
happy reading
🍄🍄🍄
Varo sekarang sedang dalam mode diam, ia tidak ingin berbicara dengan Hana karena menyamakannya dengan kartun botak di tv.
Cukup Hana saja yang tahu tentang kebotakannya yang lain jangan sampai, kalau sampai tahu mau taruh dimana kepala Varo? Mungkin akan ia sembunyikan dulu sementara digantikan kepala ayam jantan yang masih mending memiliki jambul dikepalanya.
Kali ini ia harus berhasil mengerjai Putri, ia sudah memahat dengan tajam bahwa Putri adalah saingan yang harus ia taklukkan sekarang.
"Vallo jangan diamin Hana dong."
Varo tetep cuek dan mempertahankan diri untuk tidak berbicara pada Hana.
"Vallo, Hana janji gakkan bilang yang lain. Vallo ganteng,baik hati pewalis kegenitan papi, uda dong ngambeknya." Hana terus memelas dan minta maaf sambil memegang kedua telinganya.
"Anak-anak ayo duduk ditempat."
Hanapun kembali ke bangkunya tanpa membuahkan hasil.
"Kenapa kamu?"
"Vallo lagi ngambek shama Hana."
"Cup..cup biakhin aja nanti juga baik sendikhi."
Akhirnya mereka semua belajar sampai saat ada pembagian tugas kelempok dan sebuah keberuntungan Varo sekelompok dengan Putri.
"Sial banget aku sekelompok denganmu" Ketus Putri
"Kau kira aku mau sekelompok dengan mak lampir."
"Kau bilang aku mak lampir?"
"Iya kan sama sama serem." Jawab Varo dengan cengiran mengejeknya.
"Putri.."
"Ya bu, berdiri dikursimu ya sebagai perwakilan kelompok."
"Baik bu.."
Saat Bu Dede sedang berbicara dengan Putri diam-diam Varo dengan sengaja menjatuhkan pensilnya agar tidak diketahui sedang menjalankan misinya.
Varo langsung memasang wajah polosnya seperti tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Yang berdiri tadi silahkan duduk." Kata bunda Dede.
"Loh..kok.." Putri merasa risih dengan tempat duduknya dan ia berdiri lagi..
"Bunda..!!! Putri ngompol!!" Teriak Varo dengan kuat sehingga membuat heboh teman sekelas.
"Putri gak ngompol bunda, ini pasti ulah Varo!" Putri menunjuk ke arah Varo "Kenapa kau selalu menggangguku?!"
"Aku gak ada mengganggumu.." Jawab Varo tanpa bersalah
Varo yang melihat Hana ingin menjambak rambutnya berdiri langsung memegang wig dikepalanya takut ketahuan kalau ia sudah botak.
"Jangan medekat ! Jaga jarak 10 meter." Varo memberi peringatan.
"Kenapa? Kau takut sama perempuan?" Putri terus mendekatin Varo dan Varo terus mundur kebelakang.
"Hana halus nolongin Valo, kalo tidak nanti ketahuan kashihan."
"Stop!!"
Suara Hana menghentikan langkah Putri dan Varo tapi hanya sementara, Putri langsung berjalan cepat ingin melampiaskan marahnya dengan menjambak rambut Varo.
Hanapum dengan sigap datang menyelamatin Varo.
"Apa botak?" Putri terkejut dengan perkataan Hana
"Ups,, Hana salah ngomong maaf." Hana merasa perkataannya salah langsung menutup mulutnya, ia mendapat lirikan tajam oleh Varo...
"Habislah Hana hali ini uda buat Vallo mallah tellus."
"Aku hanya lagi ingin menjadi seperti Deddy Corbuzier." Dengan percaya dirinya Varo membuka Wig Shiallannya yang tidak bisa melindunginya dari tadi.
"Vallo tunjukkan pesonamu.." Seru Hana memperagakan mc yang akan kedatangan tamu istimewa untum membantu akting Varo
Dengan gaya dinginnya Varo menirukan gaya Deddy Corbuzier saat akan memulai sulapnya, matanya yang menyipit tajam sebelahnya dan tangan kanan yang jari jarinya bergerak seperti sedang menghipnotis.
Tepuk tangan riuh dikelas melihat gaya Varo menirukan artis terkenal.
"Untung aku tidak habis akal." Batin Varo
"Huh, apanya yang mirip om Deddy yang ada mirip tuyul." Decih Putri yang tidak berselera lagi menjambak rambut Varo, apa yang mau ia jambak coba?
"Kau..!" Varo hampir terpancing amarahnya tapi ia tahan, ia tetap mempertahankan gayanya menirukan seorang pesulap itu.
"Apa-apaan ini tadi dimobil disamai dengan upin ipin, ini dengan tuyul, dasar wanita yang tidak tahu takaran ketampanan lelaki dengan kebotakannya akan meningkat."
__ADS_1
Kesal Varo dalam hati dengan tetap mempertahankn diri dengan ketampanannya.
"Sepertinya mereka akan aku suruh menampilkan drama saat acara sekolah nanti." Batin Bunda Dede yang melihat tingkah anak muridnya dari tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang Varo berjalan dengan percaya diri mwmbuat Danu dan Shilla terperangah dengan perubahan Varo.
"Kenapa anak itu?"
"Itukan anakmu."
"Kan sebentar lagi juga jadi anakmu."
"Lalu aku harus jawab wow gitu lihat dia berubah drastis kayak bunglon sedang ganti warna?"
"Papi!! Lihat gaya Varo.."
Danu melongok melihat gaya Varo menirukan pesulap dan dia tahu sekarang mengapa anaknya berubah ....
"Good job boy."
"Akal Varo banyak papi." Ucapnha bangga
"Hana juga bantu loh."
"Tapi gara-gara kamu juga aku ketahuan botak." Sungut Varo
"Ya solly."
"Udah jangan bertengkar" Lerai Shilla
"Hei tunggu!!"
"Ada apa Wina? Tanya Danu
"Lihat ni Danu, rok Putri basah karena Varo anakmu." Ucapnya manja.
"Lalu kamu minta tanggung jawab lagi gitu?"
"Itu....
#itu apa wina???#
#bantu like comment and vote#
__ADS_1