Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
Mulai membaik


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu pernikahan yang di rencanakan Mita juga suda dekat, yaitu tinggal seminggu lagi semua persiapan di siapkan Mita secara diam-diam karena itu hanya Rencananya saja. Rangga tidak menyetujuinya ataupun menolaknya Rangga lebih memilih sibuk dengan pekerjaannya, karena ia pikir untuk apa mengurus hal yang tidak penting.


Namun berbeda dengan Mita ia sangat antusias mengurus segalahnya.


Sedangkan Nathalie ia sudah terbiasa dengan kemesraan yang di tunjukan Mita secara terang-terangan, ia bahkan sudah tidak peduli Rangga memukulnya memaksanya untuk melayaninya, memuaskan nafsunya di atas ranjang semua hal yang di lakukan Nathalie untuk Rangga sudah tidak berpengaru untuk Nathalie lagi.


Pagi ini seperti biasa Mita datang ke Mansion mega milik Rangga dan bergabung sarapan bersama Rangga dan Nathalie.


"Sayang nanti siang kamu gak sibuk kan? Ayo kita pergi fitting baju ya, aku suda dapat tempat yang bagus." Kata Mita memecahkan keheningan


Rangga langsung menatap Nathalie. Namun tak di duga yang di tatap bodo amat dan mala lebih memili untuk memakan habis sarapannya.


Hal itu membuat Rangga menaikan satu alisnya.


"Ok aku siap!" kata Rangga tegas dan Mita langsung menatapnya serius.


"Kamu gak bohong lagi kan?"


"Kamu mau kan? Ya sudah ayo. Pagi ini juga aku bisa" sahut Rangga.


Mita kegirangan dan langsung memeluk Rangga di depan meja makan, Rangga pun hanya membalasnya dengan tersenyum penu makna.


Setelah selesai makan, Mita dan Rangga pergi.


Sementara Nathalie kembali ke aktifitas rutinnya setiap hari.


Setiap hari Nathalie hanya bekerja di Mansion itu mulai dari kamarnya dan Rangga hingga dapur dan taman, semua Nathalie kerjakan bersama kedua pembantu Rita dan Tina yg sudah menjadi temannya selama dua bulan terakhir ini.


"Ta cutimu bulan ini mau ke mana kamu?" tanya Tina


"Aku mau jalan-jalan bersama seseorang kenapa emang?" jawab Rita


"Cuma nanya aja, aku masih sendiri nanti jalan sendiri aja" jawab Tina.


"Kenapa sendiri, nanti aku minta izin sama Tuan, jika di izinkan, kamu pergi sama aku aja" Suara Nathalie tiba-tiba


"Eh non Nathalie, kagetin aja" jawab mereka berdua serentak.


"Bagus tu kalau gitu Tina bisa jalan berdua sama Non." Jawab Rita.


"Ia makanya kerja dulu, nanti kalau Tuan sudah pulang, aku coba tanyakan"


"Ok Baikla Non" jawab Mereka.


Hari sudah sore dan, Nathalie masuk ke kamar, ia ingin mandi namun tiba-tiba ia mengantuk.


"Duh, sudah sore gini kok nagntuk sih" gumamnya


Nathalie masuk ke kamar Mandi namun ia sangat mengantuk, jadi ia memilih untuk kembali dan berbaring sebentar karena ia pikir terlalu kelelahan.


Nathalie ketiduran hingga malam hari, ia kaget bangun dan ingat ia melewatkan makan malamnya.


Nathalie kaget bangun dan melihat jam, sudah pukul 21:15 ia sudah sangat lapar,


"Hah? Aku tidur selama ini? Mana uda lapar bangat lagi" Gumam Nathalie.


Ia segerah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu turun ke bawa untuk makan.

__ADS_1


"Syukurlah Tuan gila itu belum pulang" pikir Nathalie lalu ia turun ke bawa dan segerah makan malam.


Sementara di sebua klub malam Mita sudah tidak sadar karena pengaru alkohol, Mita juga sedang bermesraan dengan dua pria sekaligus.


Rangga marah karena melihat hal itu, bukan mara karena cemburu tetapi karena berpikir Mita masi tetap sama seperti dulu.


