
Nathalie terus berteriak di bawa tubu Rangga namun Rangga terus menjama tubu Nathalie. Rangga merasa dirinya di bohongi karena ulah Ningsi yang menikahkan dirinya dengan Nathalie agar mendapatkan banyak harta.
Bagaimana tidak, Rangga sangat mengenal Ningsi Ibu Tiri Nathalie yang selama ini memberi semua informasi dengan imbalan uang yang sangat banyak, Ningsi Juga tak segan-segan menawarkan dirinya pada Rangga. Ia tau rangga akan membayarnya dengan berlipat ganda jika tubuhnya di jama oleh seorang rangga, padahal ia masi bersuami yang tak lain adalah Ayah Nathalie sendiri, namun Ningsi tak peduli ia di butahkan dengan uang. Suaminya yang hanya seorang Asisten membuat Ningsi selalu berpikir suaminya hanya seorang pembantu.
Rangga tidak tau jika Ningsi adalah ibu tiri Nathalie otaknya sudah dipenuhi kebencian yang selama ini Ningsi tanam di dirinya, hingga tak mau mendengarkan penjelasan Riyan sedikitpun setelah tau Nathalie adalah putri Dirga, Rangga langsung berasumsi sendiri jika Ninggsi yang mengirim Gadis itu untuk menjebak Rangga.
"Diam kau ******, apa kau ingin mati??" Jika kau tidak ingin mati maka memohonlah yang benar" Rangga berteriak.
Rangga mencium, Nathalie dari bibir, leher, hingga ke dada Nathalie.
Rangga tidak peduli Nathalie terus menangis..
"Jangan berpura-pura tersakiti, aku tau ibumu itu suda terbiasa menjualmu di banyak laki-laki jadi nikmati saja permainannya, aku akan memberimu banyak uang setelah aku puas bermain-main denganmu, kau bisa mengirimkannya untuk ibu mu yang jala** itu kau mengerti"
Nathalie mendengar semua makian Rangga yang begitu menusuk hatinya, bukan hanya dirinya tapi ia merasa ibunya yang sudah tidak ada di Dunia ini ikut di maki oleh seorang Rangga..
Rangga bangun menguci pintu rapat-rapat, mematikan lampu hingga keadaan kamar menjadi gelap gulita dan di situlah Nathalie berteriak histeris apalagi saat langkah Rangga semakin mendekat dan di rasakan Nathalie. Nathalie terus berteriak histeris, dan menangis hingga suaranya mulai melemah.
Rangga menjama tubu polos Nathalie hingga ke dada Nathalie, Rangga bermain-main di sana membuat Nathalie yang merasakan geli di tubunya itu menekuk badannya, namun Rangga berpikir Nathalie mulai masuk dalam permainannya, ia berpikir jika Nathalie menikmati permainan itu, hingga Rangga yang suda melihat itu melahap dua gunung itu, Rangga mengisapnya seperti Bayi yang sedang kelaparan hingga turun ke bawa dan mulailah Permainan intinya.
Rangga tidak bisa lagi untuk menahan hasratnya yang sudah membara itu, ia memasuki miliknya itu pada bagian intim Nathalie hingga Gadis itu merasakan Sakit yang amat dalam, Nathalie berteriak tapi Rangga tak peduli.
Rangga berpikir jika Nathlie suda tidak perawan lagi hingga Rangga bermain sangat kasar, Rangga yang sedikit susa memasukan miliknya itu, melihat ke arah intim Nathalie, namun keadaan yang begitu gelap membuat Rangga tidak bisa melihat apa-apa
Lalu ia meraba ke bagian itu.
"Tidak ada apa-apa, tapi jangan-jangan ia masi Virgin?" Batin Rangga
Rangga tak hilang akal, dan dengan sekuat tenaga dan sedikit dorongan yang keras Rangga menghentakan badannya ke depan sambil meramas bahu Nathalie untuk menahannya.
Nathalie menjerit kesakitan yang terakhir kalinya saat milik Rangga menembus masuk di bawa sana, ia menangis dengan air mata tak henti mengalir dari matanya.
Rangga yang melakukan itu dengan cara sadar pun mengerutkan dahinya kala ia tau milik istrinya itu masi Virgin, Rangga tau jelas karena ia hidup di luar Negeri yang di mana hidup dengan kebebasan. *** bebas di Negara orang sudah menjadi kebiasaan Rangga.
