Pengorbanan Dan Persahabatan

Pengorbanan Dan Persahabatan
17 Perpisahan


__ADS_3

Setelah Penjelasan Dirly kepada Nathalie, kini Nathalie yang meminta maaf kepada Dirly.


"Dir maafin aku ya aku selalu berpikir buruk tentangmu" kata Nathalie.


"Ia tapi aku mohon, lain kali jangan buat aku mara seperti tadi, aku tidak bisa melihatmu menangis, apalagi tangisanmu itu tidak beralasan. Kamu bisa buat aku lepas kendali kalau suda mara." Jawab Dirly melemah.


"ha? Maksudnya kamu pukul aku?" Jawab Nathalie matanya mulai berat


"Chik, bukan mukul kamu tapi" Dirly menghentikan kata-katanya.


Nathalie yang melihat waja Dirly mulai berubah itu langsung menghambur ke pelukan Dirly. Dirlypun membalas pelukan Nathalie tak kala eratnya mereka berpelukan dengan keadaan sambil berdiri hingga cukup lama barulah Nathalie mulai melonggarkan pelukannya, namun dengan cepat Dirly kembali menariknya masuk ke dalam pelukannya.


"Ihh,, kaget tau uda yuk ah panas" kata Nathalie sambil memukul lengan Dirly pelan dan melepaskan pelukannya


"sebentar aja Nat" mohon Dirly namun Nathalie segerah melepaskan pelukannya.


"apaan sih peluk dari tadi gak kepanasan apa? Jawab Nathalie


"Gak lah" jawab Dirly santai "Ayo kita beresin buku-bukunya lalu keluar" lanjud Dirly


" Ayo" sahut Nathalie


Setelah mereka beresin buku-buku itu dan meletakannya di tempat asalnya barulah mereka ingin keluar.


Namun Dirly menahan tangan Nathalie yang akan menggapai gagang pintu itu.


"kenapa?" tanya Nathalie sambil berbalik


"itu waja kamu berkeringat di lap dulu" kata Dirly.


"tapi aku gak bawa tisu, biar aja nanti di toilet" sahut Nathalie


"pake baju aku aja ini juga suda basa tadi" jawab Dirly sambil menyodorkan bajunya.


"ini, gak apa-apa?" tanya Nathalie sambil memanyunkan bibirnya. Namun Dirly yang tidak sengaja melihat bibir Nathalie yang gemas itu mala berpikiran liar.


Dirly menarik pinggang ramping Nathalie dengan posesif.


Ia mengambil baju dari tangan Nathalie dan mebersihkan wajah Nathalie dari dahi, pipi, hingga dagu, namun ia sengaja menyentu Ibu jarinya di bibir pink Nathalie itu.


"Dir, sudah? Ayo kita keluar" kata Nathalie namun tak di jawab Dirly. Nathalie yang heran dengan tingka Dirly pun sengaja mengerakan badannya.


"hmm,, Nat" Dirly memanggil Nathalie dengan suara bergetar


"Ia ada apa?" tanya Nathalie


"Apa,, apa aku boleh menciummu?" tanya Dirli hati-hati.


"Bukannya dari dulu kamu suda menciumku tanpa izin?" tanya Nathalie heran. "Bahkan kau tanpa izin mencuri ciuman pertamaku" lanjud Nathalie mengerutkan dahinya.


"Ia tapi itu beda"


"maksudnya beda gimana?" jawab Nathalie memanyunkan bibirnya lagi.


Dirly yang melihat itu langsung menyatukan bibir mereka, tanpa gerakan namun cukup lama.


"Maaf, cium yang aku maksut itu di sini" Jawab Dirly setelah melepaskan bibirnya dari bibir Nathalie.


"lalu apakah kau mendapatkan izin?" tanya Nathalie


"Ia maaf, aku janji lain kali aku akan izin dulu sebelum melakukannya"

__ADS_1


"chikk,, kau bahkan suda melakukannya di Ruang Rawatku di Rumah sakit, apa kau lupa? kau melakukannya tanpa izinku? Kau sengaja mencari kesempatan, apakah itu bayaran untukmu karena telah menjagaku semalaman?" Jawab Nathalie panjang lebar dengan serius hingga membuat Dirly panik.


