Peri Kecil Vs Iblis Kecil

Peri Kecil Vs Iblis Kecil
Ayo kita mulai


__ADS_3

Happy reading


🍄🍄🍄


Shilla dan Danu kali ini mengantar anaknya sendiri - sendiri karena Shilla masih dalam mode ngambek sama Danu.


Danu hanya melirik Shilla yang terlihat acuh dengannya, ..


"Sayang..." Danu menghadang langkah Shilla yang akan beranjak pergi.


"Jangan panggil - panggil sayang, mas kira aku layang layang bisa ditarik ulur? Sana jauh - jauh" Shilla tidak memberikan senyum manisnya sedikitpun pada Danu yang ada muka lecek kekesalan.


"Kamu memang layang - layang yang jika semakin tinggi dan jauh, mas akan makin menggenggam erat tidak akan mas lepaskan begitu saja walau mas harus menahan tajamnya benang yang menggores tangan mas."


"Kalau suruh ngejawab pinter banget."


"Kalau gak pinter gimana bisa menaklukkan hati kamu sayang."


"Kalau itu bukan pinter tapi licik." Sungut Shilla


"Pinter dan licik hanya beda tipis sayang."


"Mas ngeselin, pengen Shilla seret ke KUA biar tanggung jawab dan gak lari nanti."


"Kamu hamil sayang ? Perasaan aku belum nunjukin kekuatan setrumanku."


"Bukan ituuuuu,,, Tapi tanggung jawab udah mengambil bagian hati aku.." Ucap Shilla malu - malu


"Cie..cie.. sekarang siapa yang bucin?" Goda Danu lagi yang senang melihat rona merah dipipi Shilla.


"Mas..uda jangan godai lagi..hari ini papa dan mama datang. Gimana nanti? Shilla takut mas gak bisa ngadepin papa."


"Kamu tenang saja, percayakan sama mas, mas punya seribu cara buat ambil hati seluruh keluarga kamu agar kita direstui."

__ADS_1


"Bener ya? Jangan pernah tinggalin Shilla."


"Mas janji, mas gakkan ajak Shilla kawin lari karena bakal capek kita kawin sambil lari - lari enakan kawinnya sambil tiduran berasa nikmatnya."


"Kambuh mesumnya..." Shilla mencubit perut Danu yang tidak ada sixpacknya.


"Sama calon istri sendiri kok. Kawin gak boleh lari tapi nikah bolehkan lari? Berhenti di KUA biar segera diteriakkan SAH."


"Gak gitu juga mas, Mana bisa sah kalau papa gak jadi walinya.."


"Kalau kita bunuh aja papa kamu gimana?"


"Enak aja, gitu - gitu papa Shilla walau kerasnya gak ampun - ampun." Shilla memperlihatkan wajah kesalnya.


"Ha..ha..ha.. Mas bercanda sayang, tenang mas udah pegang kuncinya jadi gimanapun kita bakal diteriakin SAH nanti."


"Ya udah mas kerja dulu sana, Shilla.mau kebutik bentar soalnya papa dan mama kan mau datang."


"Perlu mas kesana nanti?"


"Oke,, hati - hati dijalan ya.."


Danu mengecup kening Shilla agak lama..


"Mas sayang kamu.."


"me too..."


Akhirnya Danu bisa tersenyum lega kekasih pemilik hatinya saat ini sudah bisa ia taklukan kembali..


Tinggal menyusun rencana apa saja yang akan ia jadikan tantangan buat papa mertuanya itu...


"Ayo kita mulai.." Danu tersenyum dengan liciknya

__ADS_1


Liciknya Danu begitu juga liciknya Varo yang juga sedang tersenyum menatap targetnya yang berdiri di bangku teras sekolah tidak jauh darinya.


"Ayo kita mulai.."


Varo berjalan menghampiri targetnya yang sedang berdiri tersebut, Targernya masih asik bercerita membelakangi Varo hingga tidam sadar Vark sudah ada disana.


Dengan sangat lihai Varo menjalankan tugasnya...hingga saat terlihat sempurna ia segera meninggalkan tkp. dan duduk tenang dibangku yang bisa memantau keberhasiannya tugasnya.


"1..2..3" Hitung Varo dibangkunya


"Aduh sakit..."


"Putli keunapa?" Tanya Hana


"Rumputnya jahat narik aku sampai jatuh."


Hana melihat kebawah sepatu Putri..


"Ini lumputnya ndak mau jauh dalli sheupatu Putli, tuh lihat lumputnya shuka sama talli sheupatu Putli jadi peluk-peluk."


"Ini bukan peluk Hana, tapi rumputnya terikat disepatuku..Tapi kok bisa ya?" Putri mulai berpikir keras siapa dalang perbuatan ini..


"Mungkinkah..."


"Apa Vallo ? Tapi dia ndak dishini."


Mata Putri terpaku dengan satu benda yang jatuh didekat ia berdiri..


"Kena kau nanti.." Ucap Putri geram..


Sedangkan Varo disana sedang tertawa puas merayakan kemenangannya tanpa tahu akan ada karma yang akan dinantinya...


#Varo gak kapok kapok ya kamu#

__ADS_1


#bantu like,comment and vote dears#


__ADS_2