
Saat Dirly kembali ke Rumah sakit karena membawa titipan Naomi dan Nathalie yang di kirim Sinta, Dirly melihat Naomi sudah tertidur berbeda dengan Nathalie yang masi duduk di tempat tidur pasien dengan Nyaman sambil membaca buku.
Namun Nathalie yang mengetahui keberadaan Dirly pun enggan untuk menyapa Dirly.
Dirly yang mengingat pesan Sinta yang, jika Nathalie bisa saja merasa takut atau merasa risi di dekatnyapun di mengerti oleh Dirly.
Sementara di Kediaman Davidson, setelah Sinta masuk.
"Gimana keadaan Nathalie?" tanya Jimi papa Naomi.
"Suda membaik mas, besok mungkin sudah pulang" jawab Sinta. "mas suda menelfon Mas Dirga jika Nathalie tidak pulang? tanya sinta lagi
"suda tadi, aku sampaikan seperti yang kau perintahkan"
"Ya suda, jika mas belum makan, ayo kita makan sama-sama"
"Mas suda makan tadi, kamu makan aja nanti mas tungguin kamu makan, setelah itu baru kita tidur" Jawab Jimi sengaja menekan kata tidurnya dan Sinta yang menyadari maksud suaminya itu hanya menggeleng-geleng kepala.
"Dasar mesum, anak lagi sakit dia mala ngajakin tidur" lanjut sinta dalam pikirannya lalu tersenyum .
Di rumah sakit
"ini titipan kamu dan Naomi, tante sinta yang menitipkan padaku" Kata Dirly sambil meletakan sebua paper bag di atas Nakas
Nathalie memundurkan tubunya sedikit ke belakang, ia merasa risi karena dengan posisinya yang sementara duduk itu membuat tubunya sangat dekat dengan Dirly saat meletakan Paper bag tersebut.
Dirly yang menyadari hal itupun segerah menjauh dari sana..
"hemm" jawab Nathalie singkat.
"Ya suda kalau begitu aku keluar, jika perlu sesuatu dan tidak bisa sendiri, kamu bisa panggil aku jika tidak keberatan"
Dirly berbicara sangat lembut hingga Nathalie yang tadinya tidak memalingkan matanya dari bacaannyapun menoleh sebentar, yang hampir saja tak terlihat oleh Dirly, jika Dirly tak menatapnya terus.
Nathalie hanya diam tak menjawab, namun Dirly mengerti itu lalu ia segerah keluar dari sana, namun tiba di pintu langkanya terhenti saat namanya di sebut.
"Dir" Seketika tubu Dirly menegang, ia berpikir sejenak semoga itu bukan halusinasinya saja.
Namun ia kaget setelah suara itu memanggilnya lagi.
"Dirly" Dirly pun menoleh menatap Nathalie dengan senyum, dan perasaan bersalahnya.
"Kamu manggil aku?" tanya Dirly memastikan.
"Ya kamu Dirly, emang ada siapa di sini selain kamu dan Naomi?" kemudian Dirly mendekat.
"Ada apa? apa ada yang kamu perlukan?" tanya Dirly hati-hati.
"Emm,, apa ini baju kamu dan jaket kamu?" Pertanyaan Nathalie yang menanyakan baju siapa yang dipakenya padahal ia tau jelas jika itu baju Dirly. Namun Dirly jelas tau kalau bukan itu yang di maksud sebenarnya oleh Nathalie.
"Ia, aku mengantinya, tapi tenang saja, aku punya bukti jika aku tidak macam-macam" Kata Dirly sedikit panik, namu Naomi hanya tersenyum. Ia bahkan tau jika Dirly pasti tidak menyadari jika Nathalie memakai Dalaman lain di dalam kaosnya itu, makanya Dirly memakainya kaos dan jaket tebal.
"Hem" hanya itu yang di jawab Nathalie membuat Dirly semakin merasa bersalah.
__ADS_1
"Aku keluar dulu" pamit Dirly yang tak dijawab Nthalie.
Pukul 01:00 Dirly kaget dan terbangun, ia tidur sambil sandaran.
Saat ia mendengar sesuatu yang terjatuh dari ruang rawat Nathalie Dirly dengan cepat masuk tanpa izin begitu saja.
