sabar bangat."


"Kalau tidak kamu akan terima hukumannya yang lebih parah dari ini, dan ingat! kamu hanya punya satu kesempatan jika kesempatan itu tidak kamu gunakan dengan baik, bye tidak ada kesempatan berikutnya.


Menurutku semuanya bisa kita bicarakan dengan baik, tapi tidak untuk hal lain.


"ia maaf, aku akan menggunakan kesempatan ini dengan baik, jadi kita baikan?" tanya Dirly dengan Senyumnya.


"Baikan atau balikan?" Nathalie balik bertanya


"Balikan, emang putus jadi balikan? Baikan bukan balikan" Dirly membenarkan kata-kata Nthalie.


"ia juga ya hihi"


"Sayang tapi, hmmm" Durly menjedah kata-katanya sebentar.


"apa, apa ada yang kamu lupa?" Tanya Nathalie sengaja memancing.


"Hem, itu ada sih tapi biar aja, lupakan saja" kata Dirly bernada kecewa, ia sebenarnya ingin bertanya tapi karena Nathalie baru memaafkannya jadi dia pikir ini bukanlah waktu yang tepat.


Nathalie mengambil Hpnya di dari dalam tasnya lalu ia melihat jam suda pukul 04:15am


"Ternyata suda subuh" gumamnya pelan


Nathalie pun dengan hati-hati memencet sebua nomor telepon lalu menelepon sesorang.


Setelah tersambung barulah ia mulai berbicara.


"halo apakah aku mengganggu tidurmu sayang?" Dirly yang mendengarnya pun langsung merampas Hp dari tangan Nathalie dan melihat layar HP Nathalie. Dirly terdiam karena penelpon inilah awal dari masaalh mereka.


Dirly yang mendengar suara di sebrang sana masi berbicarapun, memberi kode agar Natahalie menjawab.


"Kamu bicara sama dia, untuk apa kamu merampas HP ku kalau bukan ingin tau ia kan?" Tanya Nathalie.


"Sayang aku mohon jangan mulai lagi" Suara Dirly melemah.


"Makanya bicara dulu biar tau" Nathalie pun mengambil HPnya kembali lalu meruba suara HPnya ke Speaker


"Halo Dri, apa kaka mengganggumu?" tanya Nathalie.


"Sangat ganggu kak, kaka tu bisa gak kalau telefon aku tu gak usa jam segini, kebiasaan bangat telepon orang jam segini, mau gak di angkat takutnya penting" Kata Hendri dengan kesal karena bukan sekali saja Nathalie selalu mengganggunya setiap subuh, karena Nathalie selalu bangun subuh untuk mengurus orang rumah, maka ia merasa itu adalah waktu yang tepat untuk gangguin adik sepupunya itu.


"iaia maaf, kaka lagi sama seseorang gimana kalau kamu bicara dengannya sepertinya dia sangat penasaran dengan suaramu itu" kata Nathalie yang mendapatkan pelototan dari Dirly.

__ADS_1


"Siapa? Jangan macam-macam kamu, ini masi subuh kamu tidur sama siapa" Namun yang jawab bukan Nathalie karena HPnya sudah beralih.


"Halo" kata Dirly yang langsung mendapatkan banyak pertanyaan


"Kamu siapa, kenapa bisa sama Kakaku se pagi ini?, jangan macam-macam kamu" Nathalie yang mendengar adiknya mulai panik pun mengambil HPnya lalu menjelaskan semua kejadiannya.


"Suda puas? Aku bukan sepertimu yang diam-diam memperlakukan orang lain dengan manis, memeluk orang lain di tempat sepi lalu memanfaatkan keadaan, mencari kesempatan dalam kesemm-----"


Kata-kata Nathalie berhenti saat Dirly yang suda tida sabar mendengar semua omelan Nathalie itu menyentu bibirnya sekilas di bibir Nathalie.


Nathalie yang mendapat serangan tiba-tiba itu langsung terdiam.


