
Rangga yang masuk di dalam mansion mewah nan mega itu kaget melihat Nathalie yang memakai pakaian santainya lagi mencuci alat dapur yang di pakainya memasak tadi. Namun, ada suatu hal yang mengganggu mata Rangga hingga ia berjalan mendekati Nathalie, Nathalie hanya memakai kaos oblongnya dan celana pendek selutut yang menampilkan bulu-bulu halus di kakinya itu kelihatan.
Karena selama ini Nathalie hanya memakai celana panjang hingga kaki jenjangnya yang memiliki bulu-bulu halus itu tidak perna kelihatan.
Nathalie memiliki bulu-bulu halus hampir di seluruh tubunya namun Rangga tidak perna menyadarinya, padahal setiap hari dia menjama tubu Nathalie.
"Nathalie" Rangga berteriak dengan emosi hingga membuat semua orang kaget, termasuk Riyan yang berada di belakang Rangga.
"Ia Tuan maaf, aku tidak menyadari kedatanganmu" Kata Nathalie.
"ikut aku, dasar ******, apakah begitu cara ibumu mengajarkanmu berpakian?"
Nathalie berlari-lari kecil mengikuti langka Rangga hingga sampai di kamar.
Rangga berbalik menutup pintu dan menguncinya, lalu menarik tangan Nathalie dan menghempaskan tubunya.
Nathalie terdiam, dan merasakan sakitnya tubuhnya yang terhantam ke dinding kamar Rangga.
"Dasar ******, apakah ibu menyuruhmu berpakaian seperti itu, dan merayu semua penghuni rumah ini?, berapa yang ibumu butuhkan hah? Beritau aku nanti aku mengirimnya banyak uang" kata-kata Rangga sangat menyakiti hati Nathalie..
"Tuan aku mohon hukumlah aku tapi jangan menyebut nama ibuku"
"Ha... Diam aku akan menghukummu sekarang" Rangga sangat marah hingga ia menarik-narik tangan Nathalie dan membawanya ke atas ranjang. Nathaie yang di perlakukan seperti itu tak bisa berbuat apa-apa, ia tak bisa melawan Rangga karena semua yang dia lakukan akan berakibat buruk kepada keluarganya.
Dengan Emosinya Rangga menarik baju Nathalie hingga kaos yang di kenakannya robek, begitu juga dengan celananya Rangga membuka kancing celana Nathalie dengan kasar.
Nathalie hanya diam air matanya suda tidak di bendung lagi, ia menangis dalam diam.
Rangga yang suda terbakar emosi itu meluapkan emosinya di atas ranjang panasnya bersama Nathalie. Rangga melakukannya dengan sangat kasar, ia tidak peduli dengan apa yang Nathalie rasakan sekarang. Tidak sama juga seperti hampir dua minggu ini Nathalie melayaninya dengan tenang, kali ini dia mara kepada Mita dan Juga Emosi melihat Nathalie memakai pakaian yang menurut dia tidak pantas, padahal itu hanya kaos dan celana pendek selutut.
Namun Emosinya sudah bercampur aduk hingga ia lampiaskan kepada Nathalie.
Setelah melakukan pekerjaan Ranjang panas, Nathalie kecapean dan ketiduran karena Rangga melakukannya dengan sangat kasar.
Berbeda dengan Rangga yang sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Rangga meninggalkan Nathalie di atas ranjang karena Nathalie ketiduran,
Rangga ke kamar mandi tetapi ia ingat lagi Nathalie perna ketiduran padahal itu hanya pikiran Rangga ternyata Nathalie pingsan.
Rangga dengan cepat membersihkan badannya dan kembali ke kamar.
Rangga melihat Nathalie masi terbaring di ranjangnya, Rangga mendekati ranjang dan mulai membangunkan Nathalie.
"Hei,, bangun" Namun Nathalie tak bersuara.
"Dasar gadis nakal, apa dia benar-benar tidur atau dia pingsan" Gumamnya lagi.
"Nathalie bangun" Rangga membangunkan Nathaie dengan menggoyang badannya.
Namun Nathalie tetap diam.
"Astaga, Nat, kamu tidur atau pingsan sih!?" Teriak Rangga dan Nathalie langsung kaget.
