Peri Kecil Vs Iblis Kecil

Peri Kecil Vs Iblis Kecil
Just with You


__ADS_3

Happy reding


🍄🍄🍄


Varo menatap sini Hana sesampai mereka disekolah. Ia memasang mode galaknya ke Hana yang terlihat terlalu polos.


"Vallo kenapa sih, dalli tadi Hana didiemin?"


"Varo ngambek sama Hana."


"Hana shallah apa ke Vallo?"


"Hana..kamu pikir aku penjahat apa harua diborgol seperti ini?" Varo menunjukkan tangannya yang sedang diborgol bersama tangan Hana hingga ia tidak bisa bergerak leluasa.


"Shapa bilang Vallo jahat? Vallo itu hanya jahil. Kata papi Danu bial Vallo gak jahil, Hana harus jaga Vallo shepelti ini." Tunjut Hana ke tangan mereka yang terhubung dengan borgol yang ia beli kemarin.


"Kamu kok jadi ngeselin gini sih?"


"Ndak...Hana gak ngeshellin. Hanakan baik hati, tidak sombong dan rajin menabung."


"Huh.." Kesal Varo, ia tampak berpikir bagaimana cara terbebas dari Hana yang sudah mulai berani mengatur apa yang ingin dilakukannya.


"Hana,,"


"Ya.." Hana menoleh ke arah Varo. Mereka berhenti didepan pintu ruang kelas.

__ADS_1


"Aku mau pipis..."


"Ya udah shana pelgi pipis." Usir Hana


"Ayo kamu ikut..."


"Kok Hana halus ikut? Malu kalo nanti Hana lihat bulung - bulung telbang disana gimana? Kata mama laki - laki punya bulung yang bisa telbang dan gigit. Gak kau shelleum.." Tolak Hana..


"Jadi gimana aku mau pipis kalau tanganku aja diborgol gini?"


"Oh iy ya...tapi..."


"Tapi apa....?" Varo merasa ada sesuatu yang bakao membuatnya sengsara hari ini.


Varo menangis dalam hati sepertinya kali ini ia yang dikerjai Danu..


"Kau menguji kesabaranku hari ini Hana.."


"Sabal..ollang sabal disayang tuhan. Jadi pipis gak?"


"Gak.." Jawab Varo dengan nada kesal.


Tanpa peduli dengan Varo yang kesal, Hana menarik Varo masuk ke ruang kelas mereka untuk segera duduk.


Varo melirik - lirik kesamping kanan kiri. Ia melijat Icha disana, ingin sekali ia mengusilin Icha tapi pawangnya sangat seram dan galak. Varo sedikit melirik kebelakang ia melihat ada Putri yang sedang duduk dibelakang bersama teman yang lain membuat tangan Varo gatal ingin menjahilin Putri. Tapi untuk bergerak saja ia sulit.

__ADS_1


"Ah...Sial" Hari ini sudah dipastikan hari - hari Varo akan hambar...


Berbeda dengan Danu yang duduk seperti cacing kepanasan di kantornya. Ia sedang mengecek berkas - berkas yang menumpuk dimeja kerjanya dengan tidak minatnya. Hanya membolak - balik berulang kali dan ia letak kembali.


sesakali ia melirik ke handphonenya....ingin sekali ia menghubungi Shilla...ternyata benar rindu itu berat. belum ada dua puluh empat keriduan sudah bertumpah ruah ke calon istrinya.


Tapi ia harus menahan semuanya hari ini. Apalagi shilla akan pergi ke pesta pernikahan sahabatnya bersama Raka malam ini membuat hatinya panas dingin.


"Bagaimana kalau Shilla kena pelet Raka? Atau bagaimana jika ia Shilla jadi suka Raka? Bagaimana kalau mereka...Ah....!!!" Danu mengacak - ngacak rambutnya hingga berantakan. Begitu banyak halusinasi berputar - putar memprofokasi pikiran Danu hingga ia tidak tenang.


Aku harus segera mengakhiri hari ini semuanya.


"Aku hanya selalu ingin bersamamu Shilla, just with you..."


Danu segera beranjak dari kursi yang membuat bokongnya panas hingga gelisah tak tentu arah.


"One shot for the end...." Danu menyeringai tipis dengan apa yang akan ia lakukan agar Shilla tidak akan bertemu lagi dengan Raka.


Dengan segera sambil berjalan keluar ruangan Danu menelpon Shilla.


"Halo Sayang kamu dimana?"


"Aku lagi nyalon." Jawab Shilla diujung sana


"Kamu dengarkan aku baik - baik..dan lakukan disana..."

__ADS_1


__ADS_2