Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
Kedatangan Mita


__ADS_3

Nathalie mondar mandir tidak jelas di kamarnya karena ia tidak di izinkan keluar hingga jam makan siang tiba. Sementara Rangga sudah selesai dengan pekerjaannya di kantor dan bersiap untuk pergi.


"Riyan setelah ini apakah ada lagi pekerjaan?" tanya Rangga kepada sang sekertaris.


"Tidak ada Tuan hanya, sore nanti ada pertemuan dengan Dirgantara group"


"Jam berapa?"


"Belum di tentukan jamnya berapa, tapi jika Tuan punya permintaan, akan saya sampaikan"


"Tidak" Oh ya jam empat. Kalau bisa sendiri, kamu sendiri aja"


"Tapi Tuan, mereka ingin Tuan sendiri yang langsung menemui mereka."


"Ok baiklah" Kata Rangga langsung menuju ke pintu keluar dan menuju Lift.


"Kemana Tuan? Tidak biasanya dia pulang jam segini" Riyan Berbicara sendiri.


Rangga keluar dari lift setelah sampai ke lantai dasar kantor itu dan berjalan ke arah Parkiran. Karena Riyan masi mengurus pertemuannya dengan client sore nanti maka Rangga akan pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri.


Rangga pulang ke rumah.


Setelah sampai di gerbang rumah, ia memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam rumah.


"Bi, mana Nathalie? Tannya Rangga pada Bi Ratna


"Ada Tuan, di kamarnya"


"apa yang dia lakukan hari ini?"


Pembantu itu terdiam dan masi berpikir karena janjinya dengan Nathalie tadi


"Bibi, apa yang dia lakukan hari ini? Tanya Rangga lagi


"Eh! Maaf Tuan saya sudah melarang Nona tadi untuk tidak bekerja, tapi Nona menolaknya"


"Tidak apa-apa Bi, terimakasih"


Rangga berjalan menaiki anak tangga satu per satu dan menuju ke kamarnya, namun hal itu di ketahui Nathalie yang lagi bersantai di atas tempat tidurnya.


Nathalie mendekati Rangga dan bertanya, apa yang harus ia lakukan.


"Tuan apakah perlu saya bantu? Tanya Nathalie setelah mengetuk pintu kamar Rangga dan di izinkan masuk.


"Apa perlu saya mengingatkan tugasmu?"


Nathalie masuk ke kamar dan mulai menyiapkan pakaian Rangga.


Rangga yang belum melepaskan pakaian satu pun itu duduk di atas kursi sofa yang berada di kamarnya tersebut.


"Apa kau akan menyuruhku untuk mandi di siang hari ini? Apa kau buta sehingga tidak bisa melihat ke luar sana?"


Kata-kata Rangga berhasil menghentikan gerakan Nathalie.


"Masi tunggu apa lagi? Buka Sepatuku"


Nathalie kaget tapi ia tidak berani protes, karena ia tau posisinya.


Segerah Nathalie mendekat dan berjongkok di depan Rangga dan mulai membuka tali sepatunya.


"Hati-hati karena itu sepatu mahal, bisa membeli harga dirimu"


Nathalie suda biasa dengan hinaan maupun Cacian yang keluar dari mulut Rangga jadi dia merasa biasa saja.


Ia segerah membuka sepatu Rangga dan menyimpannya di tempatnya sesuai perintah Rangga.


Setelah itu Nathalie keluar dari kamar Rangga.


"Tunggu aku, nanti kita makan siang sama-sama" Kata Rangga sebelum Nathalie keluar.


"Baik Tuan.


Setelah Nathalie keluar Rangga beristerahat sebentar namun ia ketiduran dan lupa dengan perjanjian makannya bersama Nathalie.


Nathalie yang suda terbiasa menahan lapar itu merasa biasa saja, namun ia heran kenapa Rangga tidak makan siang.


"Jika tidak ingin makan siang, jangan membuat janji" Gumam Nathalie lalu ia sadar seketika jika dirinya bukan siapa-siapa yang harus di tepati janjinya


Ponsel Rangga yang berada di atas Nakas berdering saat waktu suda menunjukan pukul empat sore.


Rangga ketiduran dua jam setelah menerima telepon tadi.

__ADS_1


"Siapa sih yang menelpon se pagi ini? Gumam Rangga lalu ia kaget ternyata dia ketiduran karena melihat keluar jendela masi sangat terik.


"Halo ada apa Riyan? Tanya Rangga setelah menerima panggilan dari Riyan.


