
Setelah berbicara cukup lama, dengan Naomi dan Sinta akhirnya mereka mengakhiri teleponnya...
Nathalie berbaring di ranjang dan memikirkan nasipnya mulai besok akan seperti apa.
Iapun mengetik pesan singkat untuk di kirim ke Naomi lagi.
"Mi, mulai besok jangan hubungi aku sebelum aku yang menghubungimu, aku tidak tau seperti apa orang yang aku nikahi itu, maka aku tidak mau dia kecewa dengan aku yang menghubungi kalian, percayalah aku akan baik-baik saja. sampaikan salamku kepada mama dan semuanya" Pesan Nathalie yang ia kirim ke Naomi.
Bukan tanpa alasan, setelah di pikir-pikir Nathalie mulai merasa curiga karena ia berpikir sampai sekarang belum mengetahui siapa pria yang akan di nikahinya besok, apalagi dengan menyuruh Nathalie datang sendiri tanpa bawaan apa-apa dan tanpa siapapun yang mengantarnya, bahkan wali nikanya di siapkan oleh pria misterius itu.
"Pernikahan macam apa ini, bahkan wali nikaku di siapkan olehnya?" pikir Nathalie.
Nathalie terus berpikir hingga ia kecapean dan tertidur.
Keesokan harinya, seorang pembantu masuk ke dalam kamar Nathalie setelah mengetuk pintu dan di persilakan Nathalie masuk, wanita itu memberi Nathalie sebua Kebaya yang akan di kenakan Nathalie.
"Nona anda harus memakai ini" kata pembantu wanita itu.
"Baiklah, tapi tolong bantu aku memakainya karena aku tidak tau cara memakai benda ini" kata Nathalie kepada pembantu itu...
Setelah beberapa jam bersiap, Nathalie keluar dari kamarnya lalu berpinda tempat ke kamar yang akan di adakan pernikahan itu.
Setelah sampai di kamar tersebut, belum ada siapa-siapa selain kedua wali nika dan Riyan sang sekertaris peribadi tuan misterius itu.
Riyan kaget karena yang ia lihat bukan wanita yang di foto itu melainkan sahabatnya, Riyan sangat mengenal gadis itu karena ia sendiri yang mencaritau segalah sesuatu tentang kedua gadis itu.
Nathalie yang merasa pria itu juga tidak asing baginya langsung bertanya.
"Hmm maaf apakah kita perna bertemu sebelumnya?" tanya Nathalie
"Apakah itu penting" Jawab Riyan bernada dingin.
Nathalie hanya, mengangguk lalu meminta maaf lagi.
"Manusia macam apa sih, horor bangat hidupnya" Batin Nathalie.
Riyan yang tadinya ingin memberikan surat yang berisi tentang syarat-syarat pernikahan itu mengurungkan niatnya setelah mengetahui siapa gadis itu.
Ia segerah keluar dan menelfon tuannya itu.
"Halo Tuan, gadis yang akan menika dengan tuan bukan gadis yang tuan maksud itu, tetapi dia adalah sahabatnya"
"Ok baiklah tidak apa-apa, lakukan yang terbaik aku akan segerah datang, maaf aku akan sedikit telah karena ada sedikit urusan" Kata Tuan misterius itu.
"Baiklah aku akan lakukan sesuai perintah tuan" Riyan lalu mematikan teleponnya.
"Halo, halo, Riyan... Kenapa kau menelfonku? Rian, (Teleponnya mati)"
"dasar sekertaris sialan" Pria itu mengumpat sendiri karena ia merasa Riyan mematikan teleponnya sepihak tanpa berbicara.
"Tapi kenapa dia menelponku?" pikir pria itu. "Ah sudalah lebih bagus aku berangkat saja" Mungkin pendeta suda ada di sana makanya Riyan menelponku. Katanya lagi.
Setelah mendengarkan kata Tuannya itu, Riyan segerah pergi ke ruangan tempat Nathalie dan kedua wali nika berada lalu ia menyodorkan sebua map kepada Nathalie.
__ADS_1
"apa ini?" kata Nathalie setelah menerima Map itu.
