
Happy reading
🍄🍄🍄
Mata Shilla mengekor kemana Danu dan Heru pergi, ia gelisah dengan apa yang akan dibicarakan papanya.
"Nak.."
"Mama.."
"Maafkan kami yang dari kecil selalu memgabaikanmu nak. Walau raga kami jauh tapi hati kami selalu bersamamu. Penglihatan kami sudah ditutupin dengan ***** akan gelimangnya harta hingga abai memberimu kasih sayang."
"Sudahlah ma, semua sudah berlalu. Sekarang Shilla senang papa dan mama sudah tahu apa yang Shilla mau."
"Apakah kamu bahagia dengan Danu nak?"
"Sangat bahagia ma, walau ia terkadang menyebalkan dan suka menggoda dengan banyaknya rayuan seperti sebuah kamus yang tidak pernah kehabisan kata. Tapi itu yang membuat shilla bahagia, Ia selalu apa adanya tanpa dibuat - buat harus terlihat berwibawa."
"Mama bisa lihat itu, kamu lihat papa kamu saja bisa dbuatnya kesal." Mereka tertawa bersama..Ini yang Shilla mau bisa bersenda gurau dengan orang tuanya.
"Masih Danu ma, belum Varo anaknya yang lebih dua kali lipat menjengkelkan."
"Kalau itu juga mama tahu, ia pernah menyebut papa aki knalpot. Tapi ngomong - ngomomg Hana dan Varo kemana?"
Mereka baru sadar anak - anak seperti hilang disembunyikan setan hingga mereka tidak tahu sejak kapan sudah tidak ada bersama mereka.
"Paling main didepan ma, Varo walau seperti itu, dia sangat sayang sama Hana dan selalu mencoba menjadi abang untuk Hana walau umur mereka hanya terpaut beberapa bulan."
Pembicaraan mereka terhenti saat mendengar suara pintu terbuka.
Shilla menatap heran melihat Danu dan Heru bercerita seperti tidak pernah terjadi masalah.
__ADS_1
"Kalian..."
"Kenapa? Jangan cemburu dengan papa sayang. Hati dan raga abang hanya milik adek seorang." Heru yang mendengar godaan Danu seakan mau muntah saja. Masih Zaman gitu memikat hati wanita dengan rayuan gombal?
"Huh,,, siapa juga yang cemburu. Shilla hanya mau tahu apa yang terjadi." Shilla sangat kesal Danu sangat sulit diajak bicara serius.
"Mau tahu yang mana? yang diluar atau didalam? Kalau yang diluar sayangkan tadi udah lihat sendiri, kalau yang didalam jangan sekarang ya..nanti saja waktu sudah kita nikah, jadi harus sabar." Danu mengedipkan matanya ke Shilla.
Shilla ingin sekali mencak - mencak dengan jawaban absurd Danu.
"Papi...mama tolong!!!"
Suara teriakan Hana membuat semua terkejut dan langsung berhambur lari kedepan.
Sesampai didepan mereka semua hanya bisa melongo melihat kejadian didepan mata mereka.
"Ada apa ini?"Tanya Shilla
Danu dengan sedikit ragu mendekatin Hana, apa yang akan mereka lakukan?
Hana tampak berlahan mundur kebelakang buka berjalan kedepan mendekatin Danu, semua itu makin membuat Danu bingung.
"Hana kenapa makin menjauh?" Saat Danu bertanya Hana langsung berhenti.
"Vallo tadi sulluh Hana teliak, katanya Bial papi dan aki tidak bheulantem dikamal."
"Jadi dimana Varo sekarang?"
"Disana.." Tunjuk Hana ke arah Varo yang sedang bersembunyi dibelakang mobil
Saat Danu ingin menghampiri Varo...
__ADS_1
"Mas..awas..!" Teriak Shilla tapi sangat terlambat..
"Aduh..." Danu sudah merintih kesakitan di area pinggangnya, ia tidak tahu betapa licin tanah ditaman terkena air.
"Kata Vallo, papa harus dibuat encok bial gak bisa nendang aki, kasian aki udah tua, batuknya aja uda kayak knalpot mogok."
"Varo..!!!"
"Hei papi,,," Varo melambaikan tangannya ke Danu.
"Butuh bantuan? Saya masih kuat berlari buat mengejar iblis kecil yang selalu menghina saya itu.."Heru mendekatin Danu, ia menahan tawanya kasian tapi lucu melihat wajah Danu yang kesal.
"Dipersilahkan dengan hormat papa, terserah papa mau diapain itu iblis kecil."
Heru yang sudah dapat persetujuan langsung mengejar targetnya yang sudah sibuk menyelamatin diri dari kejarannya.
"Aki jangan banyak lari - lari ntar knalpotnya kropos." Teriak Varo sambil terus menghindar dari Heru, mereka seperti anjing dan kucing yang sedang bertengkar.
Shilla tersenyum bahagia melihat keramaian dan kehamgatn dirumahnya..
"Dapatkah waktu berhenti ? Agar aku bisa menikmatin kebahagiaan ini selamanya."
"Aduh pinggangku.." Varo tertawa puas melihat Heru tidak bisa mengejarnya lagi karena pinggangnya yang tiba - tiba encok.
"Selamat juga aku.."
"Siapa bilang kamu selamat hah?" Bulu kuduk Varo merinding seketika, dengan berlahan ia menolehkan kepalanya kebelakang. Melihat seseorang berdiri dengan berkacak pinggang dan siap menerkamnya habis - habisan.
"Pa..pi..."
#Varo suka banget jahilin papi sendiri ya#
__ADS_1
#Bantu like,comment and vote dears#