"Sebenarnya dia belum beruba, tapi kenapa harus membohongiku? Kenapa tidak menika saja dengan pria-pria itu?" Rangga berbicara sendiri sambil menyetir, karena Riyan sudah pulang duluan tadi.


Setibanya di Mansion Rangga yang sudah emosi itu langsung masuk dan memanggil-manggil nama Nathalie.


"Nathalie.... Nathalie...." Teriak Rangga


Semua orang yang ia temui semuanya bertanya-tanya Ada apa dengan Tuannya itu kok berteriak-teriak.


Memang benar semenjak ada Mita di antara Nathalie dan Rangga, semenjak itu Rangga tidak perna pulang dan berteriak-teriak di dalam rumah.


Tapi hari ini Rangga tersulut emosi karena melihat kemesraan Mita dan pria lain di klub malam tadi hingga membuat Rangga mulai emosi, dan emosinya hanya akan hilang jika sudah berduaan bersama Nathalie.


Nathalie yang mendengar suara itu ingin segerah bangun dan menghadap ke Tuannya itu namun entah kenapa mendengar teriakan Rangga saja Nathalie sudah sangat sedih.


Nathalie meminta tolong kepada Rita untuk mbereskan meja makan dan ia segerah berlari ke toilet yang berada di dapur, Nathalie menangis di dalam toile itu, setelah di rasa baikan Nathalie membersihkan air matanya dengan air dan tisu di toilet lalu segerah berlari menuju ke kamarnya karena ia yakin kamar itu sudah di berantakin oleh Rangga.


"Nathalieeeee.... Teriak Rangga terus menggema di dalam Mansion megah itu karena pintu kamarnya tidak di tutup rapat hingga suara Rangga bisa terdengar di luar sana.


"Ia sebentar" Suara Nathalie sedikit berteriak karena masih jauh dari kamar.


Nathalie masuk kamar dan menutup pintunya kembali, ia melihat Rangga sudah duduk di atas sofa di kamar itu.


Nathalie tau apa yang harus dilakukannya. Ia berjongkok di depan Rangga dan membuka sepatu Rangga, jas, kemeja dan semua yang Rangga pakai lalu menyiapkan air namun Setelah Nathalie keluar dari kamar mandi suara Rangga menghentikan pergerakannya yang ingin pergi keluar.


"Aku masi ingat! Sangat ingat, apa tugasku, apa yang aku lakukan di sini, seperti apa aku di perlakukan, harus melakukan apa di saat kau mara, harus bersikap seperti apa bahkan setiap kata-katamu aku ingat!" Setiap kata-kata yang di lontarkan Nathalie sangat menyakiti hatinya sendiri ia menangis sambil bicara dan sambil membuka setiap helaian yang melekat di tubunya.


"Aku adalah wanita yang munjual diri demi keluarganya, demi nama baik ayahnya demi sahabatnya demi orang-orang yang aku cintai, ayo kemarilah lakukan apapun yang kau inginkan, aku sudah muak dengan semua ini, dulu kau perna bilang kan, kau akan berhenti saat aku meminta kematianku, maka bunu aku sekarang..."


Nathalie berteriak tanpa sadar, ia lupa dengan siapa ia bicara.


Kata-kata Nathalie yang di ucapkannya membuat Rangga tidak bisa berkata-kata lagi.


Rangga bangun dari duduknya ia mengambil selimut dan menutupi tubu Nathalie yang sudah mulai terlihat **** di mata Rangga itu, setelah menutupi seluru tubunya, Rangga mendekati Nathalie dan memeluknya.


Nathalie bingung namun ia sudah sangat cape karena banyak bicara, berteriak-teriak dan menangis tadi, jadi ia memilih untuk berdiam di dalam pelukan Rangga.


"Mabok lagi? pantasan datang-datang langsung berteriak gak jelas, kenapa menutupi tubuku, bukannya kau akan melakukannya?" Nathalie terus bertanya karena ia merasa canggung dengan posisi ini.


"Shutttt diam, aku ngantuk ayo tidur" Kata Rangga


"Tapi kau belum mandi Tuan"


"Apa kau pikir aku ini terlalu kotor?"


"Bukan itu, maksutku"


"lalu apa? Sudahlah aku ngantuk sekali, aku akan mengganti baju saja lalu kita tidur."


