
happy reading
🍄🍄🍄
"Papi..Kenapa papi tadi tidak membelaku?"
"Membelamu untuk apa?"
"Papi jangan sok gak lihat,, Putri dari tdi habis-habisan mengerjaiku." Varo sangat kesal saat ini karena dia sudah kalah dua kali hari ini.
"Papi gak tahu tuh,, yang papi tahu papi lagi bahagia hari ini. Sebentar lagi papi tidak akan tidur sendiri lagi."
"Papi, aku ini anakmu yang harus kau bela." Sungut Varo
"Anak papi? Kok jauh banget buah jatuh dari pohonnya? Masa sama perempuan kalah. Kalau dia tidak bisa kau taklukkan dengan kejahilanmu maka tunjukkan pesonamu. Percuma punya wajah tampan tidak kau manfaatkan." Cibir Danu yang membuat Varo makin kesal.
"Papi mengejekku? Papi lihat nanti seberapa dekat buah yang jatuh dari pohon papi." Varo tidak terima jika harus mengakui papinya lebih dari dia.
"Tunjukkan jika itu benar.."
"Oke..lets see soon"
"Putri, kali ini aku biarkan kau menang, tapi tidak untuk lain kali aku akan tunjukkan seberapa berpengaruh iblis kecil mempermainkan dewi kematian.."
Varo sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok membuat Putri bertekuk lutut di kakinya.
Lain dengan Danu yang sedang berhayal apa saja yang akan dilakukannya setelah menikah...
__ADS_1
Senyuman tidak pernah habis terlihat dari bibirnya... Bayang - bayang Shilla berada dirumahnya, menyiapkan dia makanan lezat, menyiapakn baju kerjanya apalagi menyiapkan dirinya saat malam dengan memakai baju haram..
Danu bisa gila sendiri memikirkannya, ingin dia memiliki mesin waktu dimana waktu ia sudah bisa mengsahkan Shilla tanpa harus menunggu beberapa waktu lagi.
"Papa uda gila? Dari tadi senyum sendiri."
"Iy papa uda gila.. gila karena cinta mama Shilla." Ucap Danu dengan senyum sumringah..
"Gigi papi silau banget,,, sudah berapa hari papi gak gosok gigi sampai kuning mengkilat gitu?"
"Eh,,kamu kok tahu?" Danu langsung berkaca di spion mobilnya. "Wah benar ydah berkilau kayak emas..bisa jadi mahar nanti untuk Shilla."
"Ish.. papi menjijikkan yang ada ntar mama Shilla bakal kabur di malam pengantin papi, dikiranya ntar papi Hulk.."
"Oh tidak bisa... Besok papi akan ke dokter kecantikan dan dokter gigi. Papi akan kinclong seperti opa-opa korea biar mama Shilla makin klepek-klepek sama papi."
Varo menatap Danu dengan jengah,, benarkah ini papinya, sejak kapan terobsesi dengan opa korea?
"Kalau Papi sampai mirip opa korea lalu Varo nanti mirip siapa? Bisa - bisa Varo dikira anak orang lain."
"Benar juga,,tapi bagus juga jadi tidak ada yanv mengira sifat iblis mu menurun dariku..Ha..ha..ha." Danu tertawa puas melihat muka masam Varo.
"Kalau gitu aku akan ikut papi besok buat jadi tampan seperti opa korea." Varo tidak mau kalah dari Danu
"Buat apa?"
"Menaklukkan Puti dengan ketampananku." Ucap Varo dengan bangganya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mama benelan mau nikah sama papi?"
"Emang Hana gak mau, papi Danu jadi papi Hana beneran?"
"Hana mau, tapi Hana bingung kenapa papi mau sama mama? bukankah tante Wina lebih chantik dalipada mama?"
"Kau terlalu jujur nak.." Shilla menangis dalam hati mendengar kejujuran anaknya.
"Kitakan halus selalu jujul ma, Tante Wina memang chantik sheukalli, tinggi, montok dan wajahnya yang campul-campul kayak es campul."
"Jadi mamamu ini gak cantik?"
"Mama juga cantik tapi sayang bokong mama tepos, bagian depan mama tidak telalu belgelobang, wajah mama juga sudah tidak telawat."
"Apa mama sudah harus melakukan perawatan lagi?"
"Ya mama hallus pelawatan kalau bisa ikut sheunam."
"Oke besok mama akan perawatan, mama gak boleh kalah cantik."
"Hana juga mau ma.."
"Mau apa?"
"Mau shepelti mama, bial tambah chantik."
__ADS_1
#daya haluku lagi downn!!!#
#bantu like,comment and vote dears#