Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
18 Curiga


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudia Naomi dan Nathalie suda di Kota tempat mereka akan memulai Pendidikan mereka di sebuah Universitas Ternama di Kota Tersebut.


Dan di sinipula hidup baru mereka akan di mulai. Orang tua Nathalie dan Naomi melepaskan anak-anak mereka di Kota tempat Mereka Kuliah lalu pulang kembali ke Kota asal mereka.


Naomi dan Nathalie tinggal di satu Kontrakan ber ukuran lumayan besar jika hanya untuk mereka berdua. Sebenarnya Naomi lebih memilih Apartemen untuk mereka berdua tinggal namun, Nathalie menolaknya dan lebih memilih tinggal terpisa jika Naomi ingin tinggal di Apertemen, maka disinilah mereka berdua sekarang tinggal di Sebuah Kontrakan yang tidak jauh dari Kampus mereka Kuliah nanti.


Hari ini adalah hari pertama mereka masuk Kampus dan akan memulai belajar.


Naomi dan Nathalie mengambil jurusan yang berbeda karena Hoby mereka berbeda..


Nathalie turun dari mobil Naomi dan segerah pamit pergi karena jam mata Kuliah akan di mulai beberapa menit lagi.


"Aku pamit cepat-cepat karena sebentar lagi Dosen suda masuk aku takut telat bye" Pamit Nathalie terburu-buru


"Ia hati-hati, nanti kalau suda selesai tunggu aku"


"yah" Nathalie wenjawab sambil berlari dan...


"Brukkk"


"Ahhh maaf-maaf aku buru-buru"


Nathalie yang terburu-buru itu menabrak seseorang pria di dekat ruangan kelasnya Namun permintaan maafnya seperti tak di dengar oleh pria itu. Pria itu pergi begitu saja tak mengatakan satu katapun.


"Chik,, jika tidak mau minta maaf, setidaknya terima permintaan maafku, seperti orang bisu saja" kata Nathalie dengan kesalnya...


Nathalie pun masuk kedalam kelasnya karena materi jam pertama akan segerah di mulai.


Begitu juga Naomi, setelah Nathalie pamit pergi iapun masuk ke dalam kelasnya....


Waktu terus berlalu hubungan Nathalie dan Dirly, semakin membaik mereka makin Dewasa dan saling memberi dukungan begitu juga dengan Naomi dan Dava.


Mereka bukan lagi berpacaran untuk bermain-main, tapi mereka bertekat akan menikah setelah semuanya menyelesaikan kulianya dan sukses dalam pekerjaan masing-masing baruhlah akan menikahi pasangan masing-masing.


Orangtua dari masing-masing pasangan mereka juga susa mengetahui hubungan mereka.


Dava yang orangtuanya berada di luar Negeri pun suda mengetahui hubungan anaknya yang sedang berhubungan dengan Anak dari Keluarga Davidson.


Begitupun Paman Dirly, karena orangtua Dirly suda meninggal maka Pamanya yang menjadi Walihnya saat ini, dan iapun sudah mengetahui hubungan sang keponakan dengan Nathalie.


Hingga tak terasa mereka sudah Kuliah selama tiga Tahun, artinya suda semester 6.


Mereka terus bersenang-senang namun tak ada yang tau bahaya apa yang akan menghampiri mereka tidak ada yang tau jika semua yang mereka jalani ini akan berakhir di mana.


Setahun belakangan ini Nathalie bekerja Part Time di sebuah cafe sebagai pelayan cafe.


Kafe ini di buka pukul enam sore hingga pukul tiga subuh.


Namun pemilik Cafe tersebut memberi waktu Nathalie hanya bekerja dari jam enam sore sampai jam 12 malam.


Naomi suda melarangnya untuk bekerja namun, nathalie yang suda terbiasa dengan segalah macam pekerjaan tidak bisa hanya duduk tenang di rumah.


Ia juga mencari uang untuk keperluan lainnya di rumah atau di Kampus jika sesuatu yang membutuhkan uang ia tidak bisa meminta kepada orangtuanya. Karena terakhir kali ia pergi ingin meminta uang untuk keperluannya, Ibu tirinya itu justru menghasut ayanhnya supaya jangan melanjudkan Sekolahnya, maka dari situ ia kembali ke Kota, dan mulai mencari pekerjaan untuk bisa Kerja Part Time.

__ADS_1


Dari situ Nathalie sudah tidak perna lagi ke Kota tempat alsalnya Adiknya yang selalu menyempatkan waktu liburnya untuk menemui sang kaka di Kota. Namun itu semua tanpa sepengetahuan sang Ibu.


Sementara Naomi yang selalu pergi ke Kota asalnya hanya untuk melepas Rindu dengan kedua orangtuanya dan adiknya.


Begitu juga dengan orangtua Naomi selalu menyempatkan waktunya untuk menemui kedua gadis itu. Sinta yang selalu merindukan kedua gadis itu selalu mengunjungi mereka sebulan sekali.


Hari ini adalah hari libur sekolah, Nathalie dan Naomi akan pergi membeli kebutuhannya mereka di Mall.


"Baby ayo cepatan, kamu tu lama-lama jadi makin ngeselin ya, mau pergi ke Mall aja dandanannya seperti orang mau pergi


Fashion show aja" Teriak Nathalie yang sudah di teras depan tapi masi terus menunggu Naomi yang sampai kapan akan keluar dari kamarnya itu.


"Ia sebentar lagi bawel, ini juga hitung-hitung buat latihan" jawab Naomi cengengesan entah latihan apa yang dia maksud.


"Latihan apaan Cepatan, kalau gak aku kembali masuk"


"Ia ya ini suda selesai kok" Jawab Naomi yang suda di Pintu.


"Ayo tutup pintu kita jalan" kata Nathalie yang suda mulai malas.


"eittsss bentar dulu dong, lihat penampilan aku, gimana Cantik kan?" Lanjud Naomi yang ingin sekali di bilang cantik oleh sahabatnya itu.


"Ia cantik, sangat cantik hingga jika aku seorang pria maka aku akan langsung jatu hati padamu" Jawab Nathalie sambil berjalan ke arah Mobil.


"Yang benar aja kalau ngomong, kalau gak iklas gak usa ngomong, aku tau kau tidak iklas menjawabku" jawab Naomi


"Kalau kamu suda tau jangan beetanya, itu lebih baik" Jawab Nathalie sambil tertawa membuat Sahabat yang suda seperti saudaranya itu kesal.


Tanpa menjawab Nathaliepun langsung menuju ke arah pintu kemudi, lalu segerah masuk dan duduk di balik kemudi.


Nathalie yang sedang menyetir dengan serius seketika melihat mobil mereka seperti ada yang sedang mengikuti mobil mereka dari belakang. Namun Naomi yang sedari tadi tak lepas dari ponselnya itu tak tau menau hal itu.


"By kamu gak merasa aneh dengan mobil di belakang kita?" Tanya Nathalie


"Mana" Naomi sedikit memutar badanya agar bisa melihat ke belakang.


"Hmm kayanya sih emang kebetulan aja, emang kenapa? Gak ada yang ane menurutku" Jawab Naomi dengan Santai.


"Ia sih, emang gak ada yang aneh tapi itu mobil dari tadi loh ngikutin kita, dari sejak kita keluar dari kompleks" jawan Nathalie lgi.


"Sudah lah, gak apa-apa jalan aja terus. Lagian kalau memang ada apa-apa juga kan ada kamu? Kamu bisa bela diri kan? Jangan takut, percaya dirilah sedikit itu tidak akan sulit buat kita" Jawab Naomi sedikit lebay dan sambil senyum usil mala membuat Nathalie kesal dengan keusilan temannya itu.


"Jangan ngaco kamu, tenagaku tidak cukup kuat jika sebanding dengan tenaga preman, apalagi mereka lebih dari dua orang, bisa mati kita" Jawab Nathalie serius.


"Ya elah kamu tu gak percaya diri aja, kamu harus yakinkan diri kamu sendiri kalau kamu juga bisa hihihi" Naomi bicara sambil cengengesan.


Mobil yang mereka tumpangi suda sampai ke Mall tujuan mereka, Nathalie mencari Parkiran yang aman lalu memarkirkan kenderaan tersebut barulah mereka turun dari mobil itu.


"Ayo masuk" Kata Naomi


"Ayo"


Setelah mereka memilih-mili keperluan mereka, segerah mereka membayar ke kasir.

__ADS_1


"Kita makan dulu ya lapar ni" kata Naomi setelah mereka membayar belanjaan mereka.


"Ya boleh juga, cari tempat yang aman" kata Nathalie


"Ia cerewet bawel bangat sih dari tadi"


"Ya kan kamu tau aku gak terlalu nyaman dengan keramaian" jawab Nathalie


"Iaia ayo, duduk di sana" jawab Naomi setelah melihat ada tempat duduk yang sesikit sepi dari tempat yang lain.


Setelah mereka selesai dengan acara makan yang sedikit berdrama itu, mereka pun lanjut jalan-jalan hingga tak terasa hari sudah mulai Sore.


Kedua gadis itu memilih untuk pulang ke Kotrakan mereka.


Setelah seharian jalan, kedua gadis itu pulang dan segerah membersihkan badan lalu mereka pun langsung tidur karena Kelelahan.


Keduanya tidur tak sadarkan diri hingga tak mendengar deringan telepon yang sudah berbunyi entah berapakali di ponsel keduanya.


Pukul 05:00Am Nathalie yang sudah terbiasa bangun pagi segerah bangun, ia menggerakan seluruh tubunya yang terasa ringan karena tidur awal. Seperti biasa ia menghafalkan Doa sejenak lalu beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.


Setelah ia selesai dengan urusannya di kamar mandi segerah ia mengambil ponsel miliknya dan mengecek jam, agar bisa membangunkan sahabatnya itu.


Namun ia kaget jika ponsel miliknya itu memiliki banyak panggilan tak terjawab, bukan hanya dari kedua orangtuanya saja namun dari Sinta ibu Naomi.


Ia segerah mengecek ponsel Naomi yang ternyata sama juga dengan ponselnya, sama-sama memiliki banyak panggilan tak terjawab. Entah apa yang terjadi dengan orangtuanya hingga menghubungi mereka sebanyak ini pikirnya.


Ia mengecek waktu telefon itu dan ia kaget ternyata waktu telefonnya jam 10 malam, itu berarti mereka suda tertidur.


Sebisa mungkin Nathalie berpikir positif dan ia mencoba untuk membangunkan sahabatnya itu.


"Baby bangun suda pagi" Kata Nathalie namun seperti biasa Naomi sedikit susa jika di bangunkan. Ia hanya menggerakan badannya sedikit lalu berbalik dan tidur lagi.


"baby ayo" katanya Nathalie lagi


"Ia sebentar masi terlalu pagi"


"Di ponsel kita berdua memilik banyak panggilan tak terjawab, dan bukan hanya satu orang saja yang menelfon, tapi semua orang menghubungi kita" seketika Nomi yang masi tertidur itu bangun dan mengucek matanya sejenak dan bertanya ingin tau segera.


"Siapa yang menghubungi kita?


"Itu orangtuaku dan Mama Sinta" jawab Nathalie cepat.


Naomi yang mendengar nama mamanya di sebut segerah mangambil ponselnya dan ingin segerah menghubungi Sinta.


"Apa kau suda menghubungi mereka? tanya Naomi


"Belum tapi aku takut mendengar, hal yang tidak aku inginkan maka dari itu aku ingin membangunkanmu sebelum menelfon mereka" jawab Nathalie.


"Biklah ayo duduk dan kita hubungi mereka sama-sama" kata Naomi dan Nathalie segerah duduk di tepi ranjang samping Naomi.


...Bersambung...


See you Next 🤗😍

__ADS_1


__ADS_2