"Eh maaf Tuan aku ketiduran, aku akan ke kamar ku sekarang"
"Eh, eh jangan! Aku hanya ingin memastikan apa kamu tidur atau pingsan. Dan jangan kembali lagi ke kamar itu, mulai sekarang kamu tidur di kamar ini bersama aku"
Nathalie mengerutkan dahinya ia masi memikirkan kata-kata Rangga barusan
"Tidur, sekamar?" Jawab Nathalie
"Ia, karena aku tidak mau saat aku butu kamu, aku bertieriak-teriak mengganggu semua orang" Rangga berbicara sambil berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
Nathalie bingung harus jawab apa, tetapi ia juga tidak bisa melawan.
Nathaie duduk di pinggir ranjang sambil menunggu Rangga keluar. Setelah beberapa menit Rangga keluar dengan pakaian santainya.
"Ayo bersihkan dirimu aku tunggu kita akan makan malam bersama"
"Baiklah Tuan aku akan mengambil pakaianku dulu"
"Yah terserah mu, asalkan yang sopan"
__ADS_1
"Baiklah Tuan" Nathalie keluar dari kamar Rangga setelah itu membersihkan dirinya di kamarnya lalu memakai pakaian yang rapi dan kembali ke kamar Rangga untuk mengajaknya makan malam.
Namun Nathalie kaget saat ia hendak masuk ke kamar Rangga, Rangga sedang berciuman mesra dengan seorang wanita.
Nathalie yang melihat itu segerah berlari kecil dan masuk kembali ke kamarnya, ia merasa tidak suka dengan kelakuan Rangga itu.
Saat Rangga mendengar suara langka kaki orang, ia sadar jika Nathalie melihat tingkanya bersama Mita.
"Mit maaf, kita keluar saja"
"Ia aku gak sengaja tadi, langsung masuk aja maaf" kata Mita ia takut jika Rangga mara padanya.
Setelah sampai di meja makan Rangga tidak melihat Nathalie di sana, ia heran kemana Nathalie.
"Bi, tolong panggilkan Nathalie untuk makan"
"Baiklah Tuan" Jawab Bi Ratna lalu pergi memanggil Nathalie.
Bu Ratna segerah pergi memanggil Nathalie di kamarnya, namun Nathalie tidak ada di kamarnya.
Bi Ratna masuk ke dalam kamarnya Nathalie dan mendengar suara air...
"Oh sedang mandi" gumam Bi Ratna
Tak lama kemudian suara pintu kamar mandi bunyi dan Nathalie pun keluar.
"Eh bibi ada apa?" Tanya Nathalie
"Nona Tuan menunggumu di ruang makan"
"Baiklah aku akan turun 5 menit lagi"
"Baik non, bibi pamit turun duluan"
"Hm"
15 menit kemudian Nathalie pun turun, ia melihat di ruang makan ada Mita dan Rangga.
"Selamat malam Tuan, hai Nona Mita baru datang?"
"Oh" jawab Nathalie singkat
"Ayo makan kamu telat 10 menit" Kata Rangga
"Ia maaf Tuan aku mandi dulu, karena badanku kotor habis kerja berat" Kata Nathalie sengaja menyindir.
Rangga terdiam.
Mereka makan tanpa suara, hanya ada suara piring bersentuhan dengan sendok dan garpu.
Setelah makan malam mereka, Rangga pergi ke ruang kerjanya, dan Nathalie membersihkan meja makan sebelum ke kamarnya.
Mita ingin mengikuti Rangga namun sampai di pintu Rangga Memperingati untuk tidak masuk ke dalam.
"Kamu pulang aja, aku mau kerja dan tidak ingin di ganggu" Kata Rangga
"Baiklah, aku pamit pulang besok pagi aku ke sini" Jawab Mita dan langsung memeluk Rangga.
Hal itu di lihat Nathalie.
Setelah itu Mita pergi, tapi di lihatnya Nathalie sedang membersihkan meja makan jadi Mita berhenti.
"Eh Nat, kamu suda punya pacar belum?" Tanya Mita dan seketika Nathalie menghentikan gerakannya karena mengingat seseorang yang sangat ia Cintai.
"Kenapa tiba-tiba Nona bertanya seperti itu?" Jawab Nathalie.
"Gak apa-apa naynya aja".
"Ada tapi, aku tidak tau apa dia masi mengingatku atau tidak" Kata Nathalie
"Oya? Siapa namanya? dan kenapa kau mengatakan seperti itu?" Tanya Mita penasaran.
