Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
8 Janji


__ADS_3

Seperti biasa yang di jemput akan selalu berjalan kaki menjauh dari rumah tempat tinggalnya sebelum mobil Naomi sampai...


Agar tidak di marahi bahkan di pukul di depan sahabatnya itu, karena jika Ibu tirinya yang galak itu suda mara maka tak segan-segan ia bahkan berani memukul Nathalie di depan Naomi..


[Sebua mobil berhenti di depan Nathalie]


"Mobil siapa itu" pikir Naomi karena belum tau siapa yang berada di balik kaca gelap tersebut. Sampai suara seseorang dari dalam mobil itu mebuyarkan lamunannya...


"Baby ayo masuk" kata Naomi dari dalam Mobil tersebut..


"Ha kok mobil baru? nyetir sendiri pula" kata Nathalie...


Nathalie dan Naomi memang suda bisa menyetir sendiri karena di ajarin oleh supir peribadinya, itu adalah permintaan Sinta dengan alasan yang tidak di ketahui oleh orang lain, entah alasan apa sehingga ia dengan beraninya menyuru anak-anaknya itu untuk latihan menyetir bahkan sebelum mereka memiliki KTP mereka suda bisa menyitir, namun Sinta tidak mengijinkan anak-anak itu menyetir sendiri sebab Belum punya SIM...


Setelah memiliki KTP mereka berdua di suru Sinta agar segerah mengurus SIM agar bisa menyetir mobil dan sekarang mereka suda memiliknya...


Davidson ayah Naomi hanya setuju dengan apa yang di lakukan sang istri karena ia berpikir jika tugas di rumah bukanlah urusannya, selagi itu masih wajar-wajar saja dan positif untuk di lakukan maka Davidson akan membiarkan istrinya untuk melakukan hal apapun yang dia inginkan...


"Hehe ia ni, di suru mama katanya nyetir sendiri karena sopirnya di pake mama"


"ok baik lah, gas" kata Nathalie...


Setelah menempu perjalanan panjang, Naomi sampai di sebua tempat...


Nathalie yang meras tidak asing dengan tempat itu sampai mengerutkan keningnya...


"ngapain ke sini, aku tidak ada jadwal latihan hari ini. Lagi malas" kata Nathalie karena tempat yang jadi tujuan sahabatnya itu adalah, tempat di mana Nathalie latihan belah diri...


"Bukan kamu tapi aku" kata Naomi singkat dan segerah turun dari mobil.


Namun Nathalie masi heran karena ini bukan Selera Naomi...

__ADS_1


"Ayo turun atau mau tidur di dalam mobil?" kata Naomi lagi


"eh ia,, tapi ini benaran kamu mau latihan?"


"Ia dan kamu yang akan jadi guruku" kata Naomi karena ia takut jika latihan dengan orang lain dan akan membuat dia terluka jika tidak mengindari tendangan pelatinya.


"Baby, setiap pukulan dan tendangan itu tetap sama. Tidak ada yang pelan ataupun terlalu kencang, latihan pemula akan ada pemanasan dulu yang tidak terlalu keras, namun perlahan-lahan akan semakin keras dan otot-otot tubu kita akan otomatis menerima semua itu tanpa sakit dan tidaknya itu tergantung niat bukan tergantung emosi, jika kau ingin berlati karena ingin bersaing atau ingin menghukum seseorang dengan niat mu ini maka kamu salah besar, aku ke tempat ini untuk latihan belah diri agar bisa menjaga diriku jika terjadi apa-apa di luar sana yang tidak kita ketahui, bukan untuk balas dendam...


Nathalie menjawab kata-kata sahabatnya itu panjang lebar, seolah ia tau apa yang di pikirkan Sahabatnya itu...


Nathali belum keluar dari mobil, akhirnya sang pemilik mobil pun harus kembali ke mobil dan mereka lanjut pembicaraan mereka di dalam mobil, dengan posisi Mobil yang masi terparkir..


"Tapikan kita akan berpisa jadi setidaknya aku harus tau sedikit cara bertarung, setidaknya cara untuk menghindar dari pukulan orang" kata Naomi sengaja memancing setelah masuk mobil.


"Berpisa? siapa yang mau berpisa darimu? aku akan selalu ada bersamamu dimanapun dan kapanpun, aku akan selalu ada di mana saat kau membutuhkanku"


"benarkah?" tanya Naomi dengan mata berbinar


"Bisakah kau berjanji padaku baby? aku ingin pegang kata-katamu itu sebagai janji bukan hanya pesan singkat" kata Naomi lagi..


"Ya, baiklah aku janji" kata Nathalie sambil menerima jari kelingking Naomi yang di sodorkan ke arahnya sambil mengaitkan kedua jari kelingking mereka, itu adalah bukti perjanjian mereka setiap kali ada janji...