"Itu adalah surat perjanjian pernikahan, bacalah setelah baca lalu jika setuju untuk di lanjutkan maka tanda tangan, jika tidak setuju maka anda bisa keluar dari sini Nona, tapi ingat perusahan ayahmu tidak akan dapat suntikan apa-apa" Jawab Diyan
Nathalie segerah membuka Map itu dan membaca satu-persatu poin yang di surat itu ia mengerutkan dahinya.
"Perjanjian macam apa ini" gumam Nathalie.
Nathalie tidak peduli dengan poin-poin yang lain, ia rasa itu tidak terlalu penting tapi menika Kontrak yang kotraknya bahkan sampai tiga tahun.
"Ia ingin aku jadi istri kontraknya yang hanya di atas kertas tapi menentukan jangka waktu begitu lama? Kapan kontrak itu akan selesai? Apakah aku harus menunggu selama itu? Dasar pria gila" Gerutu Nathalie dalam hati karena jangka waktu kontrak itu selama tiga tahun, yang ia pikirkan jika itu hanya pernikahan kontrak kenapa tidak enam bulan, atau setahun begitu pikirnya.
"Ok baiklah aku terima" ucap Nathalie lalu menandatangani surat itu.
Setelah pria itu datang mereka pun segerah menika setelah Pendeta yang menikahkan mereka mengucapkan namanya baru kedua orang itu tersadar.
Nathalie seketika keringat dingin setelah membaca Nama lengkap Rangga yang selama beberapa hari ini yang ia tau pria itu bernama Rangga yang dia ketahui.
Ya! "Rangga Aditya Smith"
Pria yang menjadi mimpi buruknya selama ini, tidak ia ketahui bahwa pria itu yang akan menjadi suaminya.
Saat Nathalie berbalik, bertatapan dengan Rangga dan mulai mengucapkan mengucapkan janji suci
"Ya Tuhan pria ini?" batin Nathalie menjerit tapi sebisa mungkin ia menahannya karena Nathalie heran sepertinya pria di hadapannya ini tidak mengenalnya, dan jika ia tidak mengenalnya maka itu lebi baik begitu pikir Nathalie.
Sedangkan Rangga mengerutkan dahinya setelah mengetahui nama pengantin wanitanya itu.
"Bukannya nama gadis itu namanya Naomi? Lalu siapa dia? Nathalie Radja? Apakah dia anak dari Dirga Radja Asisten Jimi?" Begitu batin Rangga.
Setelah pernikahan sederhana dan tertutup itu selesai, mereka keluar dari dalam kamar Hotel itu lalu segerah pergi dari sana.
"Cepatlah kita pergi aku tidak punya banyak waktu" Kata Rangga kepada Riyan
"Baiklah tuan, lalu bagaiman dengan Nona?" tanya Riyan
"Itu bukan urusanmu, ada banyak orang yang mengurus itu, atau kau mau merayakan malam pertama bersamanya?" Jawab Rangga dan Riyan hanya terdiam.
Setelah mereka pergi dari sana, Nathalie di antar oleh pembantu yang mengurusnya mulai semalam itu ke Rumah Rangga.
"Nona ayo aku antar ke kamar nona" Kata Pembantu itu setelah mereka sampai di Mansion Milik Rangga.
"Ini kamar nona" kata Pembantu itu dengan membukukan badannya sedikit lalu akan segerah pergi dari sana.
"Eh tunggu mbak, jangan panggil aku Nona, panggil aku Nathalie. Namaku Nathalie mbak bisa memanggilku dengan namaku saja. Kata Nathalie.
"Tapi Nona saya takut di mara Tuan jadi saya akan panggil Nona dengan sebutan Non Nathalie, dan Non Nathalie bisa memanggilku Bi Ranta, namaku Ranta" Ucap Ranta dengan memperkenalkan dirinya.
"Baiklah bi, tidak apa-apa" jawab Nathalie dengan sopan, karena ia melihat wanita itu lebih tua darinya.
