Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
Pusing


__ADS_3

Pagi ini mereka makan berdua, tanpa di ganggu oleh Mita.


Dan itu membuat Nathalie sangat senang karena bisa melayani Rangga sendiri. Biasanya mereka berebutan dan Mita yang akan menang karena yang Mita tau Nathalie adalah adik sepupu jauh Rangga jadi untuk apa melayani Rangga jika ada Mita, begitulah maksut Mita. Namun pagi ini karena sudah kesiangan Rangga dan Nathalie hanya makan berdua.


"Bi, Non Mita gak datang ya hari ini?" Nathalie bertanya kepada Bi Ratna yang kebetulan sedang lewat.


"Gak tu Non, gak ada orang yang datang"


"Tumben gak datang, biasanya datang ikut sarapan" Gumam Nathalie yang masi bisa di dengar oleh Bi Ratna maupun Rangga.


"Emang kenapa? kalau Mita gak datang?" Rangga yang menjawab.


"Tanya aja kok Tuan, maaf kalau salah" Jawab Nathalie.


"Kamu kalau gak mau makan berdua sama aku, aku bisa pergi tanpa sarapan"


"Bukan, bukan itu maksutku tapi..."


"Hai sayang,,, lagi bahas apa sih! serius amat?"


orang yang sedang jadi bahan perbincangan pun muncul.


"Hai Mit, kamu kok bisa tau aku masih di rumah"


"Tadi aku ke kantor kamu gak ada jadi aku langsung ke rumah kamu, karena aku pikir mau ke mana lagi kamu kalau gak ada kerjaan pasti ketemu aku kalau gak pasti di rumah" Jadi aku langsung ke sini


"Apa Riyan memberitahu kamu kalau aku di rumah?"


"Riyan si gak bilang kamu di rumah, dia cuma bilang Tuannya terlambat masuk kantor, atau bisa jadi gak masuk gitu"


"Ia aku lagi gak enak badan, mau isterahat sebentar"


"Ok trus apa yang kalian bahas tadi kok, serius amat?" Tanya Mita penasaran.


Rangga melirik Nathalie namun yang di tatap mala serius makan, dan hampir habis makanannya.


"Aku pamit mau mandi, belum mandi soalnya" Nathalie ingin pergi dari meja makan itu karena malas melihat sepasang kekasih itu.


"Eh itu Nathalie yang bertanya tadi, tumben kamu gak datang ikut sarapan karena biasanya setiap pagi kamu ikut sarapan bersama kami".


Mendengar namanya di sebut Nathalie mengurungkan niatnya untuk pergi. Ia duduk kembali dan bertanya.


"Oh ia, Non Mita kok tumben datangnya kesiangan?" Nathalie bertanya


"Eh itu aku kecapean, lagi ada banyak kerjaan kamu tau lah pernikahan aku dan Rangga tinggal 9 hari lagi jadi aku sibuk bangat" Jawab Mita sedikit berbanta.


"Oh, ok lah"


"Eh Non Mita, Tuan, mumpung kalian ada di sini berdua jadi aku ingin sampaikan kalau hari saptu ini, aku minta izin pergi bersama Tina karena Tina mengambil cuti bulanannya tapi gak ada temannya jadi aku ingin pergi bersama dia selama dua hari, karena aku juga akan ke kampungku untuk pergi ke kuburan ibuku, besok adalah harinya mama meninggal dunia tapi pasti aku tidak di izinkan pergi sendiri jadi hari saptu aja sekalian aku pergi bersama Tina"


"Oh gak apa-apa kamu pergi aja besok, jangankan dua hari seminggu juga bisa, aku yang akan mengurus keperluan Rangga" Jawab Mita.


"Mit, tolong ya kalau ngomong itu jangan ngelantur gitu aja bisa gak?"


"Oh maaf, tapi kan Nathalie juga butu Refreshing Ga, masa kamu kurung terus Nathalie di dalam rumah kamu, lagian dia bukan pembantu kamu"


"Justru itu, dia bukan pembantu aku makanya dia gak bole pergi tanpa izinku" Jawab Rangga dan Mita terdiam.


"Ia maaf gara-gara aku kalian jadi ribut gini, aku gak akan pergi sebelum kalian menika" Jawab Nathalie.


Rangga menatap mata Nathalie yang suda hampir keluar air itu.


Setelah bicara Nathalie pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya.


Rangga meminta Mita untuk pergi karena ia mau beristerahat.


