
Nathalie dan Naomi duduk di tepi ranjang lalu mulai menghubungi Sinta baru sekali bunyi bernada bersambung, telefon itu langsung diterima oleh Sinta.
"Halo pagi mah ada apa?" Katan Naomi langsung karena tidak sabar.
"Nak, kalian apa kabar?" Sinta tidak menjawab pertanyaan Naomi dan mala bertanya balik.
"Kami baik-baik saja, tapi kenapa mama dan semua orang menelefon kami? Ada apa mah?" kali ini Nathalie yang bicara.
"Gak ada apa-apa, kalian tenangkan pikiran kalian dulu sebelum mama bicara" kata Sinta dengan nada keraguan. Ia takut jika ia mengatakan hal yang sebenarnya dan akan membuat kedua anaknya itu mala tidak bisa mengendalikan diri mereka.
"Kami baik-baik saja, kami mala gak tenang sebelum mama bicara" kata Naomi menjawab keraguan Sinta
"Papa semalam masuk Rumah sakit dia yang meminta untuk menelfonmu, jadi mama menelfonmu tapi gak di angkat.
Karena hari ini adalah hari minggu, maka Papa menyuruh kalian kesini, lebi tepatnya menyuruh Naomi untuk pulang dulu tapi mama yang meminta untuk kalian pulang berdua, karena mama juga merindukan kalian berdua" Kata Sinta yang akhirnya menyampaikan niatnya itu.
"tapi gak apa-apa jika Nathalie sibuk, Naomi yang pulang, tapi naik bis atau Kereta jangan nyetir sendiri nanti kecapean di jalan, biar besok di antar Sopir lagi jika balik ke kota" Lanjud Sinta lagi.
"Kami akan menyetir sendiri untuk pulang, karena kami akan pulang berdua" Jawab Nathalie yang mendapat anggukan dari Sahabat atau saudaranya itu, sedangkan Sinta hanya menyahutinya dari seberang telepon dengan girang.
"Baiklah kalian berdua hati-hati di jalan, jika ada apa-apa segerahlah hubungi mama" Jawab Sinta
"Baiklah mah, kalau begitu kami bersiap-siap dulu setelah itu kami akan berangkat" sahut Naomi.
Naomi dan Nathalie segera bersiap dan mulai berangkat, karena hari masih terlalu pagi, mereka memilih untuk tidak sarapan karena akan sarapan di perjalanan.
Setelah menempu perjalanan panjang selama enam jam, akhirnya mereka tiba di tempat asal mereka. Hari suda siang dan sudah jam makan siang, hingga mereka tak menunggu waktu lagi langsung menyantam makan siang mereka, Sinta yang sengaja memasak. makanan kesukaan kedua anak gadisnya itu senang melihat kedua gadis itu menyantap habis makanan yang di meja tanpa sisa.
"Mana papa mah, kenapa mama mala di ruamah bukannya di Rumah sakit?"
Naomi baru bisa bertanya sekarang karena Sinta tak membiarkannya ia bicara sepata katapun saat tiba tadi, Sinta berpikir kedua anak itu sudah kelaparan maka Sinta langsung menyeruh mereka makan tanpa bertanya apa dan kenapa.
"Papa di kamar, lagi isterahat. Papa gak apa-apa kemarin hanya kaget aja setelah mengetahui Kantor Papa mengalami kerugian besar dan tak bisa tertolong lagi, makanya papa hampir Serangan jantung, tapi untuk Papa Dirga dan Om Hamit langsung membawa pap ke Rumah sakit jadi dokter menyarankan agar tidak terlalu pikiran karena itu akan memicu jantungnya kembali" Kata Sinta panjang lebar.
"Tapi kenapa mah, maksudku masa ia perusahaan papa bisa mendapatkan kerugian besar karena apa? Apakah ada kelalaian karyawan atau apa yang terjadi?" Jawab Naomi
"Sepertinya kamu langsung bicara aja sama papa, Ayo kita ke kamar papa biar semuanya lebih jelas karena mama juga tidak mengerti hal-hal seperti itu" Jawab Sinta yang memang tidak mengerti soal kantor, ia hanya ibu rumah tangga, yang sekolahnya sama dengan Melly ibu Nathalie yang sebelumnya guru Vokal tapi ia memilih untuk menjadi Ibu Rumah tangga setelah menika.