"Nat" teriak Dirly sedikit panik melihat Nathalie yang suda siap turun namun di bawanya kakinya ada pecahan gelas kaca.
"Kamu kenapa sayang, apa kamu butu sesuatu? kamu bisa panggil aku" Kata-kata Dirly tak sadar jika baru saja dia memanggil Nathalie dengan kata Sayang. Nathalie yang mendengar kata itupun tersenyum kecut.
"Cikk sayangnya penjahat" gumamnya
Dirly ingin mendekati Nathalie untuk membantunya namun berhenti saat mendengar peringatan Nathalie.
"Berhenti di situ, jangan mendekat" kata Nathalie
"Aku hanya ingin membantumu" kata Dirly, lagian itu si kanebo kering gak bangun-bangun mati kali ya" lanjut Dirly
"Kamu kalo ngomong hati-hati, ini jam tidur mana ada orang yang berkeliaran di jam seperti ini? kamu aja yang kurang kerjaan jadi masi di sini" Sindir Nathalie namun seketika semuanya terdiam.
Seluruh ruang rawat itu tiba-tiba menjadi gelap gulita, "Sial listrik mati" guman Dirly pelan namun langsung kaget mendengar respon cepat dari Nathalie.
"Tolong, tolong aku,, jangan sentu aku... Tolong...."
Naomi yang jika suda tidur maka akan susa untuk bangun pun, tidak ada respon sama sekali.
Dirly pun kalang kabut dibuatnya.
"Mamah, Naomi tolong aku, aku mohon jangan mendekat,, jangan sentu aku aku mohon.."
"Tolong aku, aku mohon" lirih Nathalie, suaranya mulai melemah.
"Nat, ini aku.. Aku bukan mama kamu, tapi kamu harus percaya sama aku aku tidak akan menyakitimu, aku minta maaf harus lakuin ini karena tidak ada orang di sini selain aku" Jawab Dirly panjang lebar, namun Nathalie tak merespon dan Dirly takut jika Nathalie pingsan lagi. Dirly segerah ingin pergi untuk mengambil hpnya di mobil agar bisa memakai cahaya dari hpnya, namun tangannya kembali di tarik oleh Nathalie.
Benar saja Nathalie tidak pingsan, ia masi duduk dengan mata tertutup.
"Nat, sayang... Kamu masi bisa dengar aku?" Dirly yang merasa jika Nathalie mengangguk sebagai jawaban iapun, langsung memeluk kekasinya yang suda beberapa hari ia rindukan itu.
"kamu jangan takut, aku tidak akan macam-macam sama kamu, kamu harus percaya sama aku, aku tidak mungkin menyakiti orang yang aku cintai" kata-kata Dirly seolah menghipnotis Nathalie, ia terdiam tak membalas namun tak juga menolak pelukan Dirly.
Dirly yang masi berdiri pun melonggarkan pelukannya pada Nathalie dan ingin duduk di tempat tidur samping Nathalie, namun Nathalie refleks memeluk pinggang Dirly.
Dirly yang kaget dengan gerakan Nathalie tersebut langsung menegang.
"Jangan pergi, jangan tinggalin aku, aku takut jika dia datang menyakitiku" Kata-kata Nathalie sangat pelan dengan posisi kepala Nathalie yang bersandar di dada Dirly..
"Sayang, aku akan tetap di sini, aku tidak ke mana-mana"
"Lalu itu tadi apa? kamu mau pergi kan? Kamu jahat sama aku, kamu mau ninggalin aku sendirian? Pertanyaan Nathalie yang begitu banyak membuat Dirly tersenyum bahagia.
"Aku hanya ingin duduk, apa kamu tidak tau jika posisiku saat ini lagi berdiri? dan kakiku mulai pegal" Jawab Dirly yang di mendapat anggukan Nathalie langsung duduk sambil terus memeluk Nathalie.
Dirly meruba posisi Nathalie, ia duduk sambil bersandar pada tempat tidur dengan posisi Nathalie tertidur di dadanya.
__ADS_1
"Jika kamu ingin tidur tidur saja, aku akan menunggu di sini sampai listrik menyala" Nathalie mengangguk.
Namun Dirly heran suda hampir setenga jam ia duduk kenapa listriknya tidak juga menyala, ia berpikir tidak mungkin rumah sakit sebesar ini tidak ada lampu cadangan.
