
Diruang kelas, Ara melihat Steve sedang duduk berduaan dengan Camelia. Ara pun memicingkan kedua matanya. Ia nampak tidak suka dengan kedekatan mereka berdua. Shanee pun berusaha menenangkan Ara supaya emosinya tidak meledak kala itu juga. Walau bagaimanapun, Steve merupakan bagian dari perjalanan misi mereka. Tapi justru ia mengkhianatinya.
*****
Hari ini adalah hari yang mengecewakan bagi Ara, Shanee dan juga Kean. Mereka harus menerima kenyataan bahwa Steve jatuh hati kepada Camelia. Bukan hanya tugas dan misi yang berantakan. Mereka takut jika rahasia mereka selama ini dalam usaha membongkar identitas Camelia dibeberkan Steve kepadanya.
Dikantin sekolah terlihat Ara duduk sendiri dalam lamunannya....
"Ara!!!!panggil Shanee dari kejauhan seraya berlari mendekati Ara.
"Ada apa?"tanya Ara penasaran.
"Steve dan Camelia mundur dari kelompok kita!"pungkas Shanee
__ADS_1
"Ya sudahlah biarkan saja." ucap Ara pasrah. Lagipula Ara sudah menyerah dengan Steve yang sedang mabuk cinta. Sementara Shanee kebingungan karena otomatis kelompoknya hanya menyisakan dirinya, Kean dan juga Ara. Ditengah kebingungannya, Raline datang dan mengatakan bahwa ia siap bergabung dengan kelompok mereka. Hal ini pun lalu disambut gembira oleh mereka.
"Ehmmm..., kalo boleh gue tau kenapa lu mau gabung sama kita?"tanya Shanee pada Raline
"Karena gue......punya misi yang sama kaya kalian!
"Maksud lu, lu juga pengin nyelidiki tu anak baru?"tanya Ara menegaskan.
Raline pun mengangguk. Shanee dan Ara hanya bisa saling bertatap pandang keheranan.
Baik Ara dan Shanee nampak tak kaget dengan penjelasan yang diutarakan oleh Raline. Karena mereka sendiri sudah membuktikan bahwa Pak Kepsek seperti enggan berbicara dan terkesan menyembunyikan sesuatu saat mereka bertanya tentang identitas Camelia waktu itu.
"Trus apa rencana kita selanjutnya?"tanya Shanee
__ADS_1
"Kita harus panggil Kean!"tukas Ara
Mereka bertiga pun kemudian berjalan menyusuri sekolah untuk mencari keberadaan Kean. Mereka tidak mungkin melakukan panggilan telepon, karena ponsel mereka sudah berada di locker masing-masing. Hanya Raline satu-satunya anak diantara mereka yang membawa ponsel. Hanya saja, dia tidak menyimpan nomor Kean. Baik Ara maupun Shanee pun tidak ada yang hafal dengan nomor Kean. Sekian lama mencari, akhirnya mereka menemukan Kean di ruang Balai Pustaka.
"Eh kemana saja sih.... kita nyariin elu!" gerutu Ara kesal.
"Sssttt,,,gue ,,,,,liat Steve lagi berusaha ngedeketin Camelia kan, nah gue barusan ngambil buku ini dari tas si lampir itu." ucap Kean berbisik sambil menunjuk ke buku yang ia pegang.
Ya, Kean memang tidak hanya dikenal mahir bidang sains dan matematika tetapi ia dikenal cukup cerdik dalam hal siasat atau yang lebih dikenal dengan nama strategi.
"Itu kan Buku Kuno yang selalu dia bawa kan?emang apa isinya?"tanya Raline
"Itulah yang gue gak tau, makanya gue cari tau disini!"jawab Kean
__ADS_1
Akhirnya mereka pun membuka dan mempelajari buku tersebut bersama-sama. Akan tetapi tak ada satupun diantara mereka yang paham akan arti dari tulisan kuno yang tercetak dalam setiap lembar buku itu.