Sedangkan Nathalie yang memilik otak Bisnis sama seperti sang ayah sangat tau jika ada kerugian berarti ada pula kelalaian.
Naomi memang tidak tertarik dengan dunia bisnis tapi karena ia adalah anak Pertama dan umurnya terpaut sangat jauh dengan sang adik maka ia terpaksa harus menuruti arahan sang ayah untuk mempelajari Bisnis mulai dari semasa ia duduk di bangku SMA.
"Siang papa, papa apa kabar?" Kata Namoni bersalaman kepada Jimi, setelah mereka masuk ke dalam kamar sang papa. Nathalie dan Sinta hanya diam dan mendengar percakapan ayah dan anak itu.
__ADS_1
"Papa baik kamu dan Nat kamu juga apa kabar kalian?, bagaiman dengan kuliah kamu? Jawan Jimi Papa Naomi yang hendak bangun di bantu sama Naomi, Nathalie dan Sinta
Setelah Nathalie ikut bersalaman.
"Kami baik-baik juga Pah" Jawab keduanya bersamaan.
Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama dan semua di rasa aman barulah Jimi papa Naomi buka suara dan mulai berbicara menyampaikan niatnya itu.
"Papa ingin bicara tapi ini sedikit peribadi jika kamu keberatan maka Nathalie dan Mama kamu boleh keluar dulu" Kata Jimi.
"Ha? Peribadi apa sih Pah? Gak ada yang aku tutup-tutupin dari mama dan Nathalie papa juga tentu tau itu kan? Lalu rahasia apa yang ingin papa sampaikan hingga menyuruh mama dan Nathalie keluar hahaha? Jawab Naomi sambil tertawa kecil.
"Ini serius, kamu mungkin akan menyesalinya setelah papa mengucapkan kata-kata ini di depan Mama kamu dan Nathalie" Jawab Jimi lagi
Namun Naomi yang memang tidak perna menyembunyikan hal apapun dari kedua orang yang sangat menyayanginya dan ia sayangi itu tidak ada niat untuk menyuruh mereka keluar.
"Papa bicara aja pah, gak akan aku sesali apapun itu" Jawab Naomi
"Baiklah kalau begitu maafkan papa jika hal yang nanti papa katakan ini menyakiti hatimu, tapi papa tidak ada pilihan lain selain mengatakan langsung padamu"
Kata Jimi sambil mengambil napas dalam-dalam lalu menghebuskannya dengan pelan.
Naomi yang melihat kelakuan sang papa ia tau betul jika sesuatu yang akan di sampaikan sang papa ini benar-benar serius.
"Katakanlah apa yang membuat papa memanggilku kemari pah, atau jika papa yang tidak nyaman maka mama dan Nathalie bisa keluar dari kamar ini" sahut Naomi
Namun Papanya menggeleng pelan, tanda tidak apa-apa karena yang ia pikirkan perasaan Putrinya setelah ini.
Semua diam dan menunggu kata-kata Jimi selanjudnya.
"Saham papa menurun tanpa sepengetahuan papa dan om Dirga, karena kami pikir baik-baik saja namun semuanya ketahuan baru kemarin papa dan Om Dirga ingin menyumbangkan dana ke panti asuhan.
Papa kaget penurunannya sangan banyak dan secepat itu dan--" Jimi tidak melanjudkan kata-katanya.
"Dan apa mas?" Sinta yang tidak sabar langsung bertanya, Naomi yang melihat ada kecemasan di wajah Sinta, hanya berdiam karena ia juga sama penasarannya, ia ingin segerah mengetahui semuanya dari papanya itu.
"Lalu apa pah, apa hubungannya dengan aku? Apa aku harus berhenti kuliah?" Jawab Naomi menebak
Namun papanya menggeleng lalu mengangguk, membuat Naomi bertanya lagi.
"Maksudnya gimana pah?, aku gak apa-apa harus berhenti kuliah, yang penting papa baik-baik aja" Jawab Naomi mencoba meyakinkan sang papa.
"Bukan itu maksud papa nak" Jawab Jimi sambil mengelus kepala Naomi dengan pelan.
__ADS_1
"Lalu apa" Sahut Naomi suda tidak sabar.