"Gak lucu kan kalau rumah sakit ini gak ada lampu cadangan, gimana dengan pasien yang membutuhkan alat yang harus tersambung dengan aliran listrik" Pirik Dirly
"Nat, apa kau suda tidur?" tanya Dirly namun Nathalie tidak merespon, "apa dia sedang tertidur atau pinsan" pikir Dirly
"Nat, sayang,,, apa kau tidur atau kau bisa mendengarku?" tanya Dirly namun tetap tak ada jawaban. Dirly pun menurunkan Nathalie dengan sangat pelan dan hati-hati lalu ia membaringkan Nathalie dan segera pergi untuk mengecek lampu di luar.
Setelah Nathalie di baringkan, Dirly pun, mencium kepalah Nathalie sebentar lalu beranjak pergi.
Sampai di luar ia melihat, semua lampu menyala namun ia bingung kenapa hanya lampu di kamar Nathali yang padam.
Dirly segerah pergi untuk memberitau seorang petugas untuk mengecek, siapa tau ada kerusakan di sana...
Setelah beritau hal itu Dirly kembali ke ruangan Nathalie, namun ia kaget dengan suara Nathale yang kembali berteriak meminta tolong.
Dirly yang kaget pun dengan cepat memeluk Nathalie namun Nathalie mendorongnya.
"Jangan sentu aku, aku mohon.." teriak Nathalie namun Dirly yang mengingat baru beberapa waktu lalu kekasihnya itu sangat nyaman di pelukannya itu kembali mendekat ia tak peduli Nathalie yang memukulnya bahkan menendangnya. Dirly dengan cepat menarik Nathalie ke dalam pelukannya, di saat yang bersamaan Naomi terbangun dan hampir saja melayangkan pukulannya lagi kepada Dirly, namun ia segerah mengalihkan pandangannya yang melihat sodaranya itu mulai tenang di pelukan Dirly, maka ia urungkan niatnya.
"Kenapa dia, lalu ini kenapa gelap sekali"? tanya Naomi,
"dia,, dia a-ada di sini" kata Nathalie terbanta.
"Shuttt, kamu tenang, gak ada orang di sini, di kamar ini hanya ada aku. Kamu harus tenang" kata Dirly dan Nathalie semakin mempererat pelukannya, Dirly yang merasa tangan Nathalie semakin mengeratkan pelukannya pun, kembali mendekap kepala Nathale pada dada bidangnya. Dirly terus memberi semangat kepada Nathalie, ia mencium kepalah Nathalie dan tangannya mengusap pelan rambut Nathalie.
Tak lama kemudian lampunya nyala.
Setelah lampu nyala barulah Dirly melihat ternyata Naomi suda tidur kembali.
"Dasar kanebo kering, taunya tidur aja ngakunya jaga pasien taunya tidur-tiduran di rumah sakit" lanjut Dirly.
Nathalie masi nyaman dengan pelukannya itu, tanpa sadar Dirly tersenyum.
"setidaknya, suda ada pintu maaf untuk aku, semoga Maafku kali ini benar-benar di terima" batin Dirly.
"Dir jangan gerak-gerak, kamu kenapa sih gak bisa tenang?" Nathalie heran kenapa Dirly tidak bisa tenang di pelukannya.
Dirly yang di tegurpun jadi salah tingka, bagaimana tidak listriknya suda menyala, namun Nathalie enggan Melepas pelukannya dari pinggang Dirly. "Apa dia sadar atau tidak sih" batin Dirly meronta.
"Sayang apa kamu sadar? kalau kamu sedang memeluk aku?" tanya Dirly. dan Nathalie hanya mengangguk malu di dada Dirly.
"Apa? jadi kamu sadar?, berarti" tanya Dirly tidak melanjutkan kata-katanya karena Nathalie memotong sambil melepas pelukannya.
"jadi kamu pikir apa? apa kamu ingin aku pingsan lagi" Tanya Nathalie cemberut.
"Gak sayang bukan itu maksut aku" Dirly kembali memeluk Nathalie erat...
"lalu apa maksud kamu" jawab Nathalie Cemberut.
...~Bersambung~...
__ADS_1
See you next😍🤗