__ADS_1
"Namanya Dirli, dia sekolah satu kampus denganku di Kampus tempatku kuliah dulu, tapi karena aku sudah menika jadi mungkin dia sudah luapain aku" Jawab Nathalie tanpa sadar.
"What? Menika, kamu sudah menika? lalu di mana suamimu? Tanya Mita sangat kaget.
"Eh maksut aku, aku sudah tidak kuliah di kampus itu lagi jadi aku memberinya alasan jika aku sudah menika, aku takut jika nanti dia punya kekasi lain di kampus. Aku tidak mau sakit hati" Jawab Nthalie berbohong.
"Oh jadi setelah ibumu meninggal, kau tidak kuliah lagi?"
"Hm,, ia begitu" Jawab Nathalie lagi.
"Tapi pikiran kamu itu terlalu jauh, aku aja pergi tiga tahun di luar Negeri, Rangga masi mau denganku, bahkan ngajakin aku nika malahan" Jawab Mita
"Tapi kan tidak semua orang bersika sama seperti Tuan Nona"
"Oh ia juga ya, kalau Rangga berbeda dengan semua orang, aku akan menika dengan Rangga 2 Bulan lagi" Jawab Mita antusias.
"Oya bagus dong, selamat ya" jawab Nathalie
"Hehe ia, belum juga menika" Jawab Mita
"Ia tidak apa-apa kan kata orang Kata-kata itu adalah Doa jadi selamat atas rencana Pernikahannya" Jawab Nathalie lagi.
"Kamu lucu bangat sih! Jadi gak sabar aku menika dengan Sepupu mu itu, jadi aku bisa di panggil Ipar olehmu" jawab Mita dengan semangat.
"Hehe ia, secepatnya. Lebih cepat lebih bagus" Kata Nathalie
"Oka baiklah kalau begitu aku pergi dulu"
"Ok hati-hati"
"Ia see you bye" Kata Mita lalau keluar dari Mansion megah itu.
Perbincangan mereka selesai begitu juga pekerjaan Nathalie.
"Huf akhirnya selesai juga, sekarang saatnya aku tidur" Nathalie berbicara sendiri.
Tanpa Mita maupun Nathalie sadari, ada sepasang mata yang terus memantau interaksi mereka berdua dari sebuah ruangan.
Setelah selesai Nathalie ingin ke kamarnya namun langkahnya terhenti saat dengar suara baraton milik seseorang.
"Kau tidak melupakan perintahku jika mulai malam ini kau akan tidur bersamaku di kamar ku kan?"
Nathalie kaget bukan kepalang.
"Hisss kenapa ada dia lagi sih!" Batin Nathalie berbicara.
"Eh ia Tuan, aku hanya akan mengambil selimut ku" Jawab Nathalie berbanta.
"Ha alasan macam apa itu, emangnya di kamarnya gak ada selimut, duh mati aku" Nathalie kebingungan dengan jawabannya sendiri.
"Kau tidak lupa kan, jika ini rumah siapa?" Jawab Rangga
"Eh ia, maaf Tuan" Nathalie kebingungan namun ia mulai berbalik dan jalan menuju kamar Rangga.
"Kamu hanya bole tidur di kamarku bukan di ranjangku" kata Rangga.
"Baiklah Tuan, aku bisa tidur di manapun yang Tuan tunjukan" Sahut Nathalie.
Akhirnya Mereka tudur terpisah di kamar yang sama. Nathalie tidur di sofa sedangkan Rangga sendiri tidur di ranjangnya.
Pagi hari sesuai janji Mita, ia ke Mansion Rangga untuk sarapan pagi.
Di pertengahan makan mereka Mita bertanya, namun tidak tau pertanyaan itu untuk siapa.
"Tanggal berapa kira-kira yang bagus untuk Resepsi pernikahannya, trus pakaiannya pake adat apa dulu ni yang bagus" Kata Mita
Rangga langsung terdiam, berbeda dengan Nathalie ia langsung menjawab Pertanyaan Mita.
"Bagus juga tu, nanti tinggal di cari di salon mana yang bagusnya, dan tanggalnya nanti aku berunding lagi dengan Rangga dulu" Jawab Mita antusias.
Setelah sarapan pagi itu Mita pergi bersama Rangga, dan Nathalie melanjutkan pekerjaan di dalam rumah.
__ADS_1
...Bersambung...
See you Next 😍🤗