Perjalanan Sebuah Misi

Perjalanan Sebuah Misi
Andara Melihat Camelia???


__ADS_3

Bel tanda pulang berbunyi. Anak-anak mengemasi barang mereka dan bersegera untuk pulang. Tak terkecuali Ara, Shanee, Steve dan Kean. Diluar gerbang sekolah, kak Amanda sudah menunggu Ara.


"Jadi kan kita pergi?"tanya kak Amanda.


"Oh ok kak..,"sahut Ara.


Namun saat Ara ingin beranjak pergi, nampak Shanee berlari menghampirinya. Ia ingin mengajak Ara untuk pergi ke suatu tempat bersama teman yang lainnya. Sebenarnya, Ara ingin sekali ikut bersama Shanee dan teman lainnya tapi ia sudah terlanjur membuat janji dengan kakaknya Amanda, untuk menemaninya pergi membeli sesuatu. Lantas ia pun berkata pada Shanee, "Maafin gue ya kali ini gue gak bisa ikut sama kalian. Udah ada janji sama Kak Amanda. Gak enak deh jadinya" ucap Ara.


"Santai aja kali Ra. Lain kali kita perginya, ok?" ucap Shanee kepada Ara.


Ara pun lalu berpamitan kepada Shanee dan berlalu menghampiri kakaknya. Ia segera masuk ke dalam mobil. Kak Amanda pun langsung memacu mobilnya untuk menuju ke swalayan favorit, tempat kak Amanda ingin membeli sesuatu. Dalam perjalanan, Ara nampak sekali gelisah. Terlihat ada hal yang dipikirkannya. Entah kenapa perasaan Ara seperti sedang dihantui sesuatu yang tak semestinya. Dia merasakan kerisauan sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan. Dan hal ini pun disadari oleh kak Amanda.

__ADS_1


"Eh kamu kenapa? dari tadi kakak perhatiin kamu kaya mikir sesuatu?kamu lagi ada masalah?" tanya kak Amanda.


"I...i...iya kak...Ara juga gak tau kenapa tiba-tiba jadi gelisah gini." jawab Ara.


Kak Amanda menduga bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikiran adiknya. Akan tetapi dia tidak ingin bertanya lebih jauh. Karena ia paham sepertinya adik kesayangannya itu sedang tidak mood untuk berbicara banyak kata. Sampai akhirnya.,,, ciaaaaattttt .....mobil mendadak berhenti dan terlintas seseorang di depan mereka berdua. Gadis yang tidak asing lagi dimata Ara. Namun dia berjalan sangat cepat dan terlihat seperti hampir setengah berlari.


"Camelia!!!!" batin Ara.


"Ara tunggu kakak!" teriak kak Amanda.


Sesegera Kak Amanda memarkir mobilnya ditempat yang lengang dan berusaha mengejar Ara. Akan tetapi ia kehilangan jejak adiknya. Ara sudah tak terlihat batang hidungnya entah kemana. Ia pun dengan setengah berlari berusaha menyusuri setiap sudut untuk mencari keberadaan adiknya itu. Ia takut akan terjadi sesuatu karena ia tahu bahwa Ara seperti sedang mengalami masalah.

__ADS_1


****


Kak Amanda benar-benar dibuat kesal oleh Ara. Pasalnya belum juga sampai ketempat yang dituju, ia sudah harus berlari tak tentu arah mengejar adiknya yang entah melihat siapa saat itu. Sementara Ara, nampak raut kekecewaan diwajahnya, karena dia kehilangan jejak dari seseorang yang ia pikir adalah Camelia. Tidak lama kemudian, Ara baru saja ingat, ia meninggalkan kakaknya sendirian dalam mobil.


"Astaga!Kak Amanda!!!!"


Belum sempat ia beranjak, kak Amanda sudah menemukan Ara. Lantas Kak Amanda langsung mengomeli Ara akibat perbuatan yang dia lakukan. Ara pun meminta maaf dan segera menyesali perbuatan bodohnya itu.


"Ayo kita pulang saja!!!" pinta Kak Amanda.


Ara pun hanya bisa menurut. Ia takut kalau kakaknya akan mengomel lagi. Lagipula pikiran dia benar-benar sedang kacau dan tidak bisa move on dengan apa yang baru saja terjadi.

__ADS_1


__ADS_2