
Melihat Steve dan Camelia dihukum berjemur di lapangan sekolah, Ara dan ketiga temannya pun menertawakan mereka dari kejauhan. Mereka seolah menikmati kejadian yang berlangsung dihadapan mereka.
"Hahahahaha rasain lu dasar makhluk jahat pengkhianat!"ucap Shanee penuh dengan kebencian. Shanee memang terlihat benar-benar kesal mengingat Steve yang dengan tega mendorongnya hingga ia jatuh tersungkur di ruang BK saat itu.
Sedang asyiknya mereka menonton pertunjukan yang dianggapnya seru, tiba-tiba ponsel Ara berdering. Namun bukan panggilan yang masuk hanya sebuah pesan whatsapp saja.
"Kakak tunggu kamu dan semua temanmu dilobi kantor sepulang sekolah" begitulah kiranya pesan Kak Amanda dalam whatsappnya.
Ara pun segera menyampaikan isi pesan tersebut kepada semua temannya. Mereka pun setuju dan akhirnya Ara pun membalas pesan itu dengan kata yang cukup singkat namun bermakna "Ok!" balas Ara
*****
__ADS_1
Setibanya dilobi kantor, baik Ara, Shanee, Kean dan juga Raline celingukan seperti orang bingung. Mereka tak tau harus berbuat apa dan bertanya pada siapa. Tak heran, karena ini kali pertama mereka datang ke kantor Kak Amanda.
"Ra, coba lu telpon kakak lu deh. Sumpah kita udah keliatan kaya orang ***** disini."ucap Raline
"Bukan kaya orang ***** lagi tapi udah kaya sapi ompong bengong gak tau musti gimana."timpal Shanee
Sementara Kean pun hanya terdiam pasrah. Ditengah kebingungan mereka, terlihat seorang wanita menghampiri mereka dan berkata, "Maaf, apa kalian yang ingin bertemu dengan Ibu
Bukannya menjawab pertanyaan, justru mereka semua melongo seolah belum siap akan kehadiran wanita itu. "Eh iya, saya Ara adiknya Kak Amanda." jawab Ara. Akhirnya mereka pun diantar oleh wanita tersebut ke lobi tempat seharusnya dimana mereka bertemu. Terlihat sudah Kak Amanda menunggu bersama dengan rekannya yang terlihat asing oleh mereka.
"Masuk ke ruangan Kakak!" ucap Kak Amanda serius
__ADS_1
Ara pun mengikuti langkah Kak Amanda disusul oleh teman-temannya dan tak lupa pria asing itu. Ternyata pria asing itu tidak lain adalah Kak Rendy. Kak Amanda sengaja mengajak mereka semua bertemu diruang kerjanya bukan tanpa alasan. Dia sangat tahu apa yang sedang direncanakan oleh adik-adiknya dalam sebuah misi rahasia. Dia pun tak ingin ada orang lain yang tahu tentang apa yang ingin mereka bicarakan bersama, termasuk Steve dan Camelia.
"Adek, boleh kakak tau kalian dapet buku ini darimana?"tanya kak Rendy mengawali pembicaraan.
"Itu buku milik salah satu teman kami. Kita sering liat doi baca buku itu di sekolah. Kita penasaran. Jadi kita ambil."jawab Kean jujur
Kak Rendy menatap Kak Amanda dan menghela nafas panjang dan ia coba menjelaskan perlahan tentang buku itu kepada mereka.
"Jadi yang kakak tau buku ini biasanya dimiliki oleh Cenayang, bukan orang biasa seperti kita. Isi dari buku ini sendiri adalah mantra-mantra khusus penghilang kutukan/sihir. Buku ini ditulis dengan huruf Sansekerta dan sebagian lagi menggunakan Jawa Kuno. Hanya orang-orang tertentu yang bisa membacanya."jelasnya.
Sontak Ara dan ketiga temannya pun terkaget-kaget mendengar semua penjelasan Kak Rendy. Mereka tak habis pikir dengan isi buku yang Camelia miliki. Namun yang membuat mereka bertambah penasaran adalah apa tujuan Camelia membaca buku itu. Apakah ia terkena kutukan/sihir???
__ADS_1