Rangga kembali setelah mengganti bajunya dengan kaos dan celana pendek.


"Apa kau tidak ingin memakai bajumu?"

__ADS_1


"Hah, ia" Nathalie jadi salah tingka.


Nathalie ingin bangun segerah mengambil bajunya tetapi Rangga menarik tangannya hingga ia terjatu di atas dada bidang Rangga.


"Ah! astaga kenapa kan katanya pakai bajunya?"


"Katanya kan? Berarti kamu emang tidak mau pakai baju, jadi tidur saja begini"


"Hah! omong kosong macam apa itu? Aku pikir..."


"Pikir apa?"


"Duhhh kenapa jadi gini sih?" Batin Nathalie ia jadi kesal sendiri karena kekonyolannya dia.


"Mikir apa? Ayo tidur atau mau..."


"Ha,,, tidak-tidak ayo tidur." Nathalie memotong cepat pembicaraan Rangga.


Mereka berdua tidur dengan Nathalie tetap memakai baju karena takut masuk angin, lalu mereka tidur bersama tanpa melakukan apa-apa.


Keesokan paginya Rangga terbangun di jam 6:15 ia heran melihat Nathalie masi tertidur pulas di sampingnya, lebih tepatnya di depannya karena mereka tidur dengan waja mereka berhadap-hadapan tetapi yang buat Rangga heran, waktu bangunnya Nathalie yang sudah sangat telat dari waktu bangun biasanya Nathalie, dan juga cara tidurnya Nathalie yang sangat lucu menurut Rangga.


Rangga melihat Nathalie tidur sangat dekat dengannya dengan wajanya yang sangat rapat dengan dada Rangga, seolah lagi mencari dan menghirup udara dari tubu Rangga.


Rangga sangat gemas dengan kelakuan Nathalie saat ini hingga ia mengambil ponselnya di atas nakas dan memotret waja lucu Nathalie, lalu Rangga juga menghubungi Riyan untuk tidak menunggunya karena akan datang terlambat atau bisa jadi tidak masuk kantor hari ini.


Setelah menghubungi Riyan, Rangga kembali tidur di samping istrinya itu entah kenapa, ia tidak ingin jauh dari wanita yang sudah bersamanya dua bulan lebi ini.


Rangga juga sudah mengirim pesan kepada Bi Ratna untuk tidak mengganggu mereka atau hanya sekedar mengetuk pintu.


Pukul 8:30 Nathalie terbangun dari tidurnya dan langsung berteriak panik.


"Hahhh kenapa bisa begini?" Teriak Nathalie


"Apa sih! teriak-teriak seperti orang di perkosa saja"


"Ini lebi dari perkosa, aku telat bangun sampai jam segini dan Tuan tidak kerja hari ini gara-gara aku" Jawab Nathalie masi histeris.


"Ya sudah tinggal di siapin aja pakaiannya sekarang, aku berangkat kerja sekarang kan beres" Jawab Rangga santai.


"Ia tapi ini sudah telat, aku bangun kesiangan"


"Ia gak apa-apa, aku akan berangkat setelah kau menyiapkan semuanya. Tapi aku tidak akan berangkat jika kau hanya berterik-teriak di tempat."


Setelah mereka siap, Rangga dan Nathalie turun ke bawa dengan Nathalie yang belum mandi, hanya mencuci waja bantalnya dan menyikat giginya lalu mereka turun sama-sama


Sesampainya di meja makan, mereka makan berdua.


"Maaf Tuan aku terlambat bangun"


"Ia tidak apa-apa, kamu pasti kecapean jadi tidurnya kesiangan, kalau kamu tidak mau aku kesiangan ke kantor lagi, maka kamu lebi baik istrhat sja biar tidur malamnya bisa nyaman dan bangun pagi" Kata-kata Rangga seolah memperingati Nathalie untuk jangan terlalu kecapean.


Mungkin untuk hubungan suami isteri pada umumnya itu adalah perhatian kecil dari seorang suami tetapi berbeda dengan mereka berdua yang tidak saling mencintai, Nathalie menganggapnya itu sebagai sebua peringatan.


...Bersambung...


See you Next😍🤗

__ADS_1


__ADS_2