
Pada suatu malam Rendy berhasil membujuk Amanda untuk menonton salah satu film terbaru dibioskop.Ini pun menjadi kali pertama mereka pergi bersama setelah sekian lama tak pernah berjumpa. Dahulu Rendy memang pernah suka dengan Amanda tetapi dia belum sempat mengutarakan perasaannya kepadanya. Saat tahu bahwa ajakan nontonnya diterima, ia pun sangat senang.
Di halaman parkir depan gedung bioskop, Rendy segera memarkir mobil miliknya dan secepat mungkin menuju tempat pembelian tiket. Namun, langkahnya tiba-tiba dihentikan oleh seseorang.
"Biar aku saja yang beli!"pinta Amanda. Ternyata Amanda lah yang menghentikan niatnya untuk membeli tiket. Rendy merasa keberatan awalnya. Karena memang ia lah yang mengajaknya pergi. Namun Amanda terus mendesaknya alhasil ia pun mengalah dan membiarkannya. Amanda pun menuju loket dan mengantri disana sementara Rendy berdiri tidak jauh dari Amanda.
Setelah tiket ia genggam, mereka pun lantas menuju stand dan membeli beberapa snack disana.Sembari mengantri, samar-samar Amanda melihat seseorang yang ia kenal. Lantas, ia pun menghampirinya.
"Bukankah kamu, Camelia? tanya Amanda.
Camelia pun segera menoleh dan menjawab pertanyaan Amanda.
__ADS_1
"I...iya, saya Camelia. Maaf kakak ini siapa ya?" tanya Camelia.
Amanda pun termangu mendengar ucapan Camelia. Pasalnya, ia yakin betul bahwa Camelia mengenali dirinya. Sewaktu kerja kelompok, ia ikut bersama dengan tim dari Ara, adiknya. Sebelum setelahnya ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim bersama Steve. Sementara Camelia yang melihat Amanda termangu pun nampak keheranan. Ia tak tahu siapa yang berhadapan dengan dirinya itu. Dan ia tak pernah melihatnya barang satu kali pun.
"Kakak kenapa? Adakah ucapan saya yang salah?" ucap Camelia lagi.
"Oh iya, saya salah orang. Maaf yaaaaa." ucap Amanda seraya berbohong dan berlalu dari hadapannya. Ia membiarkan Camelia dengan ketidaktahuannya agar tidak ada prasangka buruk darinya.
"Eh itu....itu anak yang namanya Camelia, temannya si Ara (sambil menunjuk ke arah Camelia). Kamu inget gak, dia itu anak yang coba mau dibongkar identitasnya sama si Ara dan temen-temennya. Cuma anehnyaaa,,,kenapa dia gak kenal ya sama aku?"tukasnya.
"Emang dia tahu kamu?"tanya Rendy menegaskan.
__ADS_1
"Aku yakin banget kalau dia kenal aku. Dia itu pernah dateng ke rumah sewaktu kerja kelompok bareng Ara."pungkasnya.
Rendi pun percaya dengan kata-kata Amanda. Akan tetapi ia berpikir jika betul apa yang diucapkan Amanda, bagaimana mungkin bisa Camelia tidak mengenali dirinya padahal mereka pernah bertemu dan bertatap muka. Rendy pun lantas menyimpulkan sesuatu dari hasil pikirannya.
"Jika betul dia orang yang diselidiki sama adik kamu, berarti dia orang yang memiliki buku kuno itu kan?"tanya Rendy pada Amanda.
"Iya kamu benar. Sepertinya memang dia yang memiliki buku kuno itu."jawabnya.
"Kalau memang dia pemiliknya, pasti ada hubungan antara dia dengan kutukan sihir."ucap Rendy menambahkan.
Amanda pun kembali teringat dengan kejadian waktu Camelia datang kerumahnya saat kerja kelompok bersama adiknya. Senja itu, ia melihat Camelia berwajah aneh seperti nenek tua. Dia pun berusaha menghubung-hubungkan kejadian itu dengan buku kuno yang pernah mereka bahas bersama dengan adiknya kala itu. Dari pikirannya itu, akhirnya membuat kecurigaan Amanda kian membesar terhadap Camelia. Ia akan menceritakan kejadian malam ini kepada Ara dan juga teman-temannya.
__ADS_1