
Happy reading
🍄🍄🍄
Percaya dengan pasangan adalah kunci utama menjalin kasih...tapi kini Shilla di titik kekecewaannya, Shilla merasa ada sesuatu yang direncanakan Danu...Baiklah ia akan mengikutin permainan Danu dan sampai kapan Danu bertahan dengan permainannya sendiri.
Danu di kantornya merasakan kekesalan sampai ke ubun - ubun berulang kali menghubungi Shilla dari kemarin tidak pernah diangkat. Mau kerumah Shilla bahkan saat di post satpam gerbang perumahan Danu sudah diusir mentah - mentah, bahkan ada papan peringatan di dekat pos satpam yang bertulis sangat besar.
Danu Wijaya dilarang masuk area komplek ini!!! Jaga Jarak, menjauh sejauh - jauhnya.
Danu bagai membawa Virus penyakit hingga harus menjauh dari sana. Danu juga datang ke butiknya Shilla tapi ia juga tidak ada disana..
Ia jadi khawatir Shilla benar - benar berpaling darinya ke Raka...
"Yogi..!!!"
"Iya bos..." Yogi melangkah cepat menemui Danu yang ia tahu moodnya sedang tidak baik - baik saja malah mendekat di ambang ke gilaan.
"Kau harus mencari cara bagaimanapun aku hari ini harus bisa menemui Shilla dirumahnya..."
"Tapi bagaimana caranya bos?" Yogi sangat jengah harus terlibat masalah perasaan bosnya dan Shilla lagi.
"Kau mau membantahku?!"
"Tidak, baiklah saya akan cari cara."
"Kenapa masih diam disitu?"
"Kenapa bos tidak minta bantuan bos kecil aja? Bukannya dia banyak akal?"
"Ah,,kau benar... Aku akan menjemput dan membawanya langsung kerumah Shilla."
__ADS_1
Yogi segera pergi dari ruangan Danu sebelum Danu mengamuk kembali, bakal pecah kepalanya mendengar amukan Danu setiap waktu, apalagi mendapat tugas yang diluar perkejaannya. Harusnya Yogi memintah gaji lebih atau bonus atas pekerjaan part timennya itu.
"Apa aku sudah keterlaluan? Kalau kayak gini bakal tambah lama menikmati surga dunia" Danu uring - uringan memikirkan lelenya bakal tambah loyo gagal mendapat vitamin dikolamnya.
"Lebih baik aku gerak sekarang.." Danu beranjak dari tempat duduknya...
"Bos mau kemana?" Tanya Yogi yang melihat Danu jeluar dari ruangannya...
"Mau ke sekolah Varo.."
"Tapi ini gimana?" Yogi mengingatkan semua tumpukan berkas yang harus Danu selesaikan.
"Kau kerjakan saja dulu,, Aku gak mau menunda waktu..." Danu meninggalkan Yogi yang melongos dengan nasibnya...
"Selalu begini,,, Enak banget jadi bos.."
Danu sebelum pergi ke sekolah Varo membeli beberapa hadiah yang ia akan menyogok Shilla yang ngambek dengan banyak hadiah...
"Varo, Hana mana?"
"Gak tahu papi, gak datang dia tadi..."
"Kamu mau bantu papikan? Mama marah sama papi.."
"Tapi gak gratis ya?"
"Sama papi sendiri ada kata nego... baiklah papi akan membeli apa yang kamu mau nanti.."
"Deal,, ayo kita berangkat..."
Sampai di depan gerbang perumahan seorang pembersih taman ingin masuk ke dalam perumahan.
__ADS_1
"Mau ketemu siapa pak?"
"Saya mau ke rumah bu Shilla, tadi ditelpon untuk membersihkan taman rumahnya.."
Satpam itu menelisik penampilan Danu yang sedang menyamar sebagai pembersih taman.
"Apakah anak ini ikut juga?"
"Iya, istri saya sudah tidak ada, jadi saya harus membawa anak saya kemanapun."
"Baiklah silahkan masuk.."
Danh merasa legah penyamarannya tidak ketahuan, ingjn sekali ia pecahkan papan pengumuman di depan post satpam itu yang tertera fotonya disana. Buronan aja gak separag itu dipajangnya...kesal Danu..
Tanpa permisi Danu langsung masuk ke dalam rumah Shilla,
"Siapa kamu?" Shilla terkejut ada seseorang masuk kerumahnya bersama anak kecil dengan tampilan yang sangat kumuh...
"Sayang ini aku.."
"Hei..jangan panggil aku sayang sayang aku sudah mau tunangan.."
"Tunangan? Iya kamu akan tunangan dengan Danukan?"
"Siapa bilang dengan dia, kami sudah end. Aku akan bertunangan dengan Raka."
Tubuh Danu seperti kehilangan keseimbangannya mendengar kabar itu dari mulut Shilla, bukan hal ini yang ia mau...
#Wah Danu,,kasian banget kamu#
#Bantu like comment and vote dears#
__ADS_1