Perjalanan Sebuah Misi

Perjalanan Sebuah Misi
Pak Kepsek dan Rahasianya


__ADS_3

Pagi yang cukup cerah, Kriiiinnggg....kriiiinnggggg......kriiiiiinnngg.....


Terdengar bunyi ponsel berdering. Ara yang baru saja terbangun dengan setengah mata terbuka berusaha menggapai ponselnya. Setelah ia tahu bahwa Kean yang yang menghubunginya, ia pun langsung menekan tombol warna hijau yang tertera dilayar ponsel.


"Hallo...(sambil menguap)


"gua tunggu elu di taman sekolah sekarang juga!!!!"jawab Kean lalu memutuskan panggilannya.


"Hah apa? jam berapa ini?" gumam Ara sambil menoleh jam weker miliknya.


"Astaga!!!Gue kesiangan!!

__ADS_1


Ternyata jam weker Ara sudah menunjukkan jam 6 lewat 30 menit. Ara pun segera bergegas menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Didepan kak Amanda sudah menunggunya sedari tadi. Ara pun segera menuju sekolah diantar oleh kak Amanda seperti biasanya karena ketiga temannya sudah terlebih dahulu sampai disekolah. Seperti biasa pula, kakaknya selalu mengomel ketika dia terlambat bangun pagi. Dia memang sengaja tak mau membangunkan adiknya. Bukan tanpa alasan, Ara sudah besar tidak mungkin dia memperlakukannya seperti anak kecil lagi. Kak Amanda membiarkan Ara supaya belajar lebih mandiri, mengatur waktunya sendiri dan mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Walaupun kadang hal itu selalu membuat kesal dan repot dirinya, lantaran ia harus selalu menunggu Ara yang terpontang-panting berlomba dengan waktu agar tak terlambat datang ke sekolah.


Akhirnya setelah dirasa bawaannya lengkap, Ara segera berlari menuju halaman depan rumah tempat dimana Kak Amanda sudah hampir berjamur menunggu Ara yang tengah bersiap-siap. Untungnya, Ara memiliki seorang kakak yang cukup sabar akan ulah dan kelakuannya yang membuat gerah setiap hari. Bayangkan saja jika tidak, bisa-bisa Ara sudah berubah menjadi perkedel jikalau terus menerus melakukan kesalahan yang sama.


****


Sesampainya di sekolah, Ara langsung berjalan menuju taman sekolah. Rupanya, Ara sudah ditunggu oleh ketiga temannya. Tampak wajah mereka yang cemberut dan kusut menunggu kedatangan Ara. Sampai-sampai wajah mereka bisa ditekuk saking kusutnya.


"Iiiya maaf semalem guuueeee.....," belum sempat Ara menyelesaikan perkataannya, sudah terlebih dulu dipotong oleh Kean.


"Ayo ikut gue!!!" ajak Kean.

__ADS_1


Kemudian Steve, Shanee dan Ara segera mengikuti Kean melangkah ke ruangan Kepsek. Mereka seperti bertanya-tanya tentang apa yang akan dilakukan oleh Kean. Mereka takut apabila hal ini bisa membuat mereka terlibat lebih jauh lagi. Namun, karena rasa penasaran yang lebih besar, maka mereka pun menurut saja dengan apa yang akan Kean lakukan. Sesampainya disana Kean mengetuk pintu ruang Kepsek dan mendapati Pak Kepsek sedang membaca sesuatu. Ia pun mempersilahkan mereka duduk.


"Ada apa kalian tiba-tiba ke kantor saya?" tanya Pak kepsek.


"Ehmmm maafkan kami pak, bolehkah kita meminta kejelasan tentang data dari salah seorang siswa disini?"tanya Kean.


"Siapa?"tanya pak kepsek kembali.


"Itu ....Camelia, pak."ucap Kean lagi.


Tak disangka, Pak Kepala Sekolah mendadak tersedak mendengar ucapan Kean. Kemudian dia meminta agar mereka semua berlalu dari hadapannya. Mereka semua pun akhirnya pergi.

__ADS_1


Lagi dan lagi bukannya ada titik terang justru mereka ditambah semakin penasaran dibuatnya. Apa pula yang dirahasiakan oleh Pak Kepsek untuk Camelia dan sekolah ini. Akhirnya pun mereka menuju ruang kelas dan akan kembali memikirkannya lagi ketika jam istirahat tiba.


__ADS_2