
Happy reading
🍄🍄🍄
Shilla dan Danu yang telah selesai perawatan sibuk mencari anak-anak mereka yang tidak ada di wahana permainan.
"Kalian disini? Terlihat seperti masa kanak-kanak yang kurang nikmat."
"Loe tuh ya Wina, kalau datang selalu bawa pisau ya? Tajam banget tuh mulut."
"Loe kan tahu mulut gue setajam silet..." Wina menirukan gaya bicara seorang presenter tv.
"Kalian berdua ya gak dimana-mana berantem mulu. Kami disini lagi cari anak-anak tadi katanya main tapi udah gak ada."
Wina mengambil handphonenya didalam handbagnya..
"Halo sayang kamu dimana?"..
Shilla dan Danu saling menatap, mereka memiliki pemikiran yang sama kalau Wina akan bertemu dengan pacarnya..
"Oke,, sayangg i will there." Wina menyudahi telponnya sambil menatap Danu dan Shilla dengan bingung.
"Kalian kenapa, ayuk kita pergi." Ajak Wina
"Kami mau cari anak-anak Wina, bukan nemanin loe pacaran." Ungkap Danu yang dianggukin Shilla tanda ia setuju.
"Siapa yang pacaran?"
"Itu tadi loe nelpon sayang sayangan dan janjian bertemu dengan pacar loe kan?"
"Pikiran loe dua ya, kayaknya perlu gue kucek, jemur lalu disetrika biar bersih, lurus dan licin kayak jalan tol. Tadi gue nelpon Putri dan anak loe dua sedang makan icecream bersamanya."
__ADS_1
"Kenapa loe gak ngomong dari tadi..?" Tanya Danu mengelak akan kesalahannya yang sudah salah paham.
"Iya gue dari tadi gong - gong makanya berlalu gitu aja bersama hembusan angin." Kesal Wina.
"Ya udah yuk jemput anak-anak. Maaf ya Wina tadi salah paham." Sesal Shilla.
"Uda biasa gue dianiaya, kapalan udah hati ini jadi jangan gak enak hati." Ucap Wina dengan senyum ke Shilla tapi memberikan pelototan tajam ke Danu, hingga Danu meneguk ludahnya sendiri merasakan bahaya akan mengintai.
"Gue juga minta maaf, mata loe harap direvisi yang bener, serem gue lihatnya."
"Loe pikir mata gue data yang salah gitu? sampek perlu di revisi?"
"Udahan yuk, kasian anak - anak." Shilla menarik tangan Wina meninggal Danu.
"Kok Wina yang kamu tarik sayang, harusnyakan tanganku.." Danu mulai merengek diabaikan Shilla, Shilla hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah Danu yang kekanak-kanakan.
"Loe kok bisa tahan sama Danu Shilla?"
"Anggap aja gue dulu khilaf dan kelilipan matanya."
"Ya mungkin gue masih dalam masa khilaf dan kelilipan yang berkepanjangan."
Mereka berdua tertawa bersama mengetawai kekonyolan mereka.
Tidak butuh lama mereka sudah sampai di outlate icecream, terlihat disana Anak-anak mereka duduk bersama menikmatin icecream yang mereka pesan.
"Sudah selesai belum makan icecreamnya?" Tanya Shilla
"Sudah ma, esklimnya enak sheukalli."
"Mau pulang sekarang?"
__ADS_1
Varo dan Hana langsung mengangguk karena mereka juga sudah sangat capek.
"Kami pulang duluan ya Wina."
"Oke, hati - hati dijalan."
Danu,Shilla dan anak - anak pergi keluar menuju area parkir mobil.
Anak-anak yang sudah sangat capek akhirnya digendong mereka.
"Berasa udah jadi keluarga utuh kita." Danu tersenyum membayangkan jika mereka sudah bersama - sama.
"Lalu aku punya banyak tugas negara..." Sambung Shilla
"Kok tugas negara?"
"Iya negara rumah tangga Danu Wijaya," Shilla nyengir kuda menjelaskan ke Danu.
krik..krikk.krik
"Garing ya?" Sungut Shilla sambil memajukan bibirnya yang berharap itu bisa jadi lelucon.
"Ha..ha..ha.." Danu tertawa keras melihat Shilla yang kesal leluconnya yang garing.
"Kamu gak perlu mikir tugas negara, yang perlu kamu pikirkan...." Danu mengucapkan sesuatu dengan berbisik di telinga Shilla dan tersenyum usil sambil memperhatikan Shilla dari ujung kepala sampai ujung kaki...
"Apa?!"
#Danu kamu bisikkin Shilla apa sih?#
#Bantu like comment and vote dears#
__ADS_1