Perjalanan Sebuah Misi

Perjalanan Sebuah Misi
Tugas Kelompok


__ADS_3

Di ruang kelas terlihat Bu Jasmine memegang beberapa lembar kertas yang akan dibagikan kepada semua siswa. Ia memberikan tugas kelompok untuk observasi lingkungan kerja.


Dan tiba kedalam pembagian kelompok 3, nama Camelia masuk ke dalam kelompok Ara, Shanee, Steve dan juga Kean. Awalnya Ara nampak keberatan karena Camelia sendiri tidak pernah ia dengar mengeluarkan satu kata pun. Ini akan membuat sulit kelompok mereka untuk bertugas. Namun berbeda dengan Kean. Ia berfikir sebaliknya. Jika Camelia bergabung dengan kelompoknya, maka akan mudah bagi mereka untuk mengorek identitasnya.


"ssstt biar saja dia gabung sama kita. Itu lebih gampang buat kita untuk ngorek identitas dia." sanggah Kean


"Ehmmm...lu yakin?"tanya Ara


Kean pun mengangguk tanda yakin.


Mereka berencana untuk mnyusun kegiatan kelompok dirumah Ara sepulang sekolah, Karena rumah Ara yang paling strategis dibanding rumah teman lainnya. Mereka semua pun setuju, namun nampak wajah kekhawatiran dari Camelia. Ia seperti tidak yakin untuk ikut dalam kelompok mereka. Tapi apa boleh buat dia harus menuruti apa yang mereka rencanakan daripada membuat mereka lebih curiga. Kali ini Ara mengirim pesan whatsapp kepada kakaknya untuk menjemput mereka semua.

__ADS_1


Akhirnya Jam menunjukkan pukul 3 sore dimana bel tanda sekolah usai berbunyi, mereka berlima bersiap untuk menuju rumah Ara. Tak terkecuali Camelia. Terlihat diluar gerbang sekolah Kak Amanda sudah menunggu mereka. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan menuju rumah Ara. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke rumah Ara


Sesampainya disana,


"Ayo silahkan masuk,"pinta kak Amanda ramah.


"makasih kak" jawab mereka.


Ara segera masuk ke dapur. Dibantu kak Amanda, mereka berdua menyiapkan minuman segar dan beberapa camilan untuk teman-teman Ara. Setelah itu mereka membawanya ke ruang belajar. Ara pun mempersilahkan mereka untuk minum. Namun Camelia tak bergeming seperti yang lainnya. Akhirnya Steve mengambilkan minuman untuknya. Camelia menerimanya dan berkata "terima kasih". Hal itu sontak membuat yang lain melongo, karena baru kali pertama mereka mendengarnya berbicara.


Perkataan Shanee pun membuat Camelia kembali terdiam. Sepertinya ia tidak suka dengan pujiannya. Shanee pun merasa bersalah walau dia pikir pujian seperti itu adalah wajar.

__ADS_1


*****


Sudah cukup lama mereka berdiskusi, Namun Camelia pun hanya diam sepanjang kegiatan mereka. Dia sesekali mengangguk sembari memainkan ponselnya. Entah paham atau tidak dengan apa yang mereka diskusikan tapi nampaknya Camelia benar-benar cuek dengan hasilnya. Saat ia menengok ke arah jam ,jam dinding pun sudah menunjukkan pukul 5 lebih 20 menit waktu sore. Ada kegelisahan terpancar di wajahnya. Entah kenapa, ia seperti gusar. Kemudian dia segera berdiri dan berkata, "aku pulang!!" dan ia pun segera berlari menuju halaman depan rumah dan ternyata ia sudah dijemput oleh Sopir pribadinya.


"Hey tunggu!!!!"seru Ara


"kenapa dia buru-buru ya??ucap Shanee


Dari teras rumah Kak Amanda masuk kedalam dan bertanya pada adiknya.


"itu barusan temen kamu?kok kakak g pernah liat?Kapan dia datengnya?"tanya kak Amanda

__ADS_1


"Temen yang barusan keluar?iya itu temen Ara. Namanya Camelia. Dia tadi belajar bareng sama kita kok."ucap Ara


Kak Amanda pun melongo dan heran dengan ucapan adiknya itu. Dia setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Tapi ia lebih baik melupakannya dan tidak menceritakannya kepada adiknya, Ara.


__ADS_2