
Setelah meluapkan perasaan bersalahnya yang ia simpan selama ini dan diterima begitu saja oleh Nathalie, Naomi menangis sambil memeluk Sahabatnya itu...
"Maaf, maafin aku yang selama ini tidak tau sebenarnya perasaanmu seperti apa, aku hanya melihat setiap kesedihanmu yang membuatku marah dan itu yang menjadi alasanku, aku bertekat untuk menghalangi siapapun yang mencoba menyakitimu, tapi aku salah ternyata dia cintamu" kata Naomi lirih di pelukan gadis yang selalu di bilang kakanya itu
"Hei,, sudah aku gak apa-apa, berhentilah menangis konyol, dasar paya" kata Nathalie sengaja mengejek
"ihhh,,, aku serius dan aku ini gadis cantik bukan konyol dan paya, kenapa kau selalu bilang aku konyol, padahal aku gak konyol-konyol amat " kata Naomi dengan gaya kesalnya
"berarti secara tidak langsung kamu sadar kalo kamu itu konyol" Nathalie tertawa dan menyentil kening sahabatnya itu.
"Oh ia ya?" Naomi tertawa saat menyadari kata-katanya.
"Ya suda sekarang kita jalan, pergi ke tempat lain saja jangan menangis terus di sini dan kali ini jangan kerjain aku lagi" Kata Nathalie menatap tajam ke arah sahabatnya itu..
"ihhh ini tu tangisan bahagia, karena aku sadar kesalahanku terlalu besar ketakutanku berlebihan dan itu malah membuat kamu sedih, seandainya aku bersabar sedikit dan memberikan kesempatan Dirly untuk menjelaskan maksudnya, pasti tidak akan seperti ini keadaannya ini salah ku, tapi kamu segampang itu menerimanya, maknya aku menangis, aku takut kamu marah" Naomi berkata manja tapi kata-katanya itu mala terdengar sedih karena ia masih terus merasa bersalah...
"Seandainya kamu tau jika yang buat aku sedih itu kamu dan mama. Tidak! Lebih tepatnya keadaan kita, aku berani meninggalkan semuanya tanpa terkecuali asalkan aku tetap merasakan kasi sayang mama dan tetap merasakan posesif seorang adik yang selalu berlebihan...
Andai kamu tau, semua yang ada pada dirimu dan mama itu yang membuat aku sedih, karena aku memikirkan Realita kita yang bisa beruba kapan saja...
Aku tidak akan sanggup jika harus berpisah jauh dari kalian, aku sangat menyayangi kalian, hingga memikirkannya saja suda hampir membuat Otakku peca" Pikir Nathalie tak tentu arah..
"ihhh,,,, di ajak bicara mala ngelamun" kata naomi sambil melempar tisu bekasnya ke arah Nathalie"
"Dasar gila, jorok amat sih" Nthalie menatap kesal sahabatnya itu.
"habis kamu ngapain coba melamun. Ngelamun Dirly ya? dua hari lagi ketemu?" tebak Naomi
"Gak sama sekali jangan ngaur kamu, dan sepertinya kamu yang terlalu terobsesi dengan Dirly, sehingga setiap melihatku diam, kau akan menebak jika aku sedang memikirkan Dirly"
"gak juga! Kali ini kamu ikutan ngaur, aku tidak terobsesi dengan Cinta kutupmu itu, lebih baik aku memikirkanmu dari pada memikirkan orang lain"
"Nah, berarti sama. Aku juga lagi memikirkan kamu dan mama, aku memikirkan jika suatu saat kita berpisa dan gak akan bertemu satu sama lain, aku tidak bisa membayangkan hidupku akan seperti apa tanpa kalian, walau hanya memikirkannya saja membuat Otakku rasanya ingin peca". kata Nathalie jujur
"idihhh kaya orang mau pergi jauh aja buk, emang mau kemana sih? Kamu itu gak akan kemana-mana tanpa izinku, awas! Kamu jika sampai pergi tanpa izinku, jika ada yang berani membawamu pergi, akan ku buat orang yang membawamu pergi itu menyesal karena telah membawamu pergi jauh dariku" Kata-kata Naomi terdengar konyol di telinga Nathalie namun Nathalie terharu karena tanpa Naomi sadari ia telah membuat janji tidak akan mengijinkan siapapun membawa Nathalie pergi jauh dari mereka...
