Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
Pulang


__ADS_3

Rangga berteriak-teriak ia sangat marah kepada Riyan karena meninggalkan Nathalie dan Nathalie kabur dari rumah sakit. Begitu pikiran Rangga


"Cepat cari di luar, Nathalie sedang sakit mungkin dia belum terlalu jauh. Suru orang memeriksa CCTV yang mengarah ke ruangan ini" Rangga bicara sambil berteriak.


Namun sebelum Riyan beranjak pergi, pintu kamar mandi di ruang rawat Nathalie terbuka.


"Cekrekkk" bunyi pintu kamar mandi


Rangga dan Riyan segerah berbalik dan melihat ke arah pintu kamar mandi tersebut.


Terlihat wajah pucat Nathalie dari balik pintu kamar mandi yang sedang mendorong perlahan tongkat Gantungan botol infus yang di genggamnya.


Entah kemana Amara Rangga yang dari tadi menggebu-gebu ia berjalan cepat mendekati Nathalie lalu menuntun Nathalie ke tempat tidur.


Nathalie yang di perlakukan seperti itu oleh Rangga meramas kuat tiang infus yang di genggamnya.


Setelah sampai di dekat ranjang, ia naik ke atas Ranjang berusaha tenang namun takutnya kembali lagi saat jari jemari Rangga menyentuhnya tadi, Nathalie segera masuk ke dalam selimut dan menutupi tubunya dengan selimut sampai ke seluruh wajahnya, Nathalie berbalik membelakangi Rangga yang berdiri di samping ranjang pasien dan mulai memejamkan matanya namun air matanya mulai keluar dengan sendirinya tanpa di sadari.


Nathalie menangis sesugukan di dalam selimut pasien, namun tak ada yang tau.


Rangga dan Riyan pergi ke kantor tanpa


sepengetahuan Nathalie.


Emang siapa Nathalie bagi Rangga sehingga ia harus meminta ijin ataupun berpamitan, bagi Rangga Nathalie hanya seorang musu jarena pernikahan yang di anggap hanya di atas kertas itu membuat Rangga tidak memanggap Nathalie sebagai istri, padahal jika di pikir-pikir Nathalie mamang istri sahnya Rangga karena di nikahi secara Hukum dan Agama namun itu tak berlaku bagi seorang "Rangga Aditya Smith"


Rangga pergi namun tak lupa ia memberi penjagaan ketat.


Nathalie seperti seorang tahanan di dalam Ruang rawat karena setiap orang yang masuk ke sana harus di periksa oleh Bodyguard yang bertugas menjaga Nathalie, pemeriksaan itu tak luput dari dokter, perawat atau semua yang bertugas tak terkecuali.


Mereka semua di periksa sebelum masuk ke ruangan itu tetapi tak satupun yang berani membanta karena yang memberi aturan itu pemilik Rumah Sakit itu sendiri.


Dua hari Nathalie di rawat di Rumah sakit, ia tak melihat Rangga maupun Riyan mengunjunginya atau menjaganya seperti kemarin di Rumah sakit, namun Nathaie tak berani untuk bertanya.


Rangga dan Riyan kini sedang berada di luar Negeri untuk urusan kantor.


setelah Riyan menerima telepon di rumah sakit pagi itu mereka langsung terbang ke luar Negeri untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di kantor cabang di Negara S.


Setelah dua hari dan tiga malam di rawat di rumah sakit kini keadaan Nathalie sudah pulih, namun ia masi suka takut jika mengingat hal itu.


Natahlie pulang di antar sopir dan Bodyguard.


Selama perjalanan Nathalie selalu diam tak berani bertanya ataupun membicarakan hal lain.


Sampai lah di parkiran Mansion milik Rangga, Nathalie langsung membuka pintu mobil dan turun sebelum Bodyguard atau sopir turun untuk membukakan pintunya.


Nathalie masuk ke dalam Mansion yang sudah dua hari ia tinggalkan itu, ia masuk setelah memberi salam kepada pembantu yang menyambutnya di pintu utama.


"Pagi Bi" sapa Nathalie tersenyum hangat kepada asisten rumah tangga yang suda sedikit tua itu.