Setelah Bi Ranta pergi, Nathalie pun masuk ke dalam kamar itu, lalu ia melihat semua sisi di kamar itu kamar itu memang lebih besar dari kamarnya di kampungnya, tetapi kamar tersebut di penuhi barang-barang seperti gudang lebi tepatnya, bukan di sebut kamar.
Namun Nathalie tetap bersyukur akan apapun, toh dia juga di Rumahnya selalu di perlakukan sperti pembantu jadi, ia suda terbiasa dengan hal-hal seperti itu.
__ADS_1
Nathalie segerah turun ke bawa dan menuju ke dapur, ia melihat ada dua orang gadis yang jika di lihat mungkin mereka seumuran.
"Hai, perkenalkan aku Nathalie, kalian namanya siapa?" Tanya Nathalie
"Eh maaf nona, apa ada yang bisa kami bantu?" Jawab kedua wanita itu.
"Tidak-tidak aku hanya melihat-lihat saja" ucap Nathalie, ia lupa jika dia di larang ke dapur.
"Kalian namanya siapa" tanya Nathalie lagi.
"Aku Tina, dan ini Rita temanku" jawab Tina memperkenalkan dirinya dan temannya itu.
"oh baiklah, aku Nathalie panggil aku dengan namaku" lanjud Nathalie
"Eh,, baik non Nathalie" jawab keduanya
Setelah berjalan di Mansion besar itu akhirnya Nathalie kembali ke kamarnya.
Hari suda berganti malam, Nathalie membersihkan dirinya lalu ia duduk di Ranjangnya yang berukuran kecil itu.
Nathalie teringat jika dirinya belum menghubungi orang rumah, maka ia segerah ambil ponselnya lalu menelfon Sinta.
Nathalie menceritakan keadaan Mansion itu dan orang-orangnya yang begitu ramah kepadanya itu kepada Sinta, Sinta yang mendengarnya pun ikut senang.
Naomi sudah kembali ke kota dan melanjudkan Kuliahnya, jadi Nathalie menelpon lagi Naomi setelah sambungan teleponnya dan Sinta terputus.
Nathalie sangat bahagia saat ia masi bisa mendengar suara Naomi itu. Mereka asik menelpon hingga Nathalie tak sadar jika waktu jam makan malam suda lewat.
Dan Nathalie pun tidak mengetahui jika sedari tadi ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Kurang ajar, dasar gadis bodoh dia pikir dia siapa? dobrak pintunya" Nathalie yang mendengar keributan di luar kamarnya itu segerah turun dari ranjang, namun belum sempat ia melangka pintu itu suda di dobrak dari luar.
Naomi pun mendengar suara itu.
"Baby sebentar ada sesuatu jatuh aku akan melihatnya dulu" kata Nathalie berbohong.
Namun ia kaget baru saja ingin melangkahkan kakinya Rangga masuk dan merampas ponsel Nathalie lalu membantingnya hingga ponsel itu rusak tak bermodel.
"Bi, Ratna ambilkan semua barang milik Nathalie dan bakar semuanya" Teriak Rangga dari dalam kamar Nathalie.
Nathalie memohon agar laptopnya tidak di buang namun itu hanya sia-sia pria itu tidak mau di lawan.
Ratna segerah masuk ke dalam kamat Nathalie dan ambil semua barang milik ya yang ia bawa dari Kampungnya untuk segerah di buang.
"Kau sini ikut aku" kata Rangga ia menarik kasar tangan Nathalie dan masuk ke kamar mandi lalu menjalankan kran shower dan Menyuruh Nathalie untuk berdiri di bawa Shower itu.
"Mampus ini adalah hukuman buat kau, karena suda lalai dalam tugasmu" kata Rangga.
Setelah Rangga merasa Naomi sudah kedinginan ia menyudahi kran air itu lalu menuruh Nathalie mengganti pakaian dan segerah turun untuk makan.
Setelah selesai Nathalie pun turun, ia takut jika melakukan kesalahan lagi. Maka ia ikuti saja perinta Rangga.
"Kau akan makan bersama pembantu di dapur karena kau memang terlihat seperti seorang pembantu hahaha" Kata Rangga tanpa menatap Nathalie.
__ADS_1
...Bersambung...
See you Next 😍🤗