"Hahaha emang kamu mau menjagaku dengan apa? bertarung saja kau tidak bisa mau jadi pahlawan kesiangan" kata Nathalie mengejek sahabatnya itu..
"Aku akan menjagamu dengan ini" Naomi berbicara sambil memegang dadanya
"aku akan menjaga orang yang aku sayang dengan hatiku, dengan cintaku dengan semua yang ada pada diriku. Jika ada yang berhasil membawamu pergi, maka orang itu suda berhasil meruntuhkan diriku, orang itu sudah meretakan hatiku dan aku akan mengaku kala dengan orang tersebut, karena berhasil membawa orang yang aku sayang pergi jauh dariku" kata Naomi dengan melihat lurus ke depan karena posisi mereka masi di dalam mobil.
Naomi yang mengatakan hal itu, merinding sendiri membayangkan akan saat itu tiba, saat-saat dimana sahabatnya itu akan pergi jauh darinya dan saat itu terjadi ia tidak bisa untuk menahannya.
Seketika Nathaliepun ikut merinding mendengar kata-kata Naomi..
"Suda ah! ngapain malah memikirkan hal-hal yang ane sih" Nathalie sebisa mungkin berpikir positif..
__ADS_1
" ia juga ya hihihi" kata Naomi sambil memperlihatkan gigi ratanya.
"Ya suda ayo kita pergi sekarang" lanjutnya.
"ia ayo" jawab Nathalie.
Mereka tiba di salah satu Mall yang terkenal ramai dan banyak pengunjungnya di Kota itu.
Setelah memarkirkan Mobil di tempat parkiran, Naomi dan Nathalie akan masuk ke dalam Mall tersebut.
Namun Naomi yang takut ketahuan Dava ataupun mungkin Dirli, ia selalu mengajak Nathalie jalan dengan penyamarannya yang tidak di ketahun orang-orang...
Ini yang pertama kali ia membawa mobil keluaran terbarunya itu, yang di beli sang ayah sebagai kado Ulang tahunnya yang ke 17 tahun belum lama ini...
Namun ia suda terbiasa dengan penyamarannya maka hari ini juga ia mempersiapkan semuanya.
"pakai ini" Naomi memberikan rambut palsu pendek yang seperti laki-laki itu kepada Nathalie...
"Emangnya masi butu ini? katamu suda selasai" kata Nathalie mengingatkan sahabatnya itu..
"Oh ia ya lupa hihihi" kata Naomi sambil tertawa kecil
"ya suda ayo turun lanjutnya"
"Ayo" balas Nathalie
Setelah keluar dari Mobil, mereka berjalan sambil bergandeng tangan masuk ke dalam Mall tersebut.
Sedangkan Nathalie yang suda terbiasa dengan Naomi yang jika sudah mengajaknya jalan maka tidak butu penolakan itu, lebih memilih kaos oblong favoritnya...
"Perasaan setiap kali jalan itu-itu terus yang di beli deh" Suara Naomi mengingatkan sahabatnya itu.
"Ini aja cukup, siapa tau aku bisa kerja setelah lulus sekolah, maka aku akan memakai ini untuk gantian"
Naomi hanya pasra karena tidak mau banyak menuntut yang mala akan membuat Nathalie tidak bersemangat...
"Kita beli sepatu kembar gimana?" tanya Naomi.
"Boleh, tapi kamu tau selerah kita beda"
"gak apa-apa untuk sepatu, kali ini aku mengalah, aku ikut selerahmu"
"Ok baiklah"
Mereka berjalan menuju ke Toko sepatu.