"Mit, aku ini lagi gak enak badan lain kali aja kita membahas ini semua ya, aku isterahat dulu"


"Baiklah aku pulang dulu bye" Jawab Mita lalu keluar dari Mansion itu.


Rangga yang suda selesai sarapan dan ingin berangkat kerja tiba-tiba pusing kepalanya.


"Kok jadi sakit benaran gini sih" gumam Rangga. Lalu ia meminta Bi Ratna untuk mengantar segelas kopi ke kamarnya.


Rangga masuk ke dalam kamar, melihat Nathalie namun, ia tidak menemukan Nathalie dan ia ingin memanggilnya tapi dengar suara air jadi mengurungkan niatnya.


"Oh lagi mandi" Rangga berbicara sendiri.

__ADS_1


Lalu ia meminum kopi yang telah di antar oleh Bi Ratna.


setengah jam, satu jam, satu setenga jam Rangga menunggu Nathalie tapi air di kamar mandi itu tidak berhenti berbunyi.


"Mandi apa berendam sih lama bangat" Gumam Rangga. Lalu ia berjalan menuju kamar mandi dan memutar knop pintu, tiba-tiba pintunya terbuka, Rangga memasukan kepalanya di sela-sela pintu dan melihat seperti tidak ada tanda-tanda orang sedang mandi.


Rangga masuk ke dalam kamar mandi dan melihat tidak ada siapa-siapa, ia keluar dan memanggil-manggil nama Nathalie namun tak ada yang menyahutinya.


Rangga memanggil Bi Ratna dan bertanya apakah Nathalie ada keluar, namun kata Bi Ratna tidak ada orang yang keluar.


Rangga masuk ke dalam kamar Nathalie yang ia tempati sebelum pinda ke kamarnya itu dan ia melihat Nathalie sedang berdiri di jendela kamarnya dengan matanya menyusuri jalan raya.


Rangga masuk dan entah kenapa ia ingin sekali memeluk Nathalie, hingga niatnya itu ia penuhi.


Rangga memeluk Nathalie dari belakang, kedua tangannya melingkar di pinggang Nathalie yang suda mulai berisi dan meletakan kepalanya di bahu Nathalie.


Nathalie yang tau jika itu perbuatan suami galaknya, hanya berdiam dan malah ingin menangis kencang.


Air mata Nathalie suda tak bisa ia tahan hingga membuatnya harus menangis.


Rangga yang merasakan Nathalie sedang menagis itu semakin mempererat pelukannya.


Namun Nathalie mala menagis keras, akhirnya Rangga memutar badan Nathalie dan memeluknya dari depan.


Entah kenapa hal itu membuat Nathalie sangat sedih dan tak berhenti menangis.


"Kamu kenapa sih, gak mau aku peluk ya?"


Nathalie tak menjawab ia hanya menggeleng kepalanya di dada bidang Rangga.


"Kamu kenapa, jelasin ke aku, kalau kamu nangis aja aku tidak akan tau apa alasan kamu menangis". Sahut Rangga lagi namun Nathalie tetap menangis. "Ya suda kalau gak mau aku peluk, aku lepasin deh!"


"Gak" Jawab Nathalie cepat dan langsung memeluk Rangga dengan sangat erat juga.


Mereka berdua masi tetap bepelukan hingga Nathalie bertanya.


"Kamu gak ke kantor?"


"Apakah keperluan aku suda kamu siapkan semuanya?" Rangga balik bertanya


"Ia ayo aku suda telat" Jawab Rangga sengaja di buat panik.


Sesampainya di kamar, Rangga berbaring di tempat tidur sedangkan Nathalie menyiapkan tas dan jas yang senada dengan Kemeja yang sedang Rangga pakai.


Setelah semuanya siap Nathalie menyuru Rangga agar bangun dan segerah pergi.


"Suda selesai ayo bangun"


"Kepalaku sangat pusing, tolong tarik tangan ku agar aku bangun"


Nathalie yang tidak tau apa-apa mengikuti apa yang Rangga minta.


"Bruk" Nathalie jatu di atas dada Rangga. Rangga dengan cepat berbalik dan posisi Nathalie suda seperti guling di dalam pelukan Rangga.


"Astaga maaf, aku tidak kuat menarik tanganmu, bajumu jadi bau dan kotor karena akau belum mandi"


"Sudah diam, dan jangan bergerak"


"Tapi aku mamm.." Kata-kata Nathalie di buat tertahan oleh Rangga.


Rangga mengunci bibir Nathalie dengan bibirnya


"Suda aku bilang diam" Rangga berbicara setelah melepaskan bibirnya.