"Tuan Client dari Dirgantara Group sudah menunggu di Cafe"


"Oh Astaga jam berapa ini" Gumam Rangga.


"Ok baiklah tunggu aku 30 menit lagi" Jawab Rangga.


"Baik Tuan.


Rangga segerah membersihkan dirinya lalu pergi ke tempat pertemuannya dengan Clientnya itu.


Setelah Rangga pergi, Nathalie keluar dari kamarnya lalu ia pergi ke dapur untuk membuat segelas teh hangat untuk di minum.


Sesampainya Rangga di Cafe tempat pertemuannya dengan clientnya itu, Rangga masuk dan menemui Riyan dan yang lainnya di Cafe itu.


Setelah urusannya selesai, Rangga dan Riyan akhirnya pulang.


Di perjalanan pulang Riyan mulai bicara.


"Tuan Nona Mita akan datang seminggu lagi"


Mita adalah seorang model, namun sekarang ia berada di Luar Negeri untuk memenuhi kotrak kerja dengan perusahan terbesar di luar Negeri, Mita juga adalah wanita yang tergila-gila dengan Rangga, bisa di bilang kekasih bayarannya Rangga, karena beberapa kali Rangga memperkenalkan Mita kepada Wanita-wanita lain, jika Mita adalah Kekasihnya agar orang tak lagi mengejarnya, dan Mita menerima bayaran yang tidak sedikit untuk pekerjaannya itu.


Namun Mita membawa perasaannya yang sesungguhnya ke permainan mereka, dan menganggap Rangga seperti miliknya, bahkan beberapa kali ia memaksa Rangga untuk menikahinya


Tapi bukan Rangga namanya jika tidak mengetahui semua akal busuk dari anak Clientnya sekaligus Kekasinya bayarannya itu.


"Benar kah?, bagus dong" jawab Rangga santai


Riyan hanya diam, ia lupa jika Tuannya menikahi Nathalie dengan banyak syarat dan pernikahan itu hanya sebatas syarat kerja.


Sedangkan yang datang nanti ini Cinta Tuannya.


Begitulah Riyan berpikir, padahal Rangga bermaksut lain.


Setelah sampai di rumah sudah pukul sepulu dan Nathalie tentu belum tidur karena harus melakukan tugasnya.


Rangga masuk dan Riyan pun berpamitan pergi.


Setelah masuk kamar, Rangga berteriak-teriak.


"Ia Tuan" Nathalie yang sudah paham maksut Rangga segerah menuju ke Kamar Rangga.


"Apa kau tuli?"


"Maaf Tuan"


"Maaf, Maaf cepat"


Tanpa kata-kata Nathalie pergi ke kamar mandi, menyiapkan air dan perlengkapan mandinya Rangga, setelah selesai Nathalie keluar dari kamar mandi.


"Buka sepatuku" Kata Rangga


"Baik Tuan" Nathalie berjongkok dan mulai membuka sepatu Rangga.


"Lepaskan kancing kemeja ku, dan layani aku dengan baik seperti seorang istri yang sesunguhnya" kata-kata Rangga berhasil menghentikan gerakan Nathalie.


"Maksut Tuan??"


"Apa perlu aku ajarkan lagi?"


Nathalie terdiam dan Melakukan semua yang di perintahkan.


Setelah semua pakaian Rangga terbuka, dan hanya menyisakan ****** ********. Rangga tersenyum licik.


"Naiklah ke atas dan mulai permainannya, aku ingin kau yang memimpin permainan ini, jangan mengecewakan aku kalau tidak aku akan...."


"Baiklah Tuan" Nathalie jawab dengan cepat karena ia sudah tau jawabannya.


Setelah permainan panas mereka selesai,


Rangga segerah mandi dan Nathalie kembali menyiapkan pakaian ganti Rangga di kamar.


Setelah selesai urusannya di kamar Rangga, Nathalie keluar dari kamar Rangga.


Nathalie merasa dirinya seperti orang yang lagi menjual dirinya, ia menangis di bawa shower hingga kelelahan, ia keluar dan menganti pakaiannya dan melanjutkan tangisannya hingga ketiduran...


Seminggu kemudian Mita akhirnya tiba di Indonesia.

__ADS_1


Mita langsung ke rumah Rangga pagi-pagi, ia tidak tau jika Rangga sudah menika.


"Hai sayang" Sapa Mita setelah sampai di ruang makan Rangga, karena tadi ia sudah bertanya kepada pembantu yang membuka pintu rumah. Pembantu itu mengatakan jika Rangga sedang sarapan.


