
Happy reading
Varo sangat kesal dengan Danu karena ditinggal lama didalam mobil berbeda dengan Danu yang sudah bisa menaklukkan Shilla tadi sehingga berwajah secerah sinar matahari yang menerangi bumi.
"Hei iblis kecil, wajahmu gak bisa kau bentuk dengan sedikit ada senyumnya?"
"Papi kira aku tanah liat?"
"Apakah kau tidak tahu kau terbuat dari tanah liat terbaik hingga menjadi sangat licik?"
"Aku cerdas papi"
"Ya,,cerdas dan licik berbeda tipis"
"Lalu kenapa dirimu tadi kesal?"
"Secret"
"Jangan harap aku akan membongkar aibku depan papi, bisa hilang reputasiku nanti." Batin Varo
"Baiklah asal kau tidak ketemu dengan seseorang yang bisa mengalahkan kejahilanmu saja." Varo terdiam takut ketahuan papinya kalau memang dia sudah ketemu.
"Apakah kau tidak berpikir kelicikanmu dari mana? reaksimu memberikan jawabannya Varo. Ah,, bukan licik.tapi cerdas,,cerdas dalam kelicikan" Danu tertawa dalam hati dan tersenyum sinis melihat reaksi varo..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini sekolah mereka sedang melakukan olah raga, Varo terlihat sangat tampan tapi tidak ada yang berani mendekatinya, Hana lagi sibuk dengan Icha...
Dari jauh Varo melihat Putri yang sedang sendiri,
"Apa yang harus aku lalukan, ayo berpikir Varo...." Varo terus berpikir dengan jarinya yang ia letakkan didagunya " Hingga ia melihata sesuatu yang bisa jadi hidangan pembuka kali ini
" Saatnya bermain." Varo tersenyum jahat
Varo berjalan mendekati putri..
"Kenapa hanya sendiri?"
"Aku hanya lagi ingin sendiri." Jawab Putri cuek
"Rambutmu sangat indah dan panjang"
"Jangan sentuh rambutku!"
"Huh, gitu aja marah."
"Jauh-jauh kau dariku."
"Baiklah.."
Varo sekarang tersenyum dengan sinisnya.....
__ADS_1
"Lets start...."
Cuaca panas membuat anak-anak berkeringat dan kepanasan..
"Panash shekalli ya Icha?"
"Iya panas sekakhi...Bathekh vakho mu mana?"
"Aku gak lihat dali tadi."
"Nanti dia jahil lagi kashiankan sama theuman -theuman?"
"Biall nanti dia kena ajab kubulll yang judulnya ajab dulhaka sama theuman."
"Ha..!!! Gatal - gatal...mama gatal...!!" Tiba-tiba Putri menjerit kegatalan dikepala hingga seluruh tubuhnya.
Bunda Dede langsung berlari menuju Putri...
"Putri kenapa? Kepala Putri gatal sampai badan Putri" Putri terus menangis hingga bunda Dede melihat ada seekor ulat bulu kecil menempel di rambut Putri dekat dengan bagian leher Putri.
" Kok bisa ada ulat bulu di rambut Putri?" Tanya Bunda dede." Ayo segera kita bersihkan biar hilang bulunya yang nempel.." Bunda Dede mengajak Putri setelah membuang ulat bulunya,,
Varo tersenyum kemenangan disudut dekat toilet laki-laki...
"Aku iblis kecil...gak ada yang boleh menandingi. Dengan ini gelarku masih bisa aku pertahankan"
"Vallo ngapai kamu disini?" Tanya Hana yang ingin ke toilet perempuan.
"Kamu ndak jahat-jahatkan?"
"Ya gak lah Varokan anak yang baik hati,tidak sombong, rajin menabung sekaligus pewaris kegenitan papi."
"Telselah kamu.. awas kena ajab kubull." Hana memperingati..
Tidak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi saat Varo sudah keluar dari gerbang sekolah ada yang menarik rambut Varo dengan kuat
"Auww Sakit...!" Jerit Varo
"Kau kan yang sudah taruh ulat bulu dirambutku, ayo ngaku?!"
"Kalau emang aku kenapa rupanya?"
"Kau sudah membuat aku gatal - gatal, terima pembalasanku."
Putri yang sedang mengunyah permen karet mengambil permen karet didalam mulutnya dan menempelkan ke rambut Varo.
"Ah!!! Rambut tampanku!!!" Teriak Varo
"Rasain kamu, siapa suruh ngerjai aku." Kata Putri cuek
"Hei ada apa ini? " Tanya Wina
__ADS_1
"Ini mam, dia tadi naruh ulat bulu ke rambutku."
"Kau...!"
"Hei kenapa kau marahin anakku? " Danu datang bersama Shilla
"Oh jadi dia anakmu,lihat dia uda buat anakku gatal-gatal tadi disekolah . Kau harus bertanggung jawab."
"Tanggung jawab?"
"Iya tanggung jawab. Kau harus nikahin aku." Ucap Wina lantang.
"Hei enak saja kau minta dinikahin, lihat Rambut Varo juga rusak gara-gara anakmu." Shilla jadi meradang ngelihat nyamuk betina didepannya.
"Kalau masalah itu aku berani tanggung jawab untuk nikahin Danu." Ucap Wina tanpa ada merasa bersalah
"Aku tidak mau bersaudaraan dengan dia!" Ucap Varo dan putri bersamaan dengan keras dan saling menunjuk.
"Wah kalian kompak sekali.." Ucap Wina girang.
"Hei, apa ini beneran mamamu?"
"Jangan kau tanya lagi,, itu sudah bawaan dari lahir." Ketus Putri merasa malu dengan sikap Wina.
"Mama, udah gak.usah diladeni ayo kita pulang.."
"Dimana Hana?"
"Itu dia sama Icha sedang bergosip azab kubur." Shilla menepuk jidatnya langsung menghampiri Hana untuk pulang dan langsung membawanya ke mobil bersama Varo sedangkan Danu..
"Kau mau tanggung jawabkan Danu.." Tanya Wina
" Oke aku akan tanggung jawab setelah matahari terbit dari barat.."
"Baiklah.." Wajah Wina sumringah mengira esok ia akan nikah tapi.. " Danu, bukankah Matahari terbit dari timur? Kalau dari barat kiamat dong." Wina berteriak karena Danu sudah mulai meninggalkannya menuju mobil yang sudah terlihat Shilla dengan wajah kanibalnya.
" Ya memang kiamat, seperti hidupku akan kiamat jika menikah dengan mu.." Danu mengatakannya tanpa menoleh sedikitpun ke Wina.
"Danu..!!" Wina memanggil Danu sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal..
"Mama tahu gak?" Tanya putri
"Apa?"
"Mama tuh udah kayak ulat bulu bikin gatal, awas kena ajab kubul kata Hana.".
"Kau berani meledek mama?"
Putri berjalan tanpa menghiraukan Wina yang terus marah-marah karena kesal.
#Varo apa kau harus lepas julukanmu?
__ADS_1
#Bantu like,commemt and vote ya#