Peri Kecil Vs Iblis Kecil

Peri Kecil Vs Iblis Kecil
Tidak perlu dilanjutkan...


__ADS_3

Happy reading


🍄🍄🍄


Keheningan terjadi sekarang membuat dua bocah yang tadi semangat kini terduduk lesuh...


Mereka hanya melebarkan pandangannya melihat semua orang tua didepan mereka terdiam tanpa ada yang mau bersuara.


Suasana berubah sangat canggung setelah acara tangis - tangisan, Semua rasa yang harus mereka pertahankan lukuh lantak sirna tanpa sisa...


"Ehm..." Danu mulai memecah keheningan.."Apa kita lanjut dengan tantangan kedua?"


"Tidak perlu dilanjutkan." Danu memicingkan matanya. Kenapa harus dihentikan?


"Tapi tantangan pertama papa belum berhasil?"


"Saya mengaku kalah, saya tidak mau memaksakan kehendak saya lagi. Saya hanya ingin melihat Shilla bahagia." Ujar Heru dengan tulus. "Tapi..."


"Tapi apa?"


"Bisakah kita bicara berdua?"


"Baiklah." Danu menyanggupin permintaan Heru, apa yang harus dia khawatirkan tanpa susah payah sekarang Heru sudah mengaku kalah, bukankah itu pertanda jalannya bersama Shilla akan mudah?


Heru beranjak dari duduknya langkahnya diikutin Danu dari belakang.

__ADS_1


Mereka sekarang menuju kamar tamu dirumah Shilla.


"Ngapain kita kesini? Papa tidak mau macam - macamkan dengan saya? Danu mengatakan itu sambil kedua tangannya menutup bagian dada.


"Kamu kira aku kaum nabi nuh. Huh, belum jadi mantu tapi berulang kali buat darah tinggi. Kamu ingin saya cepat mati ya?" Heru menatap Danu dengan tajam, bisa pendek umurnya jika terus didekat Danu.


" Rencananya sih gitu tadi kalau restu tidak didapat, maka racun bertindak. Ha..ha..ha.." Danu tertawa keras dengan ucapan konyolnya.


"Kamu mau meracunin saya gitu?"


"Huh,punya calon mertua gak bisa diajak bercanda..Siapa juga yang mau ngeracunin. Kalau sampai anda mati lalu siapa yang akan menikahi saya dengan Shilla? Masa saya harus menjemput anda ke alam barzakh? Bisa - bisa bukan ngebawa pulang papa, malah yang ada saya ditahan disana dan ditanyakan semua kelakuan saya didunia. Bukan ngerasai surga dunia itu namanya tapi ngerasai api akhirat."


"Ha..ha..ha.., Sudah tua juga masih saja bahas surga dunia."


"Emang papa mau gitu kehilangan surga dunia?"


"Ha..ha..ha.. Keris saktinya masih kuat juga ya pa?"


"Tentu saja kuat,sudah dimandikan kembang tujuh rupa mana boleh loyo." Sombong Heru.


"Lalu kita kok jadi ngelantur gini, papa mau bicara apa sebenarnya?" Danu yang merasa kondisi sudah mencair mulai membuka pembicaraan yang harus mereka diskusikan.


"Sebenarnya saya punya masalah dengan yang namanya Raka. Dia dulu adalah anak buah yang saya percaya, sebelum Shilla menikah dengan suaminya dulu, saya menjodohkan mereka berdua tapi Shilla tidak mau denhan Raka dan memilih suaminya yang sudah meninggal.


Saya yang tahu kekecewaan Raka memberikan ia posisi Tertinggi untuk mengatur semua perusahaan yang saya miliki.

__ADS_1


Saya tidak tahu apa karena obsesinya dengan Shilla atau rasa dendam karena ditolak, ia mulai menghianati saya. Saya dengab tidak sadar menandatanganin semua berkas saham atas nama dia sepenuhnya. Dia tetap membagi saya beberapa persen dari untung perusahaan.


Tapi saat ia tahu suami Shilla meninggal ia mulai mengancam akan mengambil seluruhnya jika Shilla tidak ingin menikah dengannya. Awal semua tidak seberat ini, karena ia mengira Shilla masih masa berduka tapi saat ia berjumpa denganmu dan Shilla, ia berang karena takut Shilla tidak bisa ia miliki untuk kedua kalinya.


Jadi sekarang yang jadi masalah jika Shilla tidak menikah dengan Raka maka semua yang saya miliki akan hilang dan dirampas olehnya.


Bagaimana saya harus bertindak? Saya ingin melihat Shilla bahagia, semua yang susah payah saya kumpulkan untuk Shilla harus dirampas dengan cara licik oleh Raka jika Shilla menolaknya lagi."


Heru memilih menceritakan semuanya ke Danu, karena bagaimanapun kalau Danu menang dari permainan, yang kenyataan harus ia hadapin bukan Heru tapi Raka.


"Apa papa mendukungku jadi calon memantu papa?"


"Kebahagiaan Shilla bersamamu makan saya akan memberi restu penuh."


"Maka percayakan penuh semua sama saya, saya akan mengambil sesuatu yang menjadi hak Shilla, tapi kalau gagal apa papa ikhlas melepas semua harta papa?"


"Papa ikhlas asal kamu berjanji bisa membahagiakan Shilla dan selalu melindunginya. Papa takut Raka berbuat makin nekat dengan obesesinya."


"Terima kasih pa,, Saya akan memikirkan caranya nanti. Papa jangan bicarakan ini dulu ke Shilla, nanti ada saat kita katakan ke Shilla"


"Baiklah.."


"Jadi papa tidak jadi minum racunkan?" Danh menaik turunkan alisnya.


"Boleh asal kamu jemput papa nanti, papa gak mau lama - lama disana meninggalkan surga Dunia.."

__ADS_1


#Danu back,, udah akur dia sama Heru#


#Bantu like comment and vote dears#


__ADS_2