"Pagi Non, apa kabar" Balas bi Ratna


"aku baik, bibi apa kabar juga" Nathalie bertanya sambil berjalan menuju ke atas arah kamarnya


"Bibi juga baik non" balas bi Ratna lagi sambil membantu Nathalie menuju ke kamar.


Setelah sampai di kamar Nathalie yang berukurun kecil dan penuh dengan barang-barang bekas itu, Nathalie segerah membersihkan dirinya hampir tiga jam ia hanya mandi dan keramas di kamar mandi sampai ia merasa lapar.


Namun tak disadari Nathalie, ada seseorang yang sedang mengerutkan dahinya melihat Nathalie di layar ponselnya.

__ADS_1


Melihat Nathalie yang begitu nyaman lama di dalam kamar mandi, namun ia sedikit bingung.


"Dia mandi kan? tidak mungkin ia berendam karena di kamar mandi itu tidak ada bathub kecuali Shower.


Kenapa aku tidak memasangkan kamera di kamar mandi sekalian biar bisa lihat apa yang dilakukannya di dalam sana" gumam orang itu setelahnya ia tersenyum mengangkat sebela bibirnya karena Nathalie suda muncul di layar ponselnya


Nathalie keluar dari kamar mandi memakai handuk dan satu handuk lagi di lilitkan di rambutnya ia mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil duduk di ranjang.


Mata orang itu terus melihat ke layar ponselnya tanpa berkedip.


Bi Ranta yang di dapur memanggil-manggil nama Tina dan Rita untuk memberitahu Nathalie ke bawa karena makan siangnya sudah siap. Namun tak ada satupun yang menyahutinya, Bi Ranta berjalan ke arah kamar ART yang di sebelah dapur dan juga bersebelahan dengan kamar Dimas tukang kebun yang masi seumuran Nathalie namun ia tak melanjutkan pendidikannya karena lebih memilih merantau dan bekerja.


Bi Ranta heran dengan Dimas karena ia melihat Dimas lagi senyum-senyum sendiri melihat serius ke layar ponselnya, Bi Ranta yang mulai mara karena dari tadi ia bertanya tentang kedua gadis itu, tak Dimas hiraukan, mungkin ia tidak mendengar apa yang di tanya Bi Ratna karena lagi serius dengan ponselnya.


"Dimas" Teriak Bi Ratna.


"Eh bibi, kagetin aja" Jawabnya sambil mematikan ponselnya dengan cepat dan menghampiri Bi Ratna.


"Ada apa Bi?" lanjutnya.


"Ada apa- ada apa. Kamu ngapain aja dari tadi senyum-senyum sendiri kaya orang gila, lagi nonton apa kamu?" Bi Ratna mala balik bertanya membuat Dimas panik dan gelagapan menjawabnya..


"Gak ada kok bi, itu hanya vidio lucu dari teman" Jawabnya berbohong


"Ya sudah panggillkan Tina dan Rita, entah kemana mereka dari tadi gak ada yang kelihatan" jawab Bi Ratna lalu berbalik ke dapur.


"Baik bi" jawab Dimas segerah berlalu dari sana. Setelah menjauh dari bi Ranta Dimas mengelus dadanya,


"Hampir aja ketahuan" gumamnya pelan


Setelah Bi Ratna sampai di dapur ia melihat Nathalie sudah ada di dapur.


"Eh Non, makanannya sudah siap non duduk saja di ruang makan, nanti bibi siapkan" kata Bi Ratna tidak enak hati karena majikannya itu memasak mei instan sendiri.


"Astaga bibi ngagetin aja, maaf aku sudah sangat lapar jadi aku pinjam dapurnya sebentar" Jawab Nathalie.


Karena ia pikir tidak perlu ada majikan atau pembantu sama saja dengan Pembantu rumah itu, Nathalie juga bekerja dan tidur di tempat yang sama seperti pembantunya jadi menurut dia tidak ada bedanya dia dan pembantu.


"tapi Non, jika di lihat Tuan, saya akan dimarah" Jawab Bi Ratna.


"Hehe bibi ini ada-ada saja, aku kan bukan siapa-siapa di rumah ini, jadi tidak akan ada yang marah, lagian orang yang bibi takuti juga tidak ada di sini" sahut Nathalie.


Mie yang di masaknya sudah matang, Nathalie segerah mengangkat semangkok Mie instan itu ke meja dapur yang biasa di tempati Pembantunya makan, Nathalie duduk di kursi dan mulai memakan mie instannya sampai habis.