Rangga terus bermain di sana hingga cukup lama dan ia mendapatkan kepuasannya sendiri tanpa memikirkan Nathalie yang kesakitan.
Setelah permainannya selasai dan mendapakan kepuasannya sendiri Rangga terbaring di samping Nathalie.
Ia ingat jika tidak memakai pengaman, karena kebiasaan Rangga selalu memakai pengaman saat berhubungan *** dengan para wanita namun ia lupa karena ia melakukannya dengan emosi.
Namun Rangga tidak mau jika Nathalie sampai memiliki Bayi darinya hingga ia memilih untuk memberinya obat pencegah kehamilan nanti kalau dia pulang dari kantor.
"Dia masi Virgin ternyata, tetapi aku harus memberinya obat pencega kehamilan agar dia tidak mengandung anakku, yang akan mengikatku jika anak itu sudah lahir" Rangga membatin.
Setelah di lihatnya Nathalie yang tidak sadarkan diri karena kecapean, Rangga segerah turun dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu kembali ke kantor karena ada pekerjaan yang belum ia selesaikan.
Sepulang dari kantor rangga memanggil Pembantu yang di tugaskan tadi untuk mengurus Nathalie kalau ia bangun, bukan untuk perhatian atau apapun namun Rangga berpikir jika Nathalie sakit, berarti ia tidak bisa menghukumnya terus, begitulah pikiran Rangga yang suda di penuhi Amara.
"Tina, di mana Nathalie" Tanya Rangga
"Nona belum bangun Tuan, sapertinya Nona masi tidur karena dari tadi belum keluar kamar" Jawab Tina
__ADS_1
Rangga mengerutkan dahinya dan segerah ia ke kamar, Rangga makin di buat penasaran karena setelah di kamar ia melihat posisi Nathalie yang sama sekali tidak beruba dari posisi tidurnya yang tadi setelah mereka bergulat panas.
"Hei bangun, apa kau pikir kau sedang tidur di kamar ibumu" kata Rangga sambil membuka jas dan dasinya
"bangun atau aku menghukummu lagi" lanjut Rangga namun tak ada respon dari Nathaie.
Rangga naik ke atas ranjang, merangka dan mendekati Nathalie
Ia menyentuh tubuh Nathalie dan ternyata sangat panas.
"Apa dia demam?" Tanya Rangga pada dirinya sendiri
Rangga segerah turun dari Ranjang dan menghubungi, dokter pribadinya.
"Rici, aku butu bantuanmu segerahlah ke Mansion" Ucap Rangga lalu langsung matikan teleponnya tanpa mendengar penjelasan dokter itu.
"Cihhh dasar Kanebo, kebiasaan main kasih mati aja tanpa mendengar penjelasan orang" Dokter cantik itu mendesah namun segerah ia keluar dan pergi ke Mansion Rangga.
Setelah beberapa menit kemudian, dokter suda di gerbang dan langsung masuk karena para penjaga maupun pelayan rumah ini suda mengenalnya dengan baik.
"tok-tok" bunyi pintu yang langsung di suru Rangga masuk karena ia tau itu Rici dokter yang ia panggil tadi.
Rici sangat mengenal wanita itu, karena Rangga yang menceritakan semuanya tanpa ada yang di sembunyikan.
"Kenapa dia?" Tanya Rici sambil mendekati Ranjang
"Aku tidak tau Ric, tapi kau tau dia tidur suda dari siang karena kami melakukan--"
Dokter Rici duduk di pinggir ranjang samping Nathalie ia memeriksa Nathalie dan ternyata.
"Dia pingsan ayo cepat kita bawa dia ke rumah sakit. Atau jika kau ingin dia mati sekarang maka biarkan dia terbaring terus di situ" Kata dokter itu menyindir Rangga
"Ya suda bawa dia ke rumah sakit dulu aku tidak ingin dia mati secepat itu" kata Rangga
Setelah mereka membawa Nathlie ke rumah sakit.
Dokter Rici di bantu dengan dokter laki-laki dokter Briyan yang umurnya sedikit lebih tua dari Rangga. Ia memeriksa Nathalie dan menyatakan jika Nathalie sudah pingsan lebih dari enam jam, dan itu sangat berbahaya bagi nyawanya.
