Perjalanan Sebuah Misi

Perjalanan Sebuah Misi
Camelia Bersama Wanita


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu. Praktis sekolah pun libur. Di balkon rumahnya, nampak Steve sedang termenung. Ia tak henti-hentinya memikirkan Camelia dan kejadian semalam. Bisa-bisanya ia melakukan hal konyol seperti itu, padahal ia tahu bahwa misinya saat ini dengan teman-temannya adalah menyelidiki identitasnya. Tapi justru ia malah terjebak dalam perasaan yang dalam terhadap Camelia. Apakah ini yang dinamakan cinta? batin Steve.


Ditengah lamunannya, Steve dikagetkan dengan suara bibi yang memanggil namanya. Ia pun bergegas membuka pintu kamar dan mendapati bibi yang sedang mencarinya. Ternyata diruang tamu nampak Kean sedang menunggunya. Steve pun turun menemui Kean. Ternyata Kean ingin mengajak Steve nongkrong di cafe kesayangannya. Ia merasakan jenuh dan bosan dirumah karena tak ada teman untuk ngobrol. Steve pun setuju dan mereka segera bersiap untuk menuju tempat yang dimaksud.


Sesampainya di cafe, tak disangka, mereka melihat Camelia duduk bersama dengan wanita yang serba tertutup pakaiannya. Steve dan Kean pun nampak heran dengan pemandangan itu dan akhirnya mereka memutuskan untuk menghampirinya.


"hey boleh kita gabung?" tanya Steve.

__ADS_1


Walaupun sempat ragu, Cameliapun akhirnya mengangguk tanda setuju.


Mereka berdua lantas melirik ke arah wanita yang berhadapan dengan Camelia.


Kean pun bertanya "Nama lu siapa? Gua Kean dan ini temen gua Steve."ucap Kean sambil menunjuk kearah Steve.


"Saya Jenar." ucap wanita itu.

__ADS_1


Sementara Steve dan Kean nampak saling pandang. Mereka penasaran dengan wanita yang mengaku bernama Jenar itu. Pasalnya, Jenar yang selama ini mereka tau adalah Camelia.


Hal itupun menggerakkan Kean untuk segera menelepon kedua temannya yang lain sekaligus yakni Ara dan Shanee.


"Halloooo"sahut Ara dan Shanee hampir bersamaan.


"Eh btw lu pada lagi dimana. Bisa kan ke Cafe Baristo sekarang?"pinta Kean.

__ADS_1


"Hah, sekarang????ada apaan si?"tanya Shanee.


Tapi tanpa basa-basi Kean sudah memutuskan sambungan teleponnya. Ini membuat baik Ara dan Shanee sama-sama kesal. Tak pernah seorang Kean memutuskan sambungan telepon begitu saja jika tak ada yang benar-benar gawat darurat. Lantas Shanee pun membuat janji dengan Ara untuk pergi bersama ke tempat tujuan. Sembari ia bersiap-siap, ia memikirkan tentang hal penting apa yang hendak dibicarakan oleh kedua temannya Kean dan Steve. Saking terburu-burunya, ia terpeleset tepat dibawah anak tangga rumahnya. Alhasil ia pun terjatuh dan kakinya sedikit terkilir. Ia melihat genangan air yang ada didekatnya. "Air darimana ini?"gumamnya dalam hati. Ia pun spontan mendongak ke atas dan melihat bahwa ada atap rumah yang berlubang. Semalam pun hujan turun lumayan deras. Pantas saja terdapat genangan air, ternyata itulah sebabnya. Ia pun segera bangun dan beranjak dari tempat jatuhnya. Dengan langkah yang tertatih-tatih ia mengambil selembar kain dan ember untuk membersihkan lantai yang tergenang air. Sementara memang ia tak mempunyai Bibi yang membantunya setiap hari. Jadi, dia akan melakukan apapun sendiri. Setelah dirasa cukup bersih, ia segera membereskan peralatan dan menuju rumah Ara untuk bersama-sama pergi ke cafe.


__ADS_2