"Mbak sepatu keluaran terbaru yang kembar, tapi yang model cowok" Kata Naomi kepada Penjual sepatu tersebut.
__ADS_1
"Ini yang keluaran terbaru, dan lakunya baru dua pasang karena baru masuk kemarin" kata penjual sepatu tersebut.
Nathalie yang melihat sepatu dengan mata berbinar-binar itu, di ketahui oleh sahabatnya, dan kekonyolan Naomi mulai meronta-ronta ingin sekali ia mengerjai sahabat yang suda di anggapnya sodara itu..
"Ehmm itu gak jadi mbak, yang lain aja pasti harganya mahal sekali" kata Naomi sengaja menatap sepatu itu dengan kecewa sesekali ia melirik sahabtnya itu dan benar saja, Nathalie langsung diam.
Nathalie menghirup banyak udara lewat hidungnya dan membuangnya lewat mulut, yang bisa didengar oleh Naomi, namun naomi dengan jahilnya terus mengerjai sahabatnya itu...
"Kalo yang model baru cuma ini mbak, yang lain gak ada, ini model lama semua" kata si penjual tersebut
"Baby gimana ni, aku gak punya cukup uang untuk membelinya" kata Naomi masih santai
"Ya suda kita cari yang lain aja" kata Nathalie sedikit kecewa, dalam hati ia ingin sekali memaki Naomi, tapi ia sadar jika sahabtnya itu, tidak akan tanggung-tanggung mengeluarkan uang jika itu cukup dengan isi dompetnya.
"Kalo beli satu aja buat kamu gimana?" tanya Naomi sengaja bernegosiasi
"gak usa, kamu bilang tadi kembar, maka harus cari yang kembar biarpun itu tidak sekeren ini, tapi tetap saja sesuatu yang kembar itu sangat berbeda dari semua yang mahal sekalipun" kata Nathalie jujur
"Jadi menurutmu ini keren?" tanya Naomi
"Ya keren lah! Sangat keren mala" kata Nathalie dengan mata berbinar membayangkan sepatu itu ada di kakinya.
"Tapi gak usa jika harganya terlalu mahal" lanjud Nathalie.
"Kalau suka bilang aja suka, masa suda tua masi aja malu-malu? Jika ingin sesuatu itu, minta bukan diam aja malunya kamu itu gak beralasan, masa ia malu sama aku?" kata Naomi
"Ih,,, bukan malu tapi aku cuma takut aja kita di mara sama mama karena terlalu royal" jawab Nathalie memang benar, kedua gadis itu akan di mara oleh Sinta jika sesuatu yang mereka beli itu sangat mahal dan tidak termasuk dalam kebutuhan mereka...
"ia tapi itukan tergantung yang di beli itu kebutuhan atau hanya kesenangan kita saja, dan ini adalah salah satu kebutuhan kita jika suda sampai di Kota nanti"
sekarang mendingan kamu pilih, warna apa yang kamu suka, dan segerah kita pergi dari sini". Sambung Naomi
"Yang ini" kata Nathalie memilih sepatu sesuai warna favoritnya yaitu Hitam yang perpaduan putih.
"Hmm, suda kuduga" kata Naomi..
Nathalie yang mendengarnya ingin protes, namun kata-katanya langsung di potong Naomi.
"Mbak bungkus dua pasang sepatu ini, ukurannya juga sama-sama 40" kata Naomi cepat karena tidak ingin di protes oleh Nathalie..
setelah membayar sepatu itu dan menerima dua paper bag dari sang penjual, mereka segera pergi ke tempat permainan.
Mereka bermain di wahana permainan itu seperti anak kecil hingga puas, kedua gadis itu memili untuk pulang karena suda sangat lelah.
"kita makan dulu sebelum pulang" kata Naomi
"baiklah sesuai permintaanmu nyonya" jawab Nathalie
__ADS_1
"ayo kita makan di sana" Naomi dan Nathaile menuju Restoran di mall itu.
See you next😍🤗