Peri Kecil Vs Iblis Kecil

Peri Kecil Vs Iblis Kecil
liburan atau bulan madu?


__ADS_3

happy reading


🍄🍄🍄


Shilla dan Danu terkejut melihat Hana dan Varo sekarang berada didepan mereka...


Adapakah gerangan ? Melihat mata mereka seperti ingin menyiratkan sesuatu yang penuh dengan harapan...


"Kalian kenapa? Tanya Shilla penuh selidik..


"Mari kita ke pantai." Ucap mereka serempak


Shilla dan Danu sama-sama melongo dan saling pandang melihat kekompakan anak-anaknya yang ingin liburan kepantai.


"Tapi pantai jauh dari sini, paling tidak kita harus mengatur waktu untuk liburan." Jawab Danu


Hana dan Varo langsung menampilkan wajah cemberut dan menggeleng bersama tanda mereka tidak setuju untuk ditunda.


"Bagaimana kalau kita nanti liburan ke bali saat kalian liburan sekolah?" Danu mendekati Shilla dan berdiri tepat dibelakang Shilla sambil sedikit membungkukkan tubuhnya agar tepat disamping telinga Shilla "Sambil kita berbulan madu." Bisik Danu agar tidak terdengar anaknya..


Shilla langsung merasakan bulu kuduknya merinding mendengar bisikan Danu.


"Ini liburan atau bulan madu?" Batin Shilla, bulan madu bersama anak-anak bisa Shilla bayangkan akan sekacau apa nanti disana.


"Bagaiman kalau minggu depan kita ke pantai terdekat?" Usul Shilla


"Kok gitu si yank?" Kini giliran Danu yang protes tidak terima, ia tidak mau berlama - lama menduda bisa keburu mati layu dan hilang daya sengat lelenya ntar


Shilla memanggil Danu dengan lambaian tangannya agar Danu mendekatkan telinga ke Shilla.


"Kalau bulan madu bareng anak - anak mana asik sayang...Bisa-bisa ntar kita gak bisa berduaan." Bisik Shilla merayu agar Danu tidak mengajukan protes lagi.


Mata Danu langusng berbinar cerah mendapatkan kata - kata angin segar dari Shilla, apalagi aroma caramel yang keluar dari bibir Shilla membuat Danu ingin menggigit dan menyesap rasa dan aroma manis itu.


"Sadar Danu,,,sadar ...tempat umum ini dan ada anak -anak." Danu berusaha menguasai dirinya.


"Papi sama mama kenapa sih dali tadi bisik-bisik?" Tanya Hana


"Kami hanya sedang diskusi." Jelas Shilla

__ADS_1


" Jadi bagaimana tentang pantainya?" Tanya Varo tidak sabaran


"Sabtu depan kita kepantai terdekat menginap sehari sampai hari minggu." Shilla sudah mengambil keputusan


"Hore..Hole!!!! " Teriak Hana dan Varo sambil bertepuk kedua tangan dan mengoyang - goyangkan pinggang mereka ke kanan dan ke kiri.


Danu dan Shilla tersenyum melihat tingkah kedua anak mereka, bukankah seperti ini terlihat anak - anak sekali?


Akhirnya Varo dan Hana memilih bermain di wahana permainan berdua, sedangkan Danu dan Shilla melakukan perawatan dengan nomor antrian mereka.


"Hei Putli..Kamu disini juga?" Tanya Hana yang melihat Putri sedang memasukkan bola basket ke ringnya.


"Ah,,ada Hana dan Varo, iya aku disini nemenin mama ynang lagi diskusi dengan teman kerjanya disana." Putri menunjuk salah sati restoran yang dekat dengan wahana permainan.


"Mau main bersama?" Tanya putri


"Gimana Vallo?" Hana bertanya dengan Varo yang sedang menatap Putri penuh misteri.


"Mari kita bertanding." Ucap Varo serius pada Putri.


"Ayo,, siapa takut." Seru Putri.


"Oke deal?." Varo mengulurkan punggung tangannya yang langsung di tumpuk tangan Hana dan Putri."Deal!!" Ucap mereka bersamaan sambil tangan yang bertumpuk itu mereka lambungkan ke atas.


"Dari mana kita akan mulai?" Hana mengetuk - ngetuk dagunya tampak berpikir karena ia akan menjadi wasitnya." Nah, kita mulai dali capit boneka." Hana langsung menjentikkan jarinya saat menemukan ide pertamanya.


Merekapun langsung ke capit boneka yang terlihat kosong.


"Aku duluan," Ucap Varo..


Dengan hati - hati dan melihat ketepatan capitan Varo menurunkan penyapit itu hingga mendapatkan satu boneka spongebob.


Varo tersenyum kemenangan mendapatkan boneka itu. Kini giliran Putri....


"Sekarang giliran aku.."


Putri sudah menentukan target boneka yang akan di ambil dan kini Putri bersiap menekan tombol turun..


"Eh Sorry." Varo menyenggol lengan Putri sedikit sehingga tuas penggerak agak bergeser sedikit tanpa disadarin Putri yang sudah menekan tombol penyapit.

__ADS_1


"Yah..gagal..." Ucap Putri dengan lesu.. Putri menatap rajam Varo, ia tidak boleh gagal dipermainan lainnya.


Sedangkan Varo tersenyum licik bisa membuat Putri tidak mendapatkan targetnya.


"Peltandingan peltama dimenangkan oleh Vallo!! Skoll peltama satu nol." Ucap Hana menirukan wasit di siaran TV.


"Sekalang peltandingan ke dua, memasukkan bola basket!!" Teriak Hana dengan semangat..


Merekapun berahlih ke ring basket yang terlihat ada dua yang kosong bersebelahan.


"Hana hitung ya.. satu..dua..tiga mulai.."


Putri dan Varo mulai memasukkan bola dengan cepat, varo kelimpungan melihata bola Putri yang sudah masuk lebih banyak, ia senggol lengan Putri hingga tembakan Putri meleset, Putri yang tidak terima dicuranginpun menyenggol balik lengan Varo hingga bola Varo terlepas dari tangannya.


"Kau curang!" Teriak Varo


"Kau yang duluan curang!" Teriak Putri balik


"Kau!!!" Mereka berdua berteriak bersamaan dengan saling menunjukkan jari telunjuk hingga hampir mengenai hidung mereka.


Hana hanya bisa bengonh sambil kepalanya ke kanab dan ke kiri melihat Varo dan Putri bergantian..


"Kau botakk!!" Ejek Putri


"Kau mak lampir!!" Ejek Varo balik


"Kau..!!"


"Stopp!!!" Teriak Hana yang mendengar teriakan Varo dan Putri bersamaan lagi.


Varo dan Putri terkejut melihat Hana yang berteriak sambil memejamkan matanya dan menutup kedua telinganya.


Kedua orang itu bergidik ngeri melihat mata Hana yang tiba - tiba melotot dan tangannya yang berkacak pinggang.


"Apakah Hana marah?" Batin keduanya.


"Ayo kita makan esklim sekalang." Wajah Hana berubah tersenyum dan menarik tangan Putri dan Danu bersamaan meninggalkan area bermain...


#kapan putri dan varo akur ya?#

__ADS_1


#bantu like comment and vote dears#


__ADS_2