
Happy reading
🍄🍄🍄
Kini mereka semua berkumpul diruang keluarga, menunggu apa yang akan dikatan Danu untuk tantangan pertama. Danu sedang beranjak menuju mobilnya untuk mengambil segala bahan yang dibutuhkan.
Varo dan Hana akan menjadi juri untuk tantangan ini, mereka sangat bahagia karena akan menjadi juri..
"Vallo, papi lama sheukalli? Hana tidak Saball menjadi julli teliak - teliak."
"Kamu jangan teriak Hana, suaramu kayak speaker pecah, tidak enak didengarnya.
"Tapi kali tidak teliak tidak sellu Vallo."
"Kamu boleh teriak tapi jangan berisik."
Hana tampak berpikir bagaimana cara teriak tanpa berisik?
Tapi ia masa bodoh yang penting ia bisa mengekspresikan semangatnya.
Danu datang membawa beberapa lembar kerta dan spidol ditangannya.. Ia tersenyum ke arah semua yang menunggu ia disana..
"Tantangannya adalah adu kedekatan antara ayah dan anak..!" Seru Danu dengan semangat.
Danu membagikan kertas sama rata antara Heru dan Shilla.
"Kita mulai sekarang...Jawaban disimpan sampai pertanyaan terakhir.:
"Pertama, apa warna kesukaan Shilla.." Heru tampak berpikir dan menulisnya, Shilla menatap ragu ke arah papanya, apa papa bisa menjawab pertanyaan yang berhubungan denhan dia? Sedangkan papanya selalu sibuk dan jaranh ada waktu untuknya.
__ADS_1
"Kedua,, Apa makanan Favorite Shilla." Kali ini Heru sedikit agak ragu tapi ia tetap menulisnya..
"Ketiga, Apa yang sering membuat Shilla nangis?" Kini Heru tampak berpikir keras takut salah menulis.
"Keempat, Apa yang paling tidak disukai Shilla?" Heru tetap menulis semua jawaban yang harus ia jawab.
"Terakhir kelima, Kapan kalian berlibur bersama..?" Heru terpaku disini, ia mengingat kapan terakhir ia bisa mengajak anaknya berlibur dengan ragu ia menulis yang ia ingat.
"Sekarang Coba kita samakan jawaban papa dan Shilla...
Jawaban pertama warna kesukaan Shilla adalah ..."
Shilla dan Heru membuka jawaban secara bersamaan. Heru menjawab pink sedangkan Shilla menjawab Biru.. Heru tampak kecewa warna kesukaan anaknya sendiri ia tidak tahu, terlihat sangat raut sedih di wajahnya tapi Ria mengelus punggung Heru memberikan kekuatan agar suaminya tidak bersedih.
Varo dan Hana sibuk mencatat hasil skor dipapan putih dengan spidol hitam yang siap mencoret apa yang dipinta.
"Jawaban kedua apa makanan Favorite Shilla..."
"Jawaban ketiga yang sering membuat Shilla menangis adalah...
Kini terlihat Heru yang duluan membuka jawaban yang berisi kata Hantu, tapi Shilla dengan ragu membuka jawabannya dua kata yang menghujam hati Heru Selalu sendiri .
Kini terlihat Ria memeluk Heru, Ria menangis dipelukan Heru, betapa mereka mengabaikan Shilla sejak kecil tanpa banyak perhatian yang berlimpah. Shilla juga ikut merasakan kesedihan yang menyalur pilu dari orang tuanya,,,
Shilla ingin sekali berkata, peluk aku ma, peluk aku pa.. hanya kehangatan dan kasih sayang kalian yang aku butuhkan tapi suara tertahan diujung tenggorokan hanya air mata yang mencoba berkata.
"Pertanyaan keempat, yang tidak Shilla sukai adalah..."
Heru dengan tangan bergetar menunjukkan jawabannya begitu juga Shilla, mereka secara bersamaan menunjukkan kata yang mereka tulis, yang bertulis dipaksa,
__ADS_1
Heru tahu anaknya tidak suka dipaksa hingga terkadang lebih memilih jauh dari mereka dari pada selalu dipaksa menjadi yang bukan dirinya sendiri.
"Pertanyaan ke lima terakhir Kalian terakhir berlibur saat.."
Jawaban yang menyiksa hati dan menggores kesendirian dalam pengabaian juga berakhir sama kelas satu sekolah dasar.
Varo dan Hana terlihat bingun ini acara permainan tantangan atau tangis - tangisan. Terlihat disana Heru dan Ria berpelukan sambil menangis. Shilla menangis sendiri tanpa ada yang mendekatinya, Danu hanya menatap sendu, ia hanya ingin mereka semua merasakan kembali kebersamaan hingga ia menahan diri untuk mendekati Shilla untuk segera merengkuhnya dan memberikan ketenangan.
"Katakan apa yang ingin kau katakan Shilla." Shilla hanya menggeleng tidak bisa berkata."Beri tahu apa yang kau inginkan." Shilla terus menggelengkan kepalanya hanya tangisannya yang makin kuat hingga jika orang yang mendengar akan merasa hatinya tersayat perih sembilu.
Inilah Shilla yang hanya suka memendam perasaannya sendiri, ia sangat takut perkataannya akan menyakiti kedua orang tuanya atau membuat mereka bersedih.
"Shilla sayang.." Ria mencoba berkata memanggil anaknya yang membuat Shilla makin menangis kencang.
"Ma..maafkan kami sayang...maafkan keegoisan kami yang membuatmu tumbuh sendiri tanpa kasih sayang kami..Maafkan kami nak.."
Shilla menangis mendengar ibunya yang sangat jarang menyuarakan isi hatinya, Heru hanya bisa menangis dalam diam menyesali semua yang terjadi dahulu, untuk apa harta yang ia cari kalau tidak bisa membeli kebahagiaan.
"Pa..Ma.. Dapatkah Shilla merasakan pelukan kalian?" Shilla berusaha mengatakan yang ingin ia rasakan.
Tanpa diduga Ria dan Heru langsung berhambur memeluk anak yang selama ini mereka abaikan karena tuntutan pekerjaan. Anak yang sangat mereka sayang yang mereka pikir dengan banyaknya harta yang mereka beri akan bahagia ternyata merasakan kehampaan.
Mereka bertiga menangis sambil berpelukan, melepaskan segala kerinduan yang sudah lama ingin menumpahkan laharnya.....
Danu tersenyum dengan apa yang sudah terjadi...ia bahagia melihat kekasihnya menemukan kehangatan keluarga kembali...
Lalu bagaimana dengan Hana dan Varo, mereka berdua hanya terbingung bodoh ingin melakukan apa..
"Sudah bisakah Hana teliak - teliak?"
__ADS_1
#Kok tantangan jadi sedih sedihan#
#Bantu like comment and vote dears#