"Sayang bukan itu maksudku, jika kamu berpikir seperti itu maka kamu salah paham. Aku tidak bermaksud seperti itu" jawab Dirly semakin panik.


"lalu apa" Jawab Nathalie Dirly menggeleng


"kamu gak bisa jawab kan?" Lanjut Nathalie sambil berjalan ke arah pintu


"Nat, apa kamu tidak mengerti? Aku minta maaf tapi aku bingung mau jelasinnya seperti apa" Jawab Dirly bingung, "Masa ia aku jawab kalau aku bernafsu lihat bibirnya kan malu aku" Lanjud Dirly membatin


Nathalie yang suda sampai di dekat pintu membuat Dirly panik dan menghampirinya.


"Sayang tolong, maafkan aku tapi aku benar-benar bingung gimana jelasinnya" Tak ada jawaban dari Nathalie


"Nat, please.... Nathalie,,, I love you" Nathalie terdiam lalu berbalik jalan ke arah Dirly dan tiba-tiba.


"Cup I Love You to" Nathalie sedikit berjinjit lalu mencium pipi Dirly singkat dan membalas kata Cinta Dirly.


Dirly yang di perlakukan seperti itu, apalagi mendengar balasan Cinta Nathalie yang baru pertama kali membalas Cintanya itu langsung menarik tangan Nathalie membawa tubu kecil itu ke pelukannya, ia melonggarkan pelukannya, mencim dahi pipi hingga ke bibir. Dirly menarik tengkuk Nathalie sedikit lalu menyatukan bibir mereka, ciuman itu beruba Dirly ******* bibir Nathalie, memperdalam ciumannya terus hingga ia melepaskan ciumannya karena Nathalie hampir kehabisan oksigen.


"ini hukumanmu karena telah berbohong, lain kali jangan melakukan hal ini lagi ok, jangan coba-coba kerjain aku, kalau tidak aku akan menghukummu lagi" kata Dirly kembali menyatukan bibirnya ia memperdalam ciumannya sedikit lalu melepaskannya.


" Terimakasih sayang, Aku mencintaimu"


"Hm, aku tau itu" Jawab Nathalie tersenyum tulus dengan pipi merona. "Ayo kita keluar" lanjudnya


"Ayo" sahut Dirly. Namun ia kembali memeluk Nathalie membuat gadis itu menatapnya heran


"Kenapa?" tanya Nathalie


"Nat, setelah ini kita pasti tidak akan ketemu lagi kecuali nanti sampai kita kembali bertemu di Kampus, kamu janji ya jangan jauh-jauh dari kalau suda sampai di Kota."


"ia, tapi maksud aku bukan itu tapi-- "Dirly mengantungkan kata-katanya.


"Tapi apa Dir?"


"Sudah lupain aja, intinya kamu jangan lupain. aku atau jauh-jauh dari aku kalau suda bertemu banyak teman di sana, karena kita beda jurusan mungkin waktu masuknya bisa juga beda" lanjud Dirly.


"apakah dia sedang memberikan kode bahwa orang-orang harus tau kalau aku ini miliknya?" batin Nathalie


"Ko mala ngelamun?" lanjud Dirly lagi


"Hmm, gak apa-apa. Gimana kalau aku kenalin ke kamu aja sekalian, kalau aku punya teman baru di sana?" sahut Nathalie


"Ya! itu lebih bagus" jawab Dirly dengan cepat.


"sepertinya pria kutubku ini mulai Posesif" Ntahalie membatin lalu tersenyum.


"kok senyum-senyum sendiri?" tanya Dirly.


"Hihi gak apa-apa ayo kita keluar" Lanjud Nathalie dan mereka pun Keluar dari Ruang Perpustakaan tersebut.


Naomi yang sedari tadi mencari Sahabatnya itu segerah menghampirinya ia heran setelah melihat Nathalie dan Dirly yang baru datang entah dari mana.


"Kamu habis dari mana Nat,? Aku cari-cari kamu ke kelas, ke Kantin tapi kamu gak ada, aku nyariin kamu hampir dua jam tapi kamu baru datang, kamu habis ngapain?" Tanya Naomi panjang lebar.


