
Diruang kantor Bu Jasmine, terlihat Camelia sedang duduk. Dia ditegur oleh Bu Jasmine. Bagaimana mungkin seorang murid bisa seenaknya sendiri datang terlambat bahkan tanpa mengucapkan salam dan permisi. Ini bisa menjadi contoh yang buruk bagi murid lain.
"Camelia, apakah kamu sedang memiliki masalah?", tanya Bu Jasmine
kemudian Camelia pun menggelengkan kepalanya.
"Lalu, kenapa kamu melakukannya?",tanya Bu Jasmine kembali.
Camelia tetap tak berujar, dia hanya mengambil secarik kertas dari sakunya dan menuliskan sesuatu. Setelah itu, ia melipatnya dan menyodorkan kertas tersebut kepada Bu Jasmine. Seketika itu, ia berdiri kemudian membungkukkan badannya kemudian pergi meninggalkan ruang Bu Jasmine.
Sementara itu, Bu Jasmine yang menerima secarik kertas dari Camelia merasa keheranan. Apa yang sebenarnya terjadi dengan anak itu, karena dia benar-benar enggan berbicara. Aneh memang dirasa. Tanpa berfikir panjang lagi, Bu Jasmine membuka kertas tersebut. Ia lalu membacanya dan ternyata kertas tersebut hanya tertuang tulisan "MAAFKAN SAYA"
__ADS_1
Bu Jasmine hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak habis fikir bagaimana mungkin sekolah sebagus ini bisa menerima murid yang enggan berbicara sekaligus terkesan aneh bagi dirinya.
Disisi lain ditaman sekolah, Kean, Steve, Ara dan Shanee terlihat berbincang serius. Entah apa yang mereka obrolkan sampai seketika Camelia yang baru saja keluar dari ruang Bu Jasmine lewat didepan mereka. Ia nampak berjalan cepat ke suatu tempat. Steve berusaha untuk mengejarnya, hingga akhirnya usaha pengejarannya pun berhasil. Camelia berhenti di hadapannya sembari menatap tajam ke arahnya.
"hey Camelia, elu mau kmana? ayo gabung sama kita!" pinta Steve.
Namun yang terjadi, bukannya kata-kata manis yang terucap, Camelia justru memandang wajah Steve dengan tatapan sinis tanpa ampun. Hal itu membuat Steve menjadi merasa takut dan ngeri dibuatnya. Camelia pun pergi dan sepertinya ia menuju halaman belakang sekolah. Ara, Kean dan juga Shanee yang melihat wajah Steve yang nampak shock pun tak bisa menahan tawa. Namun, saat sedang asyik tertawa, tiba-tiba salah satu diantara mereka berkata, "Bagaimana kalau kita ikuti saja anak itu!"ucapnya.
Terlihat ia sedang mengeluarkan buku kecil yang ia simpan disakunya. Buku itu terlihat usang dan kuno. Ya, ternyata buku itu adalah buku yang pernah Ara lihat waktu pertama kali bertemu Camelia. Namun Camelia menyingkap dan menyembunyikan darinya.
Setelah puas mengamati Camelia dari kejauhan, mereka berempat pergi meninggalkan Camelia sambil berdiskusi.
__ADS_1
"Eh Lu liat ga apa yang dibaca sma si lampir itu eh maksud gua Camelia?"tanya Kean.
''Iya gua liat, "jawab Steve, Ara dan Kean serempak.
Ehmmm....kalau gak salah itu buku pernah gua liat pas pertama ketemu sama dia deh dipojok kelas. Tapi gua ga tau buku apaan.!!Jawab Ara lagi.
"Wah, serius lu? gua jadi penasaran deh..."sambung Shanee.
"Yaudah, gimana kalo besok kita selidiki tentang buku itu,"pinta Kean.
"Ok" seru Steve, Ara dan Shanee serempak.
__ADS_1
Akhirnya petualangan mengungkap jati diri Camelia dan buku kunonya akan dilakukan kembali esok hari oleh mereka berempat.