Perjalanan Sebuah Misi

Perjalanan Sebuah Misi
Misteri Yang Tak Ada Habisnya


__ADS_3

Setelah memastikan teman-temannya pulang, Ara menghampiri kakaknya yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. Lantas dia bertanya tentang maksud dari ucapan kakaknya tadi sore.


"Kak Amanda tadi liat siapa?" tanya Ara curiga.


Sontak pertanyaan itu membuat Kak Amanda kaget dan bingung. Disisi lain karena ia tidak ingin adiknya berfikir yang tidak-tidak tentang apa yang


ia lihat. Tetapi disisi lain dia juga tidak mau jika sampai berbohong dengan adiknya. Walau bagaimanapun Ara adalah adik Amanda satu-satunya yang paling ia sayangi. Dia berfikir keras menemukan kalimat yang cocok untuk ia ucapkan agar Ara tidak curiga.


"Ara, bukannya kamu bilang namanya Camelia? Dia kan temen kamu. Kok malah tanya sama kakak." jawab Kak Amanda sembari menuang nasi ke dalam piring.


Mendengar jawaban dari kakaknya yang seolah ada sesuatu yang ia tutupi, Ara pun bereaksi keras, "Kakak jujur deh sama Ara!"tukasnya.

__ADS_1


Kak Amanda pun menghela nafas panjang.


Sepertinya adiknya tahu bahwa ia berusaha menutupi sesuatu yang Ara tidak ketahui. Akhirnya, Kak Amanda pun menyerah kemudian ia mnceritakan apa yang dia lihat sore tadi.


"Ra, kamu yakin, dia teman yang datang bareng sama kamu?" ucap Kak Amanda perlahan.


"Iya, kenapa kak?" tanya Ara sedikit heran.


Ara pun mendadak tersedak mendengar pertanyaan Kak Amanda. Yang benar saja dia berteman dengan nenek-nenek. Bahkan di kelas pun ia yakin betul tidak ada anak yang menyerupai nenek-nenek ataupun yang berdandan layaknya orang tua.


"Kak, aku gak temenan sama nenek-nenek! kenapa kakak bilang begitu?"tanya Ara.

__ADS_1


"Anak yang pakai ransel warna biru itu,,,," belum sempat kak Amanda melanjutkan kata-katanya, Ara tiba-tiba berkata," Yang pakai tas ransel warna biru itu cuma Camelia kak. Masa iya sih wajahnya tua. Kakak gak salah lihat?" tanya Ara lagi.


Kak Amanda pun hanya menggelengkan kepala dan berkata supaya Ara tidak perlu memikirkan hal ini terlalu dalam. Akan tetapi, namanya juga Ara. Dia tidak akan membiarkan kejanggalan demi kejanggalan terjadi di depan matanya. Dia akan terus menguak misteri ini sampai tuntas. Kemudian Ara berlari menaiki tangga dan menuju kamarnya. Ia bermaksud menelepon ketiga temannya dan memberitahu akan hal ini. Lantas ia pun segera meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja belajarnya. Belum sempat Ara menelpon ketiga temannya, ia mendapatkan pesan whatsapp dari nomor tak dikenal. "Siapa ini?" gumamnya. Lantas, ia membuka pesan tersebut dan ternyata pesan itu berasal dari teman sekelasnya Raline.


"Ra, ini gue Raline. Gue cuma mau bilang kalau barusan gue ketemu sama Camelia di swalayan. Dan yang gue heranin, dia pergi sama Steve. Bukannya kalian lagi punya misi ya sama tu cewek?"pungkas Raline dalam pesan whatsappnya


"What?????Steve???besok kita ketemu jam 6 pagi di samping sekolah. Gua ajak Shanee ya?!" Ucap Ara membalas pesan whatsappnya.


"Ok!"balas Raline.


Tak habis pikir Ara dibuatnya. Baru saja Kak Amanda bercerita padanya kalau Camelia berubah wajah menjadi seorang nenek tua. Tapi tak lama kemudian ia mendapat pesan dari temannya bahwa ia melihat Camelia bersama Steve. Kalau saja Raline bisa mengenali Camelia, mana mungkin Camelia mempunyai wajah seperti nenek tua? Kepala Ara seperti mau pecah memikirkan hal ini. Seolah-olah misteri ini benar-benar tidak ada habisnya.

__ADS_1


__ADS_2