
happy reading
🍄🍄🍄
Shilla dan Danu sudah semakin dekat, tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka berdua.
Danu sekarang berada dikantornya, ia yang biasa ramah terhadap karyawannya kini tiba- tiba bersikap sangat dingin.
"Pak, apakah anda sakit?"
"Siapa bilang saya sakit Yogi?"
"Kenapa anda dari tadi hanya diam..?"
Danu seketika menghentikan langkahnya dan memandang ke kanan dan ke kiri melihat adakah seseorang yang sedang melihat mereka.
Tingkah bosnya membuat Yogi makin bingung, Bos nya lagi sakit atau habis melihat makhluk halus?
"Sini saya bisikkin.." Yogipun mendekatkan telinganya..
"Saya masih mau hidup dengan selamat, tentram dan damai. Jika sampai satu detik saja saya terlihat tersenyum pada wanita, maka habislah riwayat saya..Lele saya tidak akan bisa menyetrum selamanya.."
"Lele..? Bapak memelihara lele gitu?" Yogi makin bertambah bingung..
"Punya asisten kok bodohnya kelewatan gak bisa langsung nyambung diajak bicara." Kesal Danu..
Yogi semakin pusing dengan tingkah Danu yang sangat aneh hari ini...
"Udah, jangan kau pikirkan, tugasmu sekarang... ungsikan semua wanita seksi, cantik dan bohay,, Jangan sampai terpandang mata untuk hari ini." Titah Danu.
"Bukannya rata-rata karyawan kita wanita semua pak?"
"Ah..kenapa aku lupa... sepertinya aku harus merekrut karyawan laki - laki mulai saat ini. Kalau gitu suruh mereka semua hapus makeup tebal mereka dan pulang ganti pakaian mereka dengan pakaian longgar. Jangan sampai terlihat bentuk tubuhnya." Ucap Danu yang sudah terduduk dikursi kebesarannya.
"Tapi pak..."
"Gak ada tapi tapi cepat kerjakan. Ini menyangkut keberlangsungan hidup leleku kedepannya."
Yogi langsung keluar dari ruangan Danu untuk melakukan tugas konyolnya kali ini.
"Ada apa dengan pak bos hari ini? Bukankah biasanya wanita seksi vitamin mata pagi hari untuk dia?"
Diruangannya Danu terduduk frustasi dia tidak menyangka Shilla akan datang ke kantornya hari ini.
"Kenapa ada sidak mendadak seperti ini? Ini lebih menyeramkan dari pada di audit KPK." Gumam Danu yang frustasi takut Shilla akan marah melihat betapa banyak karyawan wanitanya.
"Loe harus tenang Danu,, jika ia bertanya cari alasan yang sesuai agar Shilla tidak berpikir loe kegenitan atau keganjenan cari karyawan yang wanita yang seksi.
__ADS_1
"Aaahh Tobat gue sama wanita, besok harus buka lowongan khusus lakik-laki, yang seksi,cantik dan bohay harus gue singkirin secepatnya..maafkan aku..bukan aku tidak kasihan pada kalian tapi ini pertaruhan hidup leleku kelak..." Danu merengekin nasibnya sendiri.
Jam berputar sangat cepat, tidak terasa jam makan siang sebentar lagi berdenting menandakan tamu special beserta dua serdadunya akan sampai di kantor Danu..
"Mba permisi, bisa saya bertemu dengan pak Danu"
Shilla sudah sampai ke kantor Danu dan ia langsung bingung melihat penampilan karyawan Danu tanpa makeup dan memakai pakaian yang sangat kekendoran.
"Apakah ada lomba menjadi orang-orang sawah disini?: Batin Shilla.
"Apakah Ibu sudah membuat janji? Dengan Ibu siapa?:
"Mama tante, dia mama Shilla tidak perlu membuat janji bertemu papi.. Lalu makeup tebal tante kemana perginya? Baju seksinya kok berubah jadi jubah gitu?" Tanya Varo dengan selidik, ia curiga dengan apa yang dilakukan papinya.
