
Andara merasa bahwa berita mengenai anak baru yang beredar di sekolah masih simpang siur kebenarannya. Maka dari itu, ia memutuskan untuk mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi.
Saat Andara berjalan melewati lorong sekolah, ia mendapati Camelia sedang duduk dipojok kelas sembari membaca buku. Cukup lama Andara mengamati Camelia dari kejauhan. Ia nampak serius. Wajahnya datar cenderung tak berekspresi. Penasaran dengan apa yang dibacanya, Andara memutuskan untuk mendekatinya...Namun tak disangka, Camelia tahu bahwa Andara sedang ingin menghampirinya. Dengan sigap ia menyingkap buku yang ia baca dan memasukkannya ke dalam tas miliknya.
"Hai, aku perhatiin dari tadi kayaknya kamu lagi serius banget deh....baca buku apaan si?" tanya Andara ingin tahu.
Namun Camelia tidak bergeming sedikitpun. Matanya justru menyorot tajam ke arah Andara. Ini membuat Andara terkejut dan terpaku. Namun Andara tidak kehilangan akal, kali ini dia mencoba untuk memperkenalkan diri supaya bisa saling mengenal. Dia berfikir cara ini pasti akan berhasil. Ia pun segera memperkenalkan dirinya kepada Camelia dan berharap ia akan membalasnya.
"Namaku Andara, panggil aja Ara." ucapnya sambil menyodorkan tangannya.
Entah apa yang terjadi, lagi-lagi Camelia tak berujar sepatah katapun dia hanya berdiri lalu pergi meninggalkan Andara yang masih diliputi kebingungan.
"Tu anak kenapa sih? kok aneh banget ya?apa salah gua kan cuma pengin kenal aja....atau
jangan-jangan dia itu bisu??" gumam Ara.
__ADS_1
Dia benar-benar dibuat bingung dengan apa yang baru saja ia alami. Dia berfikir bahwa Camelia itu bisu alias tidak bisa bicara karena orang pendiam seperti apapun tidak akan menunjukkan ekspresi sedatar itu jika diajak bicara...Ara mencoba menggali pemikirannya. Namun tiba-tiba,,,
"Hey lu ngapain disini?" sapa Kean mengagetkan Ara. Karena sedari tadi Ara benar-benar terlihat seperti orang bingung.
"E..ee enggak ngapa-ngapain kok...napa si lu ngagetin gua aj?"tanya Ara.
"Elu lg mikirin apa si kok kayanya serius banget?" tanya Kean kembali.
"Gak kok ga lagi mikirin apa-apa....yaudah gue ke kantin dulu ya...bye!!"ujar Ara.
Sedangkan Ara sendiri tidak ingin kegelisahannya diketahui oleh temannya Kean....Jadi lebih baik ia berlalu saja ke kantin sembari memikirkan apa yang harus ia lakukan kembali esok hari.....
Tak disangka dikantin Ara sudah ditunggu sahabatnya yakni Shanee. Dia sudah memesan makanan kesukaan mereka berdua untuk dimakan bersama.
"Eh Ra, kenapa si muka lu kucel gitu?Emang ada yang lagi dipikirin?" tanya Shanee.
__ADS_1
"Ehmmm..gua sebernya masih penasaran si...."ujar Ara.
"Penasaran kenapa? soal apa?" tanya Shanee.
"Soal anak baru itu....lu ngrasa g si kalo dia itu aneh...."ucap Ara sambil menopang dagu dengan kedua tangannya.
"Oh soal itu mah gua juga tau keles...banyak kan anak-anak yang bilang gitu?"kata Shanee.
"Trus menurut lo gimana?" tanya Ara lagi dengan rasa ingin tahu.
"Ah gua g mikirin deh...mending kita makan aja.....yukkk..!!uda gua pesenin dari tadi! "pinta Shanee.
"Ok!!!!"
Sebenarnya Ara merasa sedikit kecewa dengan jawaban Shanee tapi tekadnya sudah bulat. ia akan kembali menyelidiki ini esok hari, walaupun tanpa bantuan Shanee.
__ADS_1