
**Maaf dears baru bisa update lagi. Inshaallah mulai update rutin lagi...selamat membaca yang lupa bisa baca ulangπ€£π€£. Jangan tanyakan kenapa dan mengapa jarang update karena hatiku juga tidak tahu langkahnya hilang ntah kemana.
happy reading
ππππ**
Danu benar - benar sudah berulang kali dikibulin oleh Varo, ternyata karma telak menghampirinya dulu suka ngibulin orang sekarang dikibulin anak sendiri.
"Ini namanya tukang kibul dikibulin." Danu menghela napasnya berat.
"Maksudnya?" Shilla terlihat bingung melihat Danu yang sudah duduk di meja makan seperti sedang berkeluh kesah.
"Sudahlah..aku akan mengabulkan apapun maumu tapintidak dengan itu."
"Kenapa?"
"Aku sudah terlanjur janji ke papa menolongnya sayang."
"Aku gak butuh harta itu." Tegas Shilla
"Aku tahu..tapi coba kamu di posisi papa. Dia hanya ingin memberikan yang terbaik buat anaknya. Jangan buat semua yang sudah papa kamu kumpulkan menjadi sia - sia. Ia bisa saja tersenyum tapi hatinua pasti merasa rendah tidak bisa memberi ke anaknya. Mengertilah Shilla."
"Tapi aku gak mau dekat - dekat dengan dia mas,,aku benci saat melihat wajahnya."
"Hei,kamu gak boleh benci dia. Dulu kami benci aku sekarang cintan Aku gak mau nanti kamu jadi cinta ke dia. Never....Aku tidak akan pernah buat itu terjadi." Kesal Danu membayangkan Shilla jatuh cinta pada Raka saja ia bisa mencak - mencak tujuh tanjakan.
"Yang dibilang yang dijawab apa. Kamu terlalu posesive banget tahu gak?"
"Aku posesive...Gak lah....Hanya menjaga...menjaga yang sudah menjadi milikku." Kekeh Danu
"Sekarepmu mas..Jadi gimana?"
"Biarkan Raka mendekat tapi kamu gak boleh keganjenan nempel dia...Ini hanya buat dia mengalihkan konsentrasinya agar semua lancar."
__ADS_1
"Imblannya apa?"
"Sejak kapan kamu matre?"
"Bukan matre hanya realistis,, masa udah buang - buang waktu gak dapat imbalan."
"Imbalannya akan kamu tahu saat semua selesai.."
"Gak bohongkan?" Shillan memicingkan matanya menvari tahu ada kebohongan tidak diwajah Danu.
"Gak lah sayang...Hatiku bagai dilemoar batu oanas oleh burung hud - hud jika membohonginmu sayang."
"Ck,,kaoan sih gombalmu habis mas?"
"Gakkan pernah habis walau napas sudah diujung tenggorokan sayang karrna cintaku padamu tidak berujung."
Danu mendekatin Shilla,,ia sudah letih berbicara, ia butuh asupan gizi stamina kembali.
"Bolehkan mas minta vitamin mas..?"
"Belum selesai Shilla berbicara Danu sudah membungkam bibir Shilla dengan bibirnya.
"Ehm.."
Suara deheman yang tehas membuat kedua orang yang sibuk bertukat saliva itu terkejut. Shilla dengan kasarnya mendorong Danu hingga ia terjungkal kelantai.
"Aduh pantatku...Kalau kayak gini terus bisa-bisa encok dan gak kuat tempur aku nanti..." Danu merasakan kekesalannya karena hari ini dia dua kali terkena musibah penindasan.
"Danu..." Panggil suara bariton tersebut.
"Hei..papa..sudah balik...oleh - olehnya mana? Adakan buat menantu tertampanmu ini?" Tanya Dany tanpa raut malu telah terpergok calon mertuanya itu.
"Kamu mau oleh - oleh yang kanan atau yang kiri?" Tanya Heru dengan dua tangan yang mengepal kuat.
__ADS_1
"Aku mauna tatih tayang Shilla aja papa." Jawab Danu dengan wajah watadosnya dan cengiran kuda.
"Kamu tuh yah,,belum nikah udah main sosor aja.kalau sampai khilap gimana?" Omel Heru dengan memukulin Heru dengan tangannya..
"Ampun Pa,,kalau khilapnya enak kan gak apa pa...Aku bakal tanggung jawab biar makin enak pa."
"Kamu tuh ya...mulutnya...hah..hah...hah..." Heru terduduk dengan napas ngosngosan setelah membantai Danu seouas yang ia mau.
"Tuhkan,,papa capekkan...Kalau papa mati siapa coba yang nikahin aku sama shilla."
"Bodo ah...ngomong sama kamu darah tinggi papa naik drastis."
"Sabar pa,,," Jawab Danu lagi..
"Papi..."
"Wah anak papi udah pulang..." Danu merentangkan tangannya agar Hana masuk kepelukannya.
"Kangan kangen banget ama papi, Hana beli oleh - oleh yang banyak buat papi dan Vallo." Ucap Hana dengan mata yang berbinar.
"Apa itu?"
"Bental Hana ambilin." Kaki kecil itu dengan riangnya membongkar oleh - olehnya yang membuat ia dan nenek akhirnya terakhir masuk kedalam rumah.
"Tada..." Tunjuk Hana dengan semangat..Danu memgerutkan Dahinya melihat buah tangan yang tidak biasa itu.
"Buat apa itu Hana?"
"Ini bolgol buat Vallo bial kalau dia usil bisa kita bolgol tangannya. Nah ini penutup mata bial mata papi ndak shuka liat - liat cewek chantik shelain mama. Baguskan oleh - oleh Hana papi? Belmanfaat.." Hana membanggakan dirinya sendiri.
Danu hanya bisa terbengong dan ia makin jengah melihat semua yang ada diruangan itu tertawa keras..Ntahlah ia merasa semua menertawakan dirinya yang ketahuan suka tebar pesona..
"Makasih sayang..kamu pengertian bangetttt." Jawab Danu dengan senyum terpaksa.
__ADS_1
"Tentu..Hana gitu loh."..
"Alamat harus jaga mata kayak gini, banyak mata yang mengintai diriku...."