"Shhuttt diam, nanti aku jelasin semuanya tapi bukan di sini dan bukan sekarang.


Aku ingin menjelaskan semua itu nanti saat ada Dessy, biar semuanya jelas tidak ada yang di tutup-tutupi ok?" Kata Dirly sambil menarik tengkuk Nathalie dan menyatukan kening mereka itu membuat bibir mereka hampir kembali bersentuhan.


Natahlie yang baru pertama kali diperlakukan sepertu ini oleh seorang lelakipun hanya diam, ia merasakan hal yang aneh di dalam dirinya itu.


"Ya sudah sekarang kamu isterahat dulu, sebentar aku akan menjagamu sampai pagi, karena kata dokter pagi ini kita akan pulang" Natahali hanya menjawab dengan anggukan.


Dirly yang menyadari perubahan sikap Nathaliepun segerah membatu Nathalie dan membaringkannya di tempat tidur dengan hati-hati.


"Sorry aku kelepasan" kata Dirly menyesali perbuatannya


"It's okay, gak apa-apa. Aku ngerti" Kata Nathalie lalu tidur membelakangi Dirly. Namun Nathalie yang suda terbiasa bangun pagi itu tidak bisa tidur kembali, di tambah lagi sebua insiden beberapa waktu lalu itu, membuatnya semakin tidak bisa tidur hingga menjelang pagi.


Pagi itu mereka pulang bertiga, mereka menyuru Sinta untuk tidak menjemput dan memilih untuk pulang sendiri.


Setelah pulang dari Rumah sakit itu Nathalie yang sudah pulang ke rumahnya kembali melakukan rutinitasnya setiap hari di rumahnya.


Tiba saatnya mereka kembali ke Sekolah untuk mendengarkan hasil ujian akhir mereka, sekaligus perpisahan antara murid dan guru.


Dan kini kembali mereka ber empat di Kantin.


"Kamu rencarananya mau kuliah di mana Nat" Tanya Dava kepada Nathalie dan lansung di jawab oleh Naomi sebelum Nathalie menjawabnya.


"yang jelas sama aku, di Kampus yang sama" dan Dava hanya ber ohria membalas jawaban Naomi.


Setelah mereka selesai dengan kegiatan mereka di Kantin merekapun segerah masuk karena acara akan segerah di mulai.


Setelah mendengar hasil ujian mereka dan semua di nyatakan lulus.


Namun kini giliran Nathalie yang di kejutkan dengan hasil nilai yang sangat bagus hingga mendapatkan Beasiswa untuk melanjutkan Kuliah di salah satu Kampus terbaik di Kota dan tentu di kampus yang sama di mana Naomi, Dava maupun Dirly Kuliah.


"Kamu hebat baby, kamu hebat sekali bisa mendapatkan Beasiswa itu" Kata Naomi yang sangat bangga sekaligus bahagia dengan Prestasi Sahabatnya itu.


Namun Nathalie tidak bisa bersemangat dulu karena pergi dan tidaknya tergantung orangtuanya mengijinkannya atau tidak.


"kok ngelamun? Happy dong, kenapa jadi aku yang senang, kamu mala gak senang gitu mukanya" tanya Naomi.


"ia senang si senang, tapi aku hanya lagi mikir aja, apa orangtuaku ijinin aku Kuliah atau gak" jawab Nathalie.


"Jangan mikir yang ane-ane, kamu kan kuliah bukan pake uang mereka tapi pake beasiswa, kalo mereka gak ijinin kamu lanjut, pasti mereka yang malu sendiri nanti" sahut Naomi.


"ia juga sih" jawab Nathalie


"ya suda ayo kita senang-senang, gabung sam mereka lagi pada warnain seragam tu"

__ADS_1


"ok ayo" jawab Nathalie Namun belum sempat melangka suda ada Dirly di sampingnya


"Ikut aku" kata Dirly


"Mau kemana?"