Ia tidak peduli dengan Bi Ratna yang berbicara sendiri dari tadi.


Setelah makan baru Nathalie mulai bicara lagi.


"Sudah kenyang" gumam Nathalie.


"Bi, apa ada tugas dari Tuan untukku?" Nathalie bertanya setelah ia mencuci mangkok bekas makannya dan menyimpannya di tempat asalnya.


"Ha? Suda habis makannya?" Bi Ratna yang sedari tadi bicara dan serius dengan pekerjaannya tidak memperhatikan Nathalie yang sudah selesai makan.


"Sudah lah, aku makan tidak perlu lama-lama karena membuang waktu, aku pasti masi punya banyak pekerjaan, apa pekerjaanku setelah ini? Jawab Nathalie


"Tapi tidak ada pekerjaan untuk Non kerjakan, Non hanya di suru isterahat saja sebelum Tuan Pulang" Jawab Bi Ratna.


"Oh emangnya dia ke mana" Tanya Nathalie sedikit kepo

__ADS_1


"Saya tidak tau Non, tapi Non di suruh isterahat saja sebelum Tuan pulang"


"Oh jadi saat dia pulang baru aku akan bekerja begitu kah?" Sahut Nathalie tersenyum kecut.


Bi Ratna hanya ber dehem untuk meng iakan perkataan Nathalie.


Seharian Nathalie hanya di dalam kamar sesuai perinta Rangga.


Hingga besok Nathalie hanya di perbolehkan keluar ke dapur untuk makan, lalu kembali ke kamar untuk beristerahat.


Keesokan harinya:


Pukul 05:00 Nathalie bangun, Berdoa setelah itu ia membersihkan badannya dan lalu turun ke bawa.


Nathalie ingin membantu ART di dapur namun hal itu di tolak Bi Ratna, jadi Nathalie membuat teh untuk dirinya lalu ia bawa dan kembali ke kamar.


Nathalie yang tidak tau jika Rangga sudah pulang itu jalan dengan santainya membawa teh panas itu menuju kamarnya namun tangannya di cekal hingga Nathalie berteriak dan teh panas itu hampir menyiram tubunya jika Rangga tak menendang gelas yang di bawa Nathalie.


Bi Ratna yang mendengar suara Nathalie segerah ke atas dan melihat apa yang terjadi namun ia urungkan niatnya saat melihat Tuannya sedang bersama Nathalie.


Bi Ratna pun ingin berbalik namun berhenti saat mendengar suara Rangga.


"Bi, tolong bersihkan ini ya, dan buatkan teh yang baru untuknya" Rangga berbicara sambil menaikan alisnya kode ke arah Nathalie.


"Baik lah Tuan" Sahut Bi Ratna.


"Siapkan pakaian untuk ku" Kata Rangga setelah mereka sampai di Kamar


Nathalie hanya mendengar dan melakukan semua tugas yang Rangga berikan tanpa bersuara


Sementara Rangga masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah ia keluar, Nathalie sudah tidak ada di kamar.


Rangga melihat se gelas teh yang di bawa Bi Ratna tadi, masi ada di atas meja nakas.


Rangga mengangkat kedua alisnya.


"apakah dia pikir teh itu untuk ku?" Rangga berbicara sendiri.


Setelah memakai pakaiannya Rangga turun ke bawa dengan membawa teh itu.


"Bi, tolong panggilkan Nathalie untuk sarapan"


"Baiklah Tuan" jawab Bi Ratna segerah ia ke kamar Nathalie dan memanggilnya untuk Sarapan.


Setelah sampai di meja makan, Nathalie duduk berhadapan dengan Rangga, ia menundukan wajahnya tak menatap wajah Rangga sampai makanan mereka habis.


"Jangan lupa meminum teh mu" Kata Rangga memecahkan keheningan


"Baiklah Tuan" jawab Nathalie tanpa melihat ke arah Rangga.


Setelah mereka selesai sarapan Rangga ke kantor dan, Nathalie pun kembali ke kamarnya.


Karena setiap hari seperti itulah kehidupannya setelah keluar dari rumah sakit.


......Bersambung......


See you Next😍🤗

__ADS_1


__ADS_2