
Happy reading
πππ
"Kucel banget muka Varo?" Tanya Wina yang sedang menunggu Putri keluar dari kelasnya.
"Tante kasih makan apa si Putri? Kok Varo ngerasa apa yang Varo lakukan selalu dibalas telak sama Putri." Varo curhat dengan Wina sambil menanti papinya datang menjemput.
"Kalau itu mungkin sudah nurun dari tante." Kekeh Wina mengingat bagaimana dulu ia membuat Danu menyerah karena ulahnya.
"Maksud tante?" Varo memicingkan matanya.
"Papimu gak cerita? Tapi mana mungkin dia buka aib sendiri.Ha..ha..ha." Wina tertawa jika Danu tahu kalau ia sudah membuka kartu apesnya. "Papimu itu dari sekolah selalu kalah sama tante sampek dia nyerah gak berani lagi ganggu tante hingga kami bisa berteman."
"Jadi Varo kena tipu papi? Papi bilang semua bisa ia taklukan."
"Mana mau dia ngaku, apalagi sama kamu. Ha..ha..ha" Wina puas membuka aib Danu ke anaknya..
"Varo tahu gak kelemahan papi apa?"
"Apa tante?" Tanga Varo dengan semangatnya.
Wina segera membisikkan Varo yang dianggukin oleh Varo..
"Sedang apa kalian bisik - bisik? Kalian sedang tidak merencanakan kudeta dibelakangku kan?" Danu menatap curiga ke arah Wina dan Varo.
"Tidak papi, kami hanha sedang ingin berbisik saja biar rumput tetangga gak kepo."
"Mana Hana? Kita mau pulang, aki dan nini sudah dirumah Hana."
"Hana dishini papi." Hana berjalan dengan gengnya trio kwek kwek yang berisi tiga orang Hana,Icha, dan Putri.
"Kami pulang duluan ya Wina."
"Oke,gue juga mau balik, kirim salam sama Shilla ya, bye.."
__ADS_1
Merekapun menuju mobil masing - masing untuk menuju ketujuan mereka yang berbeda arah.
"Papi gak takut ketemu aki?" Tanya Varo
"Ngapai papi takut."
"Papi tenang aja, Hana dukung papi hanya papi yang bisa membuat mama sheneung."
"Makasih sayang sudah dukung papi. Kamu dukung papi kan Varo?"
"Of course papi, dont worry."
"Thanks boy."
Danu makin semangat menghadapi Heru yang baginya hambatan awal meraih cintanya.
"Aki...Nini..Hana pukang." Langkah kecil Hana tidak sabar bertemu dengan kedua paruh baya yang selalu memanjakan dirinya.
"Aduduh,,cucu aki baju acheum sheukalli." Hana mengendus - endus ketiaknya.
"Sini aki cium.." Hana tertawa kegelian ketiaknya dicium aki, apalagi kumis yang tajam tembus masuk ke baju Hana hingga menusuk - nusuk lembut kulit Hana.
"Udah aki,, geli...Ha..ha..ha.."
"Assalamualaikum papa."
"Hei Aki"
Heru berhenti dengan kegiatan dan melihat disana ada Danu dan Varo sedang berdiri menyapanya.
"Berani juga kamu datang.."
"Apa disini ada sesuati yang harus saya takutin?" Tabya Danu sambil celingak - celinguk berpura mencari sesuatu.
"Ada apa kamu kemari?"
__ADS_1
"saya hanya menemui calon mertua dan mengingatkan tantangan yang harus ia lakukan. Uban papa tidak membuat papa menjadi pelupakan?"
"Saya tidak akan lupa itu." Heru menatap Danu dengan sengit seakan dia tidak akan kalah dengan lelaki dewasa didepannya.
"Pa,,mas,, kenapa berdiri disitu.. Ayo keruang makan. Shilla uda masak."
Danu tanpa sungkan langsung masuk menyusul Shilla untupk menikmati masakan Shilla yang sudah menjadi favoritenya..
Heru terlihat bingung melihat Danu dan Varo yang mengambil makanan tanpa ditawarkan dahulu pemilik rumah.
"Papa kenapa? Makan pa." Tawar Danu
Sekarang siapa yang punya rumah pikir Heru..
"Tambah laki aki, jangan malu - malu makannha biar panjang umur, tidak mudah emosi dan bisa banyak tersenyum."
Heru mendengus bagaimana hidupnya punya cucu sambung setengil Varo bisa mati dadakan Heru nanti.
"Ah..kenyang juga, makasih sayang masakanmu selalu nomor satu nikmatnya." danu mengerlingkan matanha ke Shilla dengan tidak tahu malunya.
"Hei,,ingat tempat ini masih banyak orang, ada anak kevil juga." Tegur Heru
"Aki jangan mallah - mallah, bialin papi dan mama kan lomantiss kayak di pilm - pilm bikin kelepek meleleh" Ucap Hana mendramatisir.
Heru sangat terkjut sejak kapan cucunya bertingkah dewasa seperti itu? Shilla hanya menunduk malu karena kebiasaan nonton film romantis dekat anaknya.
"Papa,, tantangan pertama apa papa sudah siap?"
"Ye.. Varo namakan pertarungan Calmen vs Calmer dimulai.." Teriak Varo dengan girangnya membayangkan keseruan yang terjadi nanti.
"Papi akan lakukan semuanya dengan sempurna." Ucap Danu dengan sombongnya.
"Tantangan pertama adalah...."
#semangat malam suami pulang luar kota, gak bisa megang handphone lagiπ€£#
__ADS_1
#bantu like,comment ans vote#