"ayo ikut aja, yang jelas bukan ingin mencelakai kamu" Nathalie mengerutkan dahinya namun ia pun akhirnya ngikut kemana Dirly pergi karena tangannya tetap di genggaman Dirly.


"Dessy" guman Nathalie pelan


"ia itu Dessy, aku tidak mau kita keluar dari Sekolah ini dengan membawa pengalaman pahit, tapi aku mau kita keluar dengan pengalaman yang membuat kita akan selalu mengingat kenangan manis di Sekolah ini.


Aku ingin meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi beberapa waktu lalu itu, baik di Kantin, Perpustakaan, maupun di Mall itu"


ucap Dirly lalu berjalan ke arah Dessy tanpa melepaskan genggaman tangannya pada tangan Nathalie.


"Dessy ini adalah--"


"Sudah cukup aku tidak mau dengar lagi" Nathalie yang mengira Dirly akan memperkenalkan Desy sebagai mantannya atau, selingkuhannya itupun tidak mau sakit hati lagi maka ia memili untuk pergi dari sana tanpa mendengarkan penjelasan Dirly.


Nathalie lari tidak peduli orang mau melihatnnya atau tidak, ia marah dan menangis, tanpa orang tau, ia masuk ke dalam ruang perpustakaan, menabrak buku-buku yang di sana hingga berserakan ia marah kepada dirinya sendiri karena selalu lemah di hadapan Dirly.


Dirly pun lari mengejar Nathalie Desy membiarkan Dirly untuk pergi. Desypun berpesan kepada Dirly agar memahami keadaan Nathalie dan tidak menghadapinya dengan amara.


Dirly mengikuti langka Nathalie dan masuk ke dalam Perpustakaan ia melihat di ruangan itu sepi karena semua murid berada di luar dan lagi bersenang-senang dengan kelulusan mereka. Dirlypun menutup pintu Perpustakaan itu dari dalam lalu ia mulai mencari Nathalie.


Dirly mencari-cari Nathalie namun Ruangan yang cukup luas itu di penuhi buku-buku yang bersekan iapun mengikuti arah tersebut karena ia berpikir Nathalie yang menyebabkan buku-buku itu berantakan.


Dirly kaget ia melihat Nathalie bersandar di salah satu rak buku dan menangis sesunggukan.


Dirly mendekati Nathalie tanpa aba-aba ia memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat.


Nathalie yang kaget itu terus memberontak di dalam pelukan Dirly, namun Dirly tak mau kala dengan tangan kekar itu terus menarik tubu kecil Nathalie dan masuk ke dalam pelukannya sangan erat, hingga tanpa Dirly sadari baju putinya itu suda basa terkena air mata Nathalie.


"sudah cukup! diam, dan dengarkan aku.


Jika kau tidak ingin aku melakukannya lebih dari ini maka diamlah"


Nathalie yang mendengar kata-kata Dirly itu semakin menangis.


"Hei sayang maaf, maafkan aku jika kamu menagis terus aku tidak bisa jelaskan sam kamu, kalau Desy itu sepupuku" Nathalie yang mendengar hal itu langsung melepaskan pelukannya dan melihat mata Dirly.


"Apa, apa aku tidak salah dengar?"


"Ya tentu saja, Desy adalah sepupuku makanya aku ingin memperkenalkannya padamu tapi kau mala lari tanpa mendengar penjelasanku"


"Tapi, lalu waktu itu?" Tanya Nathalie masi tidak percaya.


"Ia waktu itu, dia curhat sama aku kalau dia di khianati pacarnya, makanya aku semangatin dia tapi dia mala nangis" Kata Dirly dan Nathalie menatap matanya untuk mencari kebohongan namun, tidak ada kebohongan di sana, di mata Dirly hanya ketulusan.


"jadi aku salah dong berarti? Maaf" liri Nathalie.


"Yah gitu deh" Jawab Dirly singkat


...Bersambung...


See you next😍🤗

__ADS_1


__ADS_2