"Uhhhukkk-Uhhukkkk" Nathalie tersedak makanannya.


"Pelan-pelan makannya" Rangga memperingati Nathalie


"Ia maaf Tuan" Jawab Nathalie lalu mengambil segelas air untuk di minum.


"Sayang kok gak jawab? Apa kamu tau, aku sengaja datang sepagi ini biar temani kamu sarapan, tapi ternyata kamu sudah ada yang temani sarapan" Kata Mita lagi panjang lebar.


"Eh Mit, ayo gabung" Jawab Rangga Santai.


"Ini, dia siapa?" Tanya Mita


"Perkenalkan dirimu dan dia akan perkenalkan dirinya" Jawab Rangga


"Hai aku Mita, kekasih Rangga, kamu siapa"? Mita memperkenalkan dirinya sekaligus bertanya kepada Nathalie.


"Namaku Nathalie, panggil aku Nathalie" Jawab Nathalie singkat.


"Maksut aku kamu siapanya Rangga, kok makan berdua di sini?" Mita bertanya penasaran.


"Aku is..."


"Dia sepupu jauh aku dari kampung"


Jawab Nathalie terpotong karena Rangga dengan cepat menjawab pertanyaan Mita.


"Eh tunggu tapi kenapa Nathalie bilang is,, maksutnya is apa?" tanya Mita


Deg...


"Eh maksut aku, asistennya.


Aku sepupu jauh Tuan Rangga tapi aku tinggal di kampung dan kami tidak saling kenal, jadi aku selalu memanggilnya Tuan dan aku bekerja di sini sebagai asisten rumah tangga." Jawab Nathalie menjelaskan kebohongannya.


"Oh kirain apa, bagus deh jadi nanti kalau kami sudah menika, aku bisa menganggapmu adik ipar kan?" Jawab Mita.


"Baik lah Non, kalau begitu silakan duduk aku permisi dulu" Jawab Nathalie lalu pergi dari meja makan.


Rangga melihat Nathalie tanpa berkedip, membuat Mita merasa panas.


"Sayang, kamu kenapa lihatin dia kaya gitu? Apa aku kurang cantik, hingga kau tak ingin melihatku?"


"Mit suda lah, jangan panggil aku sayang-sayang terus kamu tau aku tidak suka jika kita hanya berdua aku tidak mau dengar, kata-kata itu darimu.


Aku harap kau tidak melupakan posisimu." Jawab Rangga bernada memperingati.


"Apakah sampai sekarang aku belum memiliki hatimu?" Jawab Mita sambil memegang dada bidang Rangga.


Hal itu membuat Nathalie yang sudah berada di lantai dua melihat semua adegan itu, dan ia menyimpulkan jika Rangga lagi bermesraan dengan Mita.


Setelah sarapan, Rangga pergi dengan Mita.


Mereka berjalan menuju ke mobil dengan tangan Mita melingkar di lengan kekar Rangga. Dan Nathalie yang melihat itu dari balkon kamarnya jadi Sakit hati.


"Apa ini, aku sakit hati melihat dia dan kekasinya? ini tidak mungkin.


Apa yang aku rasakan ini Cinta? aku mencintai si penjahat itu?, menjijikan." Gumam Nathalie ia kesal dengan dirinya sendiri karena dikira cemburu melihat kedua kekasi itu.


Nathalie segerah masuk ke dalam kamar mandi, ia membersihkan dirinya lalu turun ke bawa untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


Ia sengaja agar tidak mengingat-ingat hal yang mengganggu pekirannya itu.


Nathalie membantu Pembantu yang bertugas di dapur, ia sudah di larang oleh Bi Ratna tapi Nathalie bersi keras harus bekerja, dengan alasan ia merasa badannya sakit semua karena hanya beristerahat seharian di kamar.


Dan Bi Ratna Mengijinkan Nathaie untuk bekerja, tapi yang ringan-ringan.


Nathalie mengerjakan semuanya hingga tak sadar, sudah jam makan.


Nathalie makan bersama pembantu yang lain di meja makan pembantu.


Nathalie sangat menikmati hari ini, karena tidak di kurung lagi di kamar.


Hingga sore, ia terus bekerja hingga tak menyadari, ada yang melihatnya dari belakang dengan tatapan yang sulit di artikan.


...Bersambung...


Maaf,,, karena kelamaan Upnya...

__ADS_1


Karena aku sakit masuk Rumah sakit, jadi baru bisa Up lagi😴🙏


See you Next😍🤗


__ADS_2