Peri Kecil Vs Iblis Kecil

Peri Kecil Vs Iblis Kecil
Bukan saingannya..


__ADS_3

Happy reading..


🍄🍄🍄


Sudah terkena air kenapa tidak sekalian mandi juga kalau bisa sambil berenang mancing ikan makin nikmat. Itulah pepatah yang sedang menyugesti Danu agar ia tidak lemah dan ragu maju kedepan.


Ia bukan pergi ke medan perang tapi hanya sedang ingin berjuang mendapat restu, tidak akan mati terpanah hanya paling sakit hati menanah jika ia ditolak mentah - mentah.


"Assalamualaikum" Ucap Shilla masuk kerumahnya.


"Neng Shilla pulang? Gimana kabarnya neng? Bibi kangen banget sama neng Shilla" Bi karti langsung memeluk Shilla, Bi karti sudah lama kerja di rumah orang tua Shilla, ia juga sudah menganggap bi Karti seperti orang tuanya sendiri karena hanha ada bi Karti disampingny dahulu saat orang tuanha sibuk bekerja.


"Alhmdulillah sehat bi, bibi sehat? Papa dan mama mana bik? Tanya Shilla


"Bibi sehat neng, Bentar bibi panggilin, neng kecil mau ikut juga manggil nini dan aki?"


"Mau bi, ayo Vallo kita jemput Nini dan Aki didalam." Hana mengajak Varo ikut bersamanya.


Kini tinggal Hana dan Danu duduk di sofa ruang tamu Shilla yang cukup besar dan mewah, urnamen dan koleksi-koleksi didinding kental dengan budaya jawa.


"Mas gak apa - apa kan?"


"Tenang aja, mas punya sejuta senjata penakluk hati calon mertua." Ucap Danu dengan sombongnya.


Shilla yang merasa ketar - ketir sedangkah Danu terlihat santai tanpa beban.

__ADS_1


"Nini...!! Aki...!! Hana kangen.." Jerit Hana sambil lari kepelukan nininya yang sedang duduk bersama aki di gazebo halaman belakang rumahnya.


"Cucu nini gimana kabarnya sayang? Mama mana? dan ituu...?" Nini melihat Varo dengan gaya coolnya berjalan menuju Hana.


"Itu Vallo nini, blothel Hana." Ucap Hana bangga.


Varo dengan gaya sok baik dan muka polosnya menyalamin nini dan aki,


"Perkenalkan Nama saya Alvaro Wijaya anak dari Danu Wijaya yang berwajah tampan dari sejak lahir, tidak perlu dipuji karena saya sudah sadar bahwa kadar ketampanan saya melebihi batas hingga bikin hati tertarik." Varo memperkenalkan dirinya sendiri tanpa ditanya saat bersalaman dengan Aki.


"Ha..ha..ha percaya dirimu tinggi sekali anak kecil." Jawab Aki


"Jangan panggil aku anak kecil aki.. namaku Varo,, panggil aku dengan Varo." Jelas Varo dengan gaya bicara seperti animasi anak yang sering ditontonnya di tv.


"buk, pak ... neng Shilla ada didepan nunggu bapak sama temennya"


" Iya pak." Jawab bi karti


"Ya udah, buat jamuan untuk mereka bi, kami segera kesana." Pinta Shinta mama Shilla


Bi karti mengangguk dan menuju ke dapur.


"Kamu kesini sama siapa Hana?" Tanya Aki pada Hana yang masih setia dipangku nininya.


"Sama mama,papi dan Vallo." Jawab Hana

__ADS_1


"Papi?"


"Ya aki, papi Danu, papinya Vallo"


"Aki jangan khawatir papi orangnya baik hati, rajin menabung, tidak sombong apalagi dengan wanita, mempunyai sejuta pesona dan sangat tampan seperti aku aki."


Varo memperkenalkan papinya seperti sales yang memberitahukan kelebihan barang yang dijualnya.


Aki hanya geleng - geleng kepala, ketemu dimana Shilla dengan mereka? Anaknya saja seperti ini gimana bapaknya.


Semua akhirnya berjalan keruang tamu dimana Shilla dan Danu berada.


"Ehm..." Heru berdehem membuat perhatian mereka yang sedang asik bercerita langsung teralih mendengar suara bariton itu.


Mereka berdua langsung berdiri dan menyalim kedua paruh baya yang matanya masih menelisik setiap jengkal penampilan Danu.


"Masih ingat punya orang tua kamu Shilla?" Heru yang sudah duduk langsung menghardik anaknya dengan pertanyaan.


Shilla hanya bisa tertunduk dalam tanpa menjawab pertanyaan Heru karena ia tahu semakain ia menjawab maka papanya akan semakin marah.


Heru mengalihkan pandangannya ke Danu, menilisik semua yang ada di diri Danu dan tersenyum meremehkan,,


"Dan kau, jangan harap mendapat restuku karena kau bukan saingannya..."


#bernanah gak danu hatinya?#

__ADS_1


#Bantu like,comment and vote ya dears#


__ADS_2