Rangga memang sedikit pusing tapi jika dekat dengan Nathalie maka pusingnya akan lenyap entah kemana.


Nathalie melihat di atas nakas ada se gelas kopi yang sudah setenga.


"Kamu minum kopi?"


"Ia tadi aku meminumnya tapi aku mencarimu jadi tidak habis kopinya"


"Tumben minum kopi setelah makan?"


"Ia karena katamu kau hanya akan minum kopi jika pusing, jadi aku juga meminumnya tapi ternyata sama aja"


"Jadi masi sakit?" Nathalie bertanya ia sedikit iba melihat Rangga sedikit pucat, sepertinya sedang banyak kerjaan.

__ADS_1


Atau mungkin mengurus pernikahannya dengan Mita begitu pikir Nathalie.


"Ia masi tapi kalau aku bangun sepertinya aku baik-baik saja kalau dekat terus sama kamu"


"Haaa sakit macam apa itu, ya suda aku pijit mau?"


"Ia mau, tapi habis ini jangan pergi ya aku mau peluk kamu tidur sebentar"


"Ok baiklah aku hanya akan mandi"


"Tapi jangan lama-lama"


"Ia janji gak akan lama"


Setelah kepalanya di pijat Rangga mulai tidur dan benar saja, karena takut Nathalie pergi sampai Rangga harus tertidur di pahanya.


"Gimana sih kok tidurnya mala di paha aku, dia gak merasa bau badan ku apa, ini suda siang aku belum mandi lagi" Gumam Nathalie


Nathalie pelan-pelan meletakan kepala Rangga di atas Bantal lalu ia segera pergi mandi.


Ke asikan nyanyi sambil mandi hingga Nathalie tidak merasa ini suda sejam lebi ia di kamar mandi.


"Nathalie... Nathalie tolong aku" Teriak Rangga dari kamar Namun Nathalie tak mendengarnya sama sekali.


Nathalie baru ingin mebilas badanya ia bangun dari bathtub dan menuju ke


shower namun ia mendengar suara orang lagi mengedor-gedor pintu.


"Nat tolong aku"


"Astaga Tuan" Nathalie kaget ia membilas badannya asal lalu memakai handuk dan segerah membuka pintu.


Tanpa ABCD Rangga masuk ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya di wastafel kamar mandi.


Nathalie pun bingung di buatnya, ia menggosok punggung Rangga hingga Rangga berhenti munta.


"Suda baikan?" tanya Nathalie


"Ia suda"


"Ya sudah ayo kita keluar"


"Hm"


"Aku memakai pakaianku dulu ya"


"Ia tapi pake pakaian yang biasa kamu pakai aja jangan pake yg baru, dan jangan pake apa-apa cepat aku tunggu kamu di tempat tidur"


"Iaia, gak akan lama dan gak akan pake apa-apa"


Setelah Nathalie memakai pakaiannya asal ia pergi menemui Rangga.


Namun ia melihat Rangga tertidur, Nathalie ingin pergi ke dapur untuk membuat teh jahe untuk Rangga karena ia pikir Rangga masuk angin.


"Kamu mau ke mana sih" Rangga terjaga saat Nathalie membuka pintu.


"Aku akan buat sesuatu, kamu pasti masuk angin kamu bisa sembu kalau kamu minum teh jahe"


"Kamu kan bisa telepon bibi untuk buat minumannya dan bawa ke atas"


"Tapi itu hanya teh jahe Tuan"


"Tuan, Tuan, Tuan, bisa gak sih nurut sama aku?" Rangga mulai emosi. Nathalie kembali ke kamar namun ia merasa sedih saat suara Rangga terdengar kasar.


"Duh kenapa bawaannya mewek gini sih" gumam Nathalie pelan, dan tidak di dengar oleh Rangga karena ia lagi tersulut emosi.


Nathalie naik ke atas tempat tidur lalu ia duduk di samping suaminya itu.


"Aku pijit bole gak?" Tanya Nathalie dengan suaranya yang sedikit gementar, seperti orang yang sedang menahan tangisan dan hal itu membuat Rangga membuka mata melihat ke arah Nathalie.


"Kamu kenapa nangis? Cengeng bangat sih!"


Nathalie ingin bangun dan ke kamar mandi tapi hal itu di ketahui Rangga, dengan cepat Rangga menarik tangan Nathalie dan Nathalie pun terduduk kembali.


......Bersambung......


See you Next🤗😍

__ADS_1


__ADS_2