
Malam sudah berganti pagi. Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya. Diruang kamar, Steve pun terbangun dengan mata yang masih terasa sangat berat untuk dibuka. Semalam dia sungguh merasakan insomnia parah yang tidak pernah ia alami sebelumnya. Ia merasakan sekujur tubuhnya benarbenar berat dan lelah. Dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, ia mengumpulkan sisa-sisa enerji untuk berusaha bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat sekolah.
Terlihat Tante Renata (mama Steve) sudah duduk di meja makan sembari mnyeruput secangkir teh yang sudah dibuatkan oleh Bibi. Steve pun keluar dari kamarnya dan mendapati mamanya sudah menunggunya. Ia pun heran, karena semalam dia tidak mengetahui bahwa Mamanya kembali pulang dari Australia padahal ia pun hampir tak tidur semalaman. Lantas ia pun bertanya, "kapan mama tiba dirumah?
"Eh, kamu sudah bangun nak. Ayo duduk! (sambil menuangkan nasi dan sayuran ke dalam piring) Kamu udah tidur sewaktu mama pulang. Kayanya jam 10 malem deh mama sampai rumah." ucap Mama Steve
"Kenapa gak bangunin Steve ma?"ucapnya
__ADS_1
"Mama cuma gak mau ganggu tidur kamu. Uda ayo sarapan dulu." ajak Mama Steve
Belakangan ini memang Tante Renata disibukkan oleh kegiatan bisnisnya mengelola butik di luar negeri. Itulah mengapa dia jarang terlihat di tanah air. Namun, kali ini ia mengambil cuti panjang karena dirinya sudah merasakan rindu dengan putra semata wayangnya. Sementara Steve pun merasa senang karena ditengah kegundahannya, ia ditemani oleh mamanya yang baru saja pulang. Ia pun tidak akan merasakan kesepian seperti sedia kala
Ditengah mereka menyantap hidangan makan pagi, Mama Steve pun memperhatikan perubahan pada anaknya itu. Ia merasa bahwa mata Steve terlihat sembab dan wajahnya kisut seperti kelelahan dan kurang istirahat.
"Ada apa kamu nak?Gak biasanya muka kamu keliatan begitu? Biasanya kan anak mama selalu keliatan seger." ucapnya sembari melayangkan senyuman pada anaknya itu.
__ADS_1
Sesegera mungkin Steve menghabiskan makan paginya kemudian ia dengan cepat menyambar tangan mamanya untuk sekedar berpamitan karena ia hendak pergi ke sekolah.
*****
Tiba di sekolah,
"Hai, pagi..."sapa Camelia kepada Steve.
__ADS_1
Bukannya menjawab sapaan Camelia, ia malah berusaha untuk menghindar dan tak menggubrisnya. Ia benar-benar masih trauma dengan kejadian kala senja. Sehingga ia pun lebih memilih untuk sedikit menjaga jarak dengan perempuan itu. Melihat tingkah Steve yang tidak seperti biasanya, Camelia pun bergumam lirih, "ada apa dengan anak ini?". Namun, ia memutuskan untuk membiarkan Steve dengan perubahannya. Ia berfikir mungkin Steve sedang ada masalah yang tidak ingin diketahuinya. Ia pun segera berlalu dan menuju ruang kelas dimana Bel masuk sudah hampir berbunyi.
Semenjak kejadian itu, memang nampak sekali perubahan yang terjadi pada diri Steve. Wajahnya terlihat tak bergairah, pandangannya sayu dan ia cenderung menjadi lebih pendiam tak banyak bicara. Padahal hampir setiap anak tahu bahwa Steve adalah tipikal anak yang ceria, asik dan punya selera humor yang tinggi. Dia biasa bercanda dengan teman-temannya dan hampir tak pernab bisa diam. Namun kejadian itu nampaknya mengubah Steve menjadi sosok yang lain.