"Duhh kalau tanya tu satu-satu bisa gak?, Aku punya urusan sama Nathalie jadi aku harus selesaikan urusan itu sebelum kita keluar dari Sekolah ini" Jawab Dirly


"Aku gak tanya kamu ya, Please de kalau gak di tanya tu jangan jawab, bikin mood jadi berantakan aja, panas-panas" jawan Naomi


"Duh,, bisa gak sih kalau kalian berdua ketemu sekali aja gak usa ribut-ribut, lama-lama aku jadi ikut gila" lanjud Nathalie

__ADS_1


"adikmu tu yang gila bukan aku"


"Pria kutubmu itu yang suda cari gara-gara sama aku" Jawab Naomi dan Dirly bersamaan.


"Sudah stop! aku tidak mau dengar lagi, aku tinggalin kalian berdua di sini kalau bicara lagi" Nathalie memperingati keduanya.


(Diam)


Setelah semuanya dia Nathalie bersuara.


"Dir kalau kamu mau pulang, pulang aja nanti aku pulang bareng Naomi"


"Baby tapi maaf sebenarnya aku cari kamu mau ngasihtau kalau aku pulang bareng Dava" jawab Naomi merasa bersalah karena ia merasa telah mengecewakan Nathalie.


"Oh ya suda gak apa-apa nanti aku naik angkot aja"


"Pulang sama aku aja Nat, aku bawa motor tadi" Jawab Dirly


"Gak usa aku gak apa-apa nanti naik angkot aja" Jawab Nathalie lagi.


"Ya suda kita pulang sama-sama aja, aku suda beritahu Dava kalau aku gak datang jangan mara, karena mungkin aku pulang bareng kamu gitu." Jawab Naomi


"Aku benaran gak apa-apa By, aku bisa kok pulang sendiri, biasanya juga pulang sendiri aku"


"Tapi itu beda Nat, setelah kejadian itu mama gak ijinin kamu pulang sendiri kecuali sama aku" lanjud Naomi.


"Ya suda aku pulang bareng Dirly aja, kamu sama Dava dulu sana kasian dia nungguin kamu, dari kemarin-kemarin nawarin diri ngantar terus sama kamu" jawab Nathalie.


"Ok baiklah aku jalan dulu kalau gitu, kamu hati-hati" Pamit Naomi


Setelah Naomi pergi Dirly dan Nathalie pun segerah pergi dari sana.


"Kamu mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" tanya Dirly setelah mereka sudah di atas Moge milik Dirly.


"Emang kamu mau antar aku ke mana?" jawab Nathalie


"Gak tau, aku kan gak tau, tempat seperti apa yang kamu suka" jawab Dirly


"Kemana aja asal gak ke pantai" jawab Nathalie


"loh, emang kenapa gak mau ke pantai?" jawab Dirly heran karena ia tau, banyak wanita yang senang ke pantai tapi gadisnya ini malah menolak untuk ke pantai.


"Pokonya gak suka aja ke pantai" Jawab Nathalie


"Ok baiklah kalau begitu kita jalan-jalan ke mall aja gimana?" sahut Dirly dan sejenak Nathalie terdiam


"Sayang, kamu jangan berpikir yang ane-ane, aku tidak akan menyakitimu kau mengerti, tolong jangan ingat yang tidak-tidak lagi, dan maafin aku, jika kamu memang keberatan untuk ke Mall maka kita ke tempat lain saja gimana?" tanya Dirly memastikan kenyamanan sang kekasih hatinya itu dan sedikit menarik tangan Nathalie untuk memeluknya dari belakang.


"Aku gak apa-apa kok, cuma ke ingat aja tadi jadi kita pergi aja" jawab Nathalie Sambil mempererat pelukannya di pinggang kecil Dirly


Hari itu mereka bersenang-senang seharian melupakan semua masalah yang terjadi belakangan ini, baik Nathalie maupun Dirly, begitu juga dengan Naomi dan Dava.


Setelah seharian mereka jalan akhirnya mereka pun balik ke rumah masing-masing dengan di antar sang Pujaan hati masing-masing, sebelum kedua pria itu pulang ke rumah mereka.


"Sampai jumpa di Kota ya sayang, aku pasti akan merindukanmu"


Kira-kira begitulah pesan dari masing-masing pasangan kekasih itu.


......Bersambung......


See you Next😍🤗

__ADS_1


__ADS_2