Setelah Nathalie di pasangkan selang infus dan oksigen, dokter itu bertanya kepada Rangga, tentang apa yang terjadi.
Ia sedikit takut karena berpikir Rangga adalah Tuannya maka ia bertanya dengan hati-hati. Namun di luar dugaan dokter, Rangga tak menyembunyikan apa-apa ia menjawab semuanya tanpa ada yang di sembunyikan.
Dokter lalu memeriksa bagian Bawa Nathalie dan ternyata banyak luka lecet yang terdapat di bawa sana. Dokter Briyan mengerutkan dahinya, ia berpikir Tuannya yang dingin ini bisa seliar ini menjama seorang wanita.
Dokter meminta perawat membawa salep dan mengobati luka Nathalie..
Setelah semua pengobatan yang di lakukan dokter Briyan selesai Nathalie di bawa ke ruang rawat VIP
Lalu dokter itu pamit pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan Nathalie dan Rangga di sana.
Rangga duduk di sebelah ranjang pasien dan melihat Nathalie yang suda pucat, ia mencoba mengingat kembali kelakuan liarnya di atas Ranjang tadi siang bersama Nathalie.
__ADS_1
Rangga tak mengatakan apa-apa, ia berpikir apakah harus kasihan atau senang melihat keadaan Nathalie.
Suda tiga jam lebih Rangga duduk di kursi samping ranjang pasien Nathalie hingga Rangga sampai lupa menghubungi Sekertaris sekaligus asisten pribadinya itu.
Rangga menghubungi asistennya dan menyurunya ke rumah sakit.
"Riyan kau ke rumah sakit sekarang"
"Baik Tuan, tapi sia---" sebelum Riyan bertanya siapa yang sakit, Rangga sudah mematikan teleponnya secara sepihak
"Dasar Tuan galak, tidak bisakah mendengar pertanyaanku dulu?" Riyan bicara sendiri
Riyan yang menerima perintah Tuannya itu segerah ke rumah sakit.
Rangga memberitau nomor kamar rawat VIP yang di tempati Nathalie dan Riyan langsung masuk saja saat sudah sampai di pintu ruang rawat itu.
"Cekleekkk" Riyan membuka pintu dan melihat Tuannya itu duduk di samping pasien yang tak lain adalah Istrinya sekaligus musunya.
"Selamat malam tuan" sapa Riayan
"Ia malam, Riyan kamu mencari orang yang bisa membantu menjaga Nathalie di rumah sakit ini, dia tidak sadarkan diri suda sangat lama, dan aku mulai muak lihat dia seperti ini aku ingin pulang" Kata Rangga
Namun sebelum Riyan menjawab, Nathalie yang sudah hampir empat jam terbaring diranjang rumah sakit itu mulai melakukan gerakan di bagian tangannya.
Riyan yang melihat itu langsung memotong pembicaraan Rangga yang ingin melanjutkan perintahnya lagi.
"Tuan, Nona mulai gerak" kata Riyan
"Chikk apa kau sedang menguping?" Rangga memutar badannya dan bertanya kepada Nathalie tanpa menjawab Riyan.
Namun setelah itu Riyan dan Rangga di kagetkan dengan teriakan Nathalie yang sangat kencang, Nathalie berteriak dan meminta tolong.
"Tolongggg,,, aku minta maaf,,, aku tidak bersalah tolong aku ..."
Kata-kata itu yang selalu di sebut Nathalie.
"Riyan panggil dokter cepat" Teriak Rangga.
Rangga mendekat Nathalie dan ingin memegang tangannya karena selang infus bisa terlepas dan akan mengakibatkan pendarahan di tangannya jika Nathalie terus memberontak.
Namun Nathalie berteriak, lagi...
"Tolong aku,,, mama Naomi tolong aku.... Aku mohon tolong aku"
Rangga mendekat dan menyentuh tangannya, namun Nathalie seolah trauma dengan sentuhan itu.
"Aku mohon jangan sentu aku, aku bisa mati jika kau mendekat lagi" Kata-kata Nathalie, suaranya mulai melemah.
...Bersambung...
See you next😍🤗
__ADS_1