"Emmm terimakasih by, aku sangat bahagia karena tidak akan berpisa dari kamu, berarti kamu terima tawaran aku yang kemarin kan??" Kata Naomi dengan mata berbinar di balik pelukan sahabatnya itu..


deg


Nathalie tersadar jika ini hanya alasannya Naomi yang sengaja agar Nathalie mengikat janji dengannya, namun ia suda terlanjur berjanji yang tidak mungkin akan ia ingkari..


Nathalie bingung harus menjawab apa, di satu sisi ia kasian kepada sang ayah karena jika ia pergi jauh dari ayahnya maka ia takut jika tidak ada yang akan mengurus sang Ayah. Yah walaupun selama ini sang ayah lebih percaya pada ucapan istrinya dan selalu seenaknya memarahi Nathalie bahkan mencaci maki, dan memukulnya namun entah hati gadis itu terbuat dari apa, sehingga walaupun sudah di jahatin oleh sang ayah tapi ia tetap menyayanginya dan mengurus segalah kebutuhannya, walaupun setelah itu sang ibu tiri yang akan mengakui pekerjaanya itu...


Sementara di sisi lain Nathalie juga tidak bisa mengingkari janji yang suda ia buat walau kenyataanya memang ia juga tidak bisa jauh dari sahabtnya itu, namun dengan janji itu Nathalie semakin merasa bersalah dan dilema dengan apa yang di hadapinya sekarang..

__ADS_1


"babyyy" teriak naomi,,


"Mala ngelamun, melamun apa? jangan bilang kamu lagi memikirkan si Kutup itu [Dirli maksudnya]"


"apa sih! jangan ngaco kamu, siapa yang memikirkan dia, suda hampir sebulan gak letemu masa ia masi ingat, dia aja uda lupain aku" kata Nathalie..


Namun seketika Naomi merasa bersalah setelah mendengar kata-kata sahabatnya itu...


Karena yang sebenarnya ia tau dari Dava sang pacar, hingga sekarang Dirli masi ingin jika Nathalie memaafkannya, ia ingin menjelaskan semuanya, tetapi Naomi yang takut menceritakan kepada sang sahabat dengan alasan takut melihat Nathalie sakit hati dan menangis lagi.


"baby lupakan janji kita tadi, nanti kita bicarakan saat kita pulang, dan pasti mama akan merasa senang jika ia tau kau akan pergi bersamaku ke Luar Kota" kata Naomi dengan mata berbinar ia sangat bahagia saat ini...


"Sekarang jawab pertanyaanku. Tapi sebelumnya Maaf jika aku membuat kamu tersinggung, jika kata-kataku salah maka kamu bisa langsung marah aku, ataupun memukulku" sambung Naomi lagi.


"Is apaan sih, gak jelas bangat mau ngomong apa cepatan" kata Nathalie tidak sabar karena melihat keseriusan dari sorot mata sahabtanya itu..


"hmmm,, Maaf" Sebelum memulai Naomi mulai melemah...


"apa sih! serius amat" kata Nathalie merasa kesal sekaligus gemas dengan tingka sahabatnya itu..


"apa yang akan kamu lakukan jika ternyata yang kita lihat itu salah, atau jika benar pun apa yang akan kau lakukan jika Dirli menjelaskan semuanya dan meminta maaf padamu?" Kata Naomi hati-hati takut membuat si pendengar bad Mood maka ia memelankan suaranya di ujung kalimatnya... Tanda ia sangat merasa bersalah saat ini..


"Hei apa-apaan ini, apakah ini adik kecilku yang selalu di bilang orang-orang? dimana sikap konyolnya" kata Nathalie sambil mencubit kecil pipi sahabtnya itu...


"tidak ada yang salah dari setiap ucapanmu waktu itu, aku tau kau melakukan itu karena kau sangat menyayangiku, kau tidak ingin orang menyakitiku ia kan?" kata Nathalie dan mendapat anggukan dari Naomi


"maka dengarkan aku baik-baik, aku tidak akan mara jika dia pergi ataupun memilih untuk menjelaskan apa yang terjadi saat itu. Aku akan memberikan kesempatan tergantung penjelasannya, dan jika Dirli memilih untuk pergi tanpa menjelaskan apa-apapun aku tidak akan mara, karena walaupun dia tidak menjadi pacar, dia akan tetap jadi temanku karena itu permintaanku bukan permintaannya maka aku tidak akan mengingkari janjiku itu untuk tetap menjadi temannya... Penjelasan Nathalie panjang lebar..


"Benarkah?? aku bahagia saat ini baby, sangat bahagia" kata Naomi dengan senyuman manisnya itu...


"""Bersambung""""'

__ADS_1


See you Next😍🤗


__ADS_2