
happy reading
Setelah perjuangan yang berat akhirnya Danu sampai ke rumahnya. Wajahnya yang tampan terlihat sangat kucel hingga wibawanya hilang seketika.
Kekesalannya makin bertambah saat sampai dirumah tidak ada satupun penghuni disana.
"Ahhh, kenapa aku tadi tidak tanya dulu mereka akan kemana?"
Danu merebahkan tubuhnya diatas sofa, badannya terasa sangat nyaman bisa bersandar dari rasa remuk dan pegal karena ulah anjing tidak tahu diri itu.
Ia jadi sangat kesal dengan Wina karena kedatangan wanita itu kehidupannya setiap hari makin sial seperti dewi kematian yang datang menghampiri.
"Harus aku apakan si Wina itu biar tidak mengganggu hidupku lagi..., bisa apes terus nanti aku ada dia. Jangankan ngajak nikah bisa memegang tangannya Shilla aja ntar akan lebih sulit karena dia."
Danu merasakan getaran hanpdhone di saku celananya.
"Shilla?" Mata Danu langsung berbinar melihat Shilla menghubunginya, segala kekesalannya sirna seketika dibawa arus cinta.
"Ya hallo Sayang."
"Sayang,,,sayang ini Varo papi."
"Ngapai kamu hubungin papi? masih ingat kamu punya papi disini hah?" Kekesalan Danu datang kembali saat Varo menghubunginya dan mengingat anaknya yang tidak mau di ajak kompromi itu.
"Papi beneran gak mau dihubungin? Padahal Varo ingin kasih kabar kalo...tapi ya sudahlah kalah papi gak mau tahu. byee."
"Tu..tunggu jangan dimatikan anakku yang paling tampan melebihi papinya. Ada kabar apa cepat beritahu papi."
"Ck, gitu aja baru dipuji-puji, ketampananku sudah dari dulu tidak diragukan kualitasnya jadi tidak perlu dipuji aku sudah tahu papi."
"Kalau sudah tahu sekarang kasih tahu papi cepat.."
"Varo sedang bersembunyi sekarang papi, Varo ambil handphone mama diam-diam karena didepan ada tante Wina yang sedang datengin mama kesini." Bisik Varo pelan.
__ADS_1
"Apa?!!!" Danu yang terkejut langsung berdiri dari sandaran nyamannya di sofa.
"Kamu jaga mama, jangan sampai tante Wina macam-macam. Papi akan segera kesana sekarang."
Danu langsung kelimpungan menuju kamarnya mencari kunci mobil yang lain. Setelah mendapatkannya ia berlari menuju bagasi mobil dan melesat pergi kerumah Shilla.
Sesampai dirumah Shilla ia bingung dengan suasana yang sunyi tidak ada seorangpun diruang tamu..
Lampu rumah yang redup membuat kesan horor untuk Danu yang penakut.
"Shilla,,,Hana,,Varo,,," Danu memanggil nama orang yang harusnya berada didalam rumah.
"Shilla jangan nakut -nakutin dong, Varo kamu dimana nak? Hana yang baik hati keluar dong sayang."
Danu mulai ketakutan dan was-was melihat tidak seorangpun disana. Pikiran buruk sudah menghantuinya jangan-jangan Shila dan anak-anak di bunuh oleh Wina? Atau mereka diculik dan disekap sama Wina? Danu harus bagai mana sekarang?
Sesampai dihalaman belakang langkah Danu terhenti, matanya membulat ingin keluar dari tempatny serta mulutnya yang terbuka makin menganga lebar.
"HAPPY BIRTHDAY ...!!!" Teriak semua yang disana.
Shilla membawa kue tart ditangannya dan mendekati Danu,
"Happy birthday sayang,,, tiup lilinnya sekarang."
Danu yang masih mematung tambah membeku mendengar kata sayang dari bibir Shilla ingin sekali ia melahap bibir yang sudah mengatakan kata yang mengalun indah mendawai di gendang telinganya.
PLAKK!!
Tepukan kuat di lengan Danu membuat nyawanya yang sedang terbang indah terjatuh seketika membawa kesadaran Danu.
"Aduh..!" Ringis Danu
"Bengong mulu, tiup tuh lilin gak lihat tangan Shilla uda pegel megangin kuenya, senyumnya juga hampir retak nunggui loe sadar dari alam baka." Cerocos Wina
__ADS_1
"Peak loe,,, keluar juga sifat asli loe yang galak kayak mak-mak pasar."
Danu langsung berdoa didalam hati, hanya satu pintanya ingin segera menikahi Shilla dan menua bersama. Danu meniup lilin dengan sekali hembusan.
Tepuk tangan riuh serta kegirangan anak-anak terdengar disana.
"Potong kuenya sekalang papi, kami tidak sabal makan kuenya lapel..." Seru Hana
"Iya om cepetan..." Putri juga tidak sabar menikmati kue tart itu.
Danu memotong kue tersebut ingin menyuapin Shilla..
"Ah,,kuenya enak sekali.." Girang Wina yang merampas kue tersebut dari tangan Danh, Shilla hanya memandang dengan bola mata malas dan jengah dengan tingkah sahabat barunya itu sedangkan Danu kesal sampai ke ubun-ubun tidak bisa memberika suapan pertama ke Shilla.
"Kau.."
"Udah-udah ini bukan pesta anak kecil yang harua rebutan kue. Sini anak - anak kita makan kue bareng."
Anak - anak dengan semangat mengikuti Shilla ke meja yang sudah tertata cantik dihalamannya.
"Sejak kapan loe berteman dengan Shilla?"
"Mau tahu apa mau tahu banget?"
"Sifat nyebelin loe tuh gak pernah hilang ya, udah nyatu ke kulit- kulit loe.." Ketua Danu tapi dibalas tawa Wina yang kuat tanpa ada jaimnya lagi.
"Sebenarnya....."
"Wah,, Putri bisa melukis lukisan pelangi yang indah di kepala Varo!!" Girang putri.
"Putri..!!Awas kau ya..!!!"
Putri langsung berlari menjauh dari jangkauan Varo dengan kepala botaknya yang sudah penuh cream yang berwarna warni.
__ADS_1
#happy birthday danu#
#bantu like,comment and vote ya dears#