Receptionis itu langsung mengalihkan perhatiannya kebawah, dilihatnya ada dua anak kecil disana, yang satu ia sangat kenal sekali, dia adalah Varo anak bosnya yang sangat jahil. Tidak ada satu karyawanpun yang tidak pernah terkena kejahilannya.
"Ada Bos kecil ternyata, kalau gitu silahkan masuk aja buk..Ruangan pak Danu ada dilantai lima."
Varo berjalan duluan memandu Shilla dan Hana. banyak mata memandang mereka hingga terdengar banyak bisikan disana sini.
Sepertinya sekarang mereka tahu kenapa harus berpenampilan seperti ini...ternyata bosnya juga termasuk kaum yang bakal menjadi suami - suami takut istri.
"Om Yogi, dimana papi?" Tanya Varo yang sudah didepan ruangan Danu.
"Ada didalam bos kecil,"
"Apakah saya boleh masuk?" Tanya Shilla ke Yogi.
"Anda..."
"Sayang...kenapa diluar aja,, ayo masuk sekarang.. Yogi siapkan minuman,cemilan dan makan siang disni segera. Cepat jangan pakai lama." Danu datang langsung memotong perkataan Yogi.
"Bos ini..."
"Dia calon istri saya...Sudah jangan banyak tanya.."
Danu langsung membawa Shilla masuk keruangannya, jangan sampai Shilla kelamaan diluar dan melihat banyak karyawan wanitanya..
Yogi langsung melaksanakan tugas keduanya.. sebenarnya ia asisten untuk bekerja dikantor atau mengurus urusan pribadi bosnya sih?
Sepertinya Yogi sudah tahu lele Danu yang akan kehilangan tempat setrumnya..
"Dasar bos sengklek.." Umpat Yogi sambil terus melangkahkan kakinya.
"Sayang, kantorku gak jauhkan?"
"Tidak.."
__ADS_1
"Kamu tidak menemukan hal - hal anehkan diperjalanan?"
"Tidak."
" Sekarang duduklah di sofa sambil menunggu makanan datang." Pinta Danu.
"Papi, kemana perginya semua karyawan seksi papi yang kayak badut itu?"
"Karyawan seksi?" Tanya Shilla dengan menatap tajam Danu..
"Papi banyak koleksi karyawan seksi mama, tiap hari mereka berjalan bagaikan pragawati. Kata Papi mereka vitamin mata dipagi hari."
" Oh gitu,, terus..."
"Terus..."
"Sayang jangan dengarkan Varo, dia iblis kecil yang suka mencari masalah. Kamu lihatkan tadi tidak ada yang pakaiannya seksi dan mereka semua juga tidak memakai makeup?"
"Ah iya benar, padahal harusnya karyawan wanita berpenampilan menarik agar konsumen tertarik berlama-lama diskusi."
"Kenapa aku tadi tidak terpikir kesitu, jadi ngapain aku suruh mereka pakai baju longgar dan menghapus makeup.." Ujar Danu keceplosan.
"Oh..jadi bener disini banyak karyawan seksi?" Ucap Shilla yang berdiri sambil berkacak pinggang melihat umpannya yang tertangkap.
Varo tersenyum sinis dibangkunya...
"Rasain papi bakal kena semprot mama," Batin Varo
"Sayang gak gitu juga,,, aku janji akan ganti karyawan asal kamu tidak marah."
"Siapa yang marah?"
"Kamu.."
"Aku gak marah, mereka berhak.kerja asal.menjaga batasan kalau tidak....habis nanti yang dibawah sana jika macam-macam." Mata Shilla sambil melirik tajam penuh ancaman tepat di tempat lele tertidur.
"Janji sayang, aku gakkan macem-macem.." Janji Danu sambil mengangkat jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V dan tangan satunya menggenggam tangan Shilla.
"Om Laka...!!!" Teriak Hana kegirangan sambil berlari menuju Raka
"Hana? Shilla? Kenapa kalian ada disini?"
"Raka..." Shilla tanpa sadar melepaskan genggaman Danu dari tangannya.
"Ada apa dengan mereka?"
#siapa ya raka?#
__ADS_1
#bantu like comment and vote dears#