Perjalanan Sebuah Misi

Perjalanan Sebuah Misi
Jebakan Camelia


__ADS_3

Disisi lain, nampak Camelia sedang bertengkar dengan Steve. Sepertinya ia sudah sadar bahwa buku kuno miliknya sudah berpindah tempat dari semula. Lantas ia pun menduga bahwa Steve lah yang telah mengambilnya. Bagaimanapun caranya Steve memang menjadi orang yang paling tertuduh atas hilangnya buku itu, pasalnya siapa lagi yang dekat dengan Camelia selain dirinya.


Namun ternyata Ia pun tak tahu bahwa buku kuno miliknya menjadi bahan incaran teman-temannya yang menganggap bahwa benda itu memiliki jutaan rahasia tentangnya. Maka dari itu ia tak pernah menaruh curiga pada teman-temannya dan selalu membawa bukunya itu ke sekolah karena buku tersebut dianggapnya sebagai obat dari kutukannya. Ya, kutukan!!!! Mereka hanya tidak tahu bahwa Camelia sedang menjalani kutukan akibat kesalahan masa lalu orang tuanya. Ia meyakini bahwa buku tersebut memiliki mantra yang bisa menghapus kutukannya selamanya, itulah sebabnya ia selalu mempelajari halaman demi halaman walaupun bahasanya sulit ia cerna.


"Kembalikan Buku milikku!" pinta Camelia pada Steve


"Gue gak paham apa yang lu maksud! Buku apa? Gue gak pernah ngambil apapun dari elu!" sanggah Steve meyakinkan

__ADS_1


"Kembalikan, atau saya gak akan pernah mau berbicara denganmu lagi!" ucap Camelia dengan suara lantang.


Dengan muka kesal, ia pun berjalan menjauhi Steve yang sedang kebingungan. Detik itu pula, Steve berusaha mengingat-ingat tentang buku yang Camelia maksud. Dan tetiba dia teringat dengan buku kuno yang pernah ia dan teman-temannya lihat saat menjalankan misi membongkar identitas Camelia. Ia pun segera melangkah mencari keberadaan Ara dan teman-temannya.


Akhirnya sekian lama Steve mencari, ia menemukan dimana Ara dan ketiga temannya itu. Ia menghampiri mereka sembari memicingkan matanya dan mengepalkan kedua telapak tangannya. Sepertinya ia benar-benar dirundung kemarahan yang besar.


"Berdiri lu semua!"ucap Steve lantang.

__ADS_1


Dengan mengepalkan tangan, ia meraih kerah baju Kean, dan berkata, "lu kan yang ngambil buku itu!!??Lu gak usah ikut campur urusan orang deh. Atau gua pukul muka elu!!!" bentak Steve pada Kean


"Steve! Sadar! ini temen lu, lu mau pukul gue?pukul aja...gue gak takut..!! lu tu gak lebih dari seorang Bucin tau gak?!!"balas Kean


"Apa lu bilang???Kembalikan buku Camelia! Lu semua terlalu kepo sama hidup orang. Apa jangan-jangan lu diajarin jadi maling, haaahh!!ucap Steve lantang kepada mereka.


Ara pun tak bisa tinggal diam. Dia berpikir masalah ini terjadi karena bermula dari dirinya. Jika ia tak melibatkan teman-temannya, tak akan ada kejadian seperti sekarang ini. Namun, Ara teringat dengan foto yang ditunjukkan Raline kepadanya. Rasa bersalah pun berubah menjadi emosi. Ara pun membentak Steve dengan tak kalah lantangnya.

__ADS_1


"Kalau ujungnya lu jadi pengkhianat, dari awal lu gak usah ikutan gabung sama kita. Lagian gak ada yang ngajak elu buat gabung sama kita!!!" tukasnya.


Suasana pun memanas. Nampak Shanee dan juga Raline melerai pertikaian kedua temannya itu. Namun pertikaian pun tak kunjung usai. Sementara jauh dari keberadaan mereka, nampak Camelia yang tersenyum puas karena sebuah jebakan yang ia mainkan berhasil membuat kekacauan.


__ADS_2