"Saham kita akan kembali, karena ada sebuah perusahan besar yang ingin menyuntik banyak saham ke perusahaan kita tapi dengan Syarat Kau menikahi pemilik perusaan tersebut" Jimi akhirnya mengeluarkan bom yang sedari tadi tertahan.
Naomi yang kaget tidak mau mengecewakan sang papa, sebisa mungkin ia memperlihatkan wajahnya yang tak kaget itu.
Namun ia salah jika sepasang mata mengetahui gerakannya, Naomi tidak bisa sembunyi bahkan hal sekecil apapun darinya, dari gerakan pertama Nathalie sudah langsung menagkap jika Sahabatnya itu kini sangat Dilema.
"Hmmm memangnya gak ada cara lain pah? Misalnya jadi pembatu di rumahnya atau apanya gitu, aku bisa kok setelah aku tinggal berdua hanya dengan Nathalie aku sudah banyak belajar darinya soal pekeraan rumah" Jawab Naomi yang mendapat gelengan kepala dari sang papa sebagai jawaban.
Naomi menghirup banyak udara karena ia merasa sperti lehernya di cekik. Ia menghembuskan napas pelan setelah menghirup banyak oksegen.
Dan tanpa ABCD.
Naomi menjawab dengan lantang membuat ketiga orang itu kaget, Nathalie bahkan seperti di guyur hujan deras ia gementaran mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sang sahabat yang suda ia anggap adiknya itu.
"Aku bersedia menikahinya, ajukan persetujuan padanya dan segerah menandatangani berkasnya, aku akan menikahinya kapanpun dan di manapun ia mau" Jawab Naomi dengan lantang tanpa membuat kedua orangtuanya menaru rasa curiga apapun berbeda dengan Nathalie yang mengetahui arah pikiran Naomi sebelum ia menjawab.
"Benarkah sayang? Apa kau tidak keberatan?" Jawab Jimi dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Apakah Mama tidak salah dengar sayang? apakah kau siap menikahinya? Kau bahkan belum mengenalnya." Jawab Sinta lagi
"Chikk aku bisa mengenalnya nanti setelah aku jadi istrinya kan" Jawab Naomi cengengesan. Jika itu yang ia inginkan maka nikahi aku dengannya aku siap jadi istrinya"
Jawab Naomi dengan tekat ia tidak peduli perasaanbya yang sebenarnya ataupun perasaan sang kekasih ia hanya ingin terus melihat senyum di wajah orang tuanya itu, maka dari itu ia bertekat akan menikahi orang yang tidak ia kenal sama sekali, entah itu tua, muda, cacat, lumpu, buta. Apapun itu ia suda tidak peduli, setelah jawabannya di dengar oleh sang Ayah dan melihat senyum pria tua itu, ia semakin yakin jika pilihannya sudah benar.
"Terimakasih sayang papa berpikir kau akan menjawab dengan membatalkan semuanya tapi, papa mala mendengar hawabanmu dengan sebaliknya" jawab Jimi
"Ia kali ini, izinkan aku untuk membantu papa, mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan untuk papa" Jawab Naomi dengan asal sedangkan hatinya, tidak ada yang tau.
"Baiklah kalau begitu papa ingin segerah menyampaikan kabar gembira ini kepada om Dirga agar ia segerah mengurus semuanya" Jawab Jimi.
"Yah baiklah, kalau begitu aku keluar dulu segera kabari aku jika suda selesai" jawab Naomi segerah ia keluar bersama Nathalie sementara Sinta masi membicarakan persiapan apa yang akan di lakukan setelah ini kepada sang suami.
Setelah cukup lama Sinta dan Jimi berada di ruangan itu segerah mereka keluar dan menyampaikan niatnya.
Sinta menghampiri kedua putrinya yang di kamar dan memberitahu mereka.
"Sayang segerah ke ruang keluarga kita akan membicarakan pernikahanmu di sana semuanya sudah berkumpul"
"Baiklah aku akan segerah turun" kata Naomi berusaha setenang mungkin tapi Berbeda dengan Nathalie ia mengetahui isi hati sahabtnya itu, tapi Nathalie juga berpikir ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya, apa maksud dari persetujuan sahabatnya itu.
...Bersambung